Kamis, 30 Mei 2024 WIB

Ikut Acara G20 di India, Mentan Batal Penuhi Panggilan KPK

* KPK akan Kirim Panggilan Ulang 19 Juni
Redaksi - Sabtu, 17 Juni 2023 09:16 WIB
199 view
Ikut Acara G20 di India, Mentan Batal Penuhi Panggilan KPK
Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  
Jakarta (SIB)
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo batal memenuhi undangan permintaan keterangan dalam proses penyelidikan oleh KPK. Syahrul batal diperiksa karena sedang menghadiri acara G20 di India.
"Iya yang bersangkutan memberitahu KPK bahwa yang bersangkutan terjadwal kegiatan ke India," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/6).
Ghufron mengatakan, penyelidik menjadwalkan ulang permintaan keterangan kepada Yasin Limpo pada 27 Juni.
"Dan meminta agar pemeriksaan ditunda ke tanggal 27 Juni," jelasnya.
Kabag Humas Kementerian Pertanian Arief Cahyono juga membenarkan Syahrul tengah berada di India untuk kegiatan G20.
"Ya, benar," ujar Arief saat dimintai konfirmasi.
Sementara itu, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, KPK akan mengirimkan panggilan ulang kepada Syahrul Yasin Limpo. Namun, pemanggilan itu untuk tanggal 19 Juni 2023, bukan 27 Juni seperti yang diminta Mentan Yasin Limpo.
"Tim penyelidik segera kirimkan kembali undangan permintaan keterangan dimaksud untuk dapat hadir pada Senin (19/6). Kami berharap dan meyakini yang bersangkutan akan hadir pada undangan berikutnya," ujar Ali.
Kabag Humas Kementerian Pertanian Arief Cahyono juga membenarkan Syahrul Yasin Limpo sedang berada di India untuk kegiatan G20.
"Ya, benar," ujar Arief saat dimintai konfirmasi.


Dikaitkan ke Politik
Syahrul Yasin Limpo juga buka suara soal penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementan oleh KPK. Syahrul mengaku menyimak ada sejumlah pihak yang mengaitkan penyelidikan KPK itu dengan politik.
"Saya juga menyimak sejumlah pihak mengaitkan proses hukum ini dengan aspek politik. Sekalipun banyak pendapat seperti itu, namun dengan kerendahan hati, sebagai warga negara biasa saya akan menjalani seluruh aral-rintang ini," kata Syahrul Yasin dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/6).
Syahrul Yasin mengatakan, kasus dugaan korupsi di Kementan masih dalam tahap penyelidikan. Dia berharap proses penegakan hukum berjalan benar.
"Tentu saja dengan tetap berharap dari lubuk hati terdalam semoga ke depan hukum dapat ditegakkan dengan benar. Perlu juga sama-sama kita pahami, proses hukum di KPK saat ini berjalan di tahap penyelidikan. Hal itu berarti penyelidik mencari peristiwa yang diduga tindak pidana," jelasnya.
Politikus NasDem itu menjamin dirinya memenuhi permintaan keterangan oleh KPK. Dia mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya mengajak, mari kita hormati proses yang berjalan di KPK tersebut dan tidak mengambil kesimpulan yang mendahului proses hukum dan informasi resmi dari KPK," ucapnya.


Bantah Politis
Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya menekankan penyelidikan dugaan korupsi di Kementan tidak politis. Dia menyebut, KPK bekerja sesuai dengan tugas pokok yang ada.
"Saya ingin pastikan bahwa memang KPK itu bekerja sesuai dengan azas-azas pelaksanaan tugas pokok KPK Salah satunya adalah akuntabilitas dan keterbukaan," ujar Firli kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/6).
Firli mengatakan, kasus ini masih tahap penyelidikan. Tapi, KPK tidak bisa membendung informasi di era keterbukaan seperti saat ini.
"Walaupun sebenarnya perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Jadi saya kira nanti anda ikuti saja, pada saatnya KPK akan menyampaikan apa hasil penyelidikan itu," sebutnya.
Firli enggan menjelaskan, secara rinci pengusutan dugaan korupsi di Kementan. Firli pun kembali menegaskan bahwa apa yang terjadi di KPK sepenuhnya proses hukum, tidak ada unsur politis.
"Jadi apa yang terjadi KPK, itu sepenuhnya adalah proses hukum. Tidak ada proses lain. Tidak ada politis," tuturnya.


Baca Juga:
Selidiki
KPK turut menyelidiki dugaan peran Syahrul Yasin Limpo dalam proses penyelidikan dugaan korupsi tersebut. Sumber menyebutkan ekspose perkara ini sudah dilakukan KPK. Nama Mentan disebut sumber itu diduga terlibat dalam kasus yang tengah diselidiki KPK.
Sejauh ini, KPK sudah meminta keterangan sejumlah orang terkait kasus dugaan korupsi di kementerian yang saat ini dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu.
"Sejauh ini yang kami ketahui benar tahap proses permintaan keterangan kepada sejumlah pihak atas dugaan korupsi di Kementerian Pertanian," ucap Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (14/6).
KPK menegaskan penyelidikan sudah dilakukan sejak lama.
"Penyelidikan di Kementerian Pertanian ini sudah lama kami lakukan," kata Ali.
Ali menyebut, penyelidikan dugaan korupsi di Kementan dimulai sejak awal tahun ini. Terhitung hingga saat ini, artinya 6 bulan sudah dugaan korupsi ini diselidiki lembaga antirasuah tersebut.
"Setidaknya kalau meningkat pada proses penyelidikan itu sekitar di awal tahun 2023, artinya hampir 6 bulan," ucap Ali Fikri. (detikcom/d)



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Sita Kantor Nasdem dan Pabrik Sawit Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
KPK Sita PKS Senilai Rp15 M Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
KPK Sita Kantor Nasdem Labuhanbatu
KPK Geledah Kantor Setjen DPR, Sita 3 Koper
Selain Rumah, KPK Sita Rp48,5 M Terkait Perkara Bupati Labuhanbatu
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT Amarta Karya
komentar
beritaTerbaru