Ibas Tak Sepakat Julukan ‘Golden Boy of America': SBY Golden Boy of Indonesia


227 view
Ibas Tak Sepakat Julukan ‘Golden Boy of America': SBY Golden Boy of Indonesia
Foto : Andhika Prasetia/detikcom
Ibas.

Jakarta (SIB)


Politikus Partai NasDem Zulfan Lindan menyebut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan 'golden boy of America' atau anak emas Amerika Serikat (AS). Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menilai SBY merupakan golden boy of Indonesia.

Ibas awalnya menyebut SBY dan Demokrat tidak bisa dikatakan pro dengan negara mana pun. Ibas menyebut SBY dan Demokrat pro terhadap Indonesia.

"Kami sendiri dibilang pro-Amerika, tentu tidak. Dibilang pro-China juga tidak. SBY ini pro-Indonesia, Ibas ini pro-Indonesia, Partai Demokrat pro-Indonesia," kata Ibas kepada wartawan, Selasa (27/9).

Ibas mengungkit SBY berhubungan baik dengan AS dan China saat masih memimpin RI. Putra bungsu SBY ini mengatakan ayahnya membangun hubungan strategis dengan banyak negara.

"Pada masa pemerintahan SBY, beliau berhubungan baik dengan Amerika dan juga dengan China. Beliau beberapa kali kunjungan ke Amerika dan membangun kemitraan strategis dengan Amerika. Dengan China juga demikian, beliau beberapa kali mengundang investor China hadir ke Indonesia. Begitu pun beliau sempat berkunjung ke China, dan hubungannya sangat baik," kata dia.

Waketum Demokrat ini kemudian bicara soal filosofi kebijakan luar negeri Indonesia di era SBY yaitu 'all foreign direct policy with millions friends, zero enemy'. Filosofi itu, kata dia, menjadi dasar kebijakan SBY dalam menjalin kerja sama dengan negara lain.

"Kebijakan luar negeri semua arah di mana satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit. Kita bisa kerja sama dengan siapa pun. Filosofi ini menjadi dasar kebijakan kerja sama dengan negara lain di dunia," katanya.

Ibas menyebut filosofi ini diperlihatkan dalam partisipasi Indonesia di berbagai forum internasional seperti G20, ASEAN, Bali Agreement tahun 2007, yang kemudian menjadi cikal bakal Paris Agreement on Climate Change 2015, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan berbagai perjanjian pasar bebas (FTA) dengan Jepang, India, dan Tiongkok.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com