Final Euro 2020

Inggris Siap Cetak Sejarah, Italia Incar Gelar Kedua


278 view
Inggris Siap Cetak Sejarah, Italia Incar Gelar Kedua
Foto Dok/UEFA
ADU STRATEGI: Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate (kiri) dan Pelatih Italia, Roberto Mancini (kanan) akan beradu strategi pada final Euro 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7) pukul 02.00 WIB.

London (SIB)

Partai pamungkas Euro 2020 akan mempertemukan Inggris kontra Italia di Stadion Wembley, London, Senin (12/7) pukul 02.00 WIB. Inggris bernafsu mencetak sejarah, sedangkan Italia berpotensi menggagalkan mimpi sang tuan rumah.


Italia sudah pernah sekali menjuarai Euro, yakni pada edisi 1968, serta dua kali menjadi runner-up pada edisi 2000 dan 2012. Sementara bagi Inggris, ini adalah final pertamanya sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Eropa. Inggris sebelumnya paling jauh melangkah ke semifinal pada Euro 1996, kala mereka menjadi tuan rumah.


Inggris tentu berharap tuah Wembley untuk mengantarkan mereka meraih gelar perdana. Perjalanan Harry Kane dan kawan-kawan menuju final pun terbilang bagus.


Inggris menjuarai Grup D, kemudian menyingkirkan Jerman dan Ukraina. Tim besutan Gareth Southgate itu baru kebobolan satu gol di putaran utama Euro 2020, yakni ketika menang 2-1 atas Denmark di semifinal. Dalam laga kontra Denmark itu, mereka membutuhkan satu gol bunuh diri pemain lawan, pelanggaran terhadap Raheem Sterling, dan gol Harry Kane menyusul kegagalan penaltinya di extra time untuk memastikan diri lolos ke final.


Pelatih Inggris, Southgate tak menampik menginginkan gelar Euro ini. Tapi dia juga tak mau sesumbar, bahkan memuji Gli Azzurri (julukan Italia) tampil gemilang sejak diasuh Roberto Mancini dan diperkuat skuad mumpuni.


"Italia? Mereka telah menunjukkan nilai yang luar biasa selama dua tahun ini. Mereka memiliki bek-bek seperti petarung sejati dan seluruh penggawanya sangat kuat," kata Gareth Southgate, dilansir dari La Gazzetta dello Sport.


"Ini akan menjadi pertandingan epik lainnya. Namun, kami ingin menulis sejarah kami sendiri," tutupnya.


Sementara Italia datang ke final untuk membidik gelar keduanya. Italia mencapai final Euro 2020 usai menjuarai Grup A, serta mengeliminasi Austria, Belgia, dan Spanyol hingga semifinal. Kiper Gianluigi Donnarumma dan sang playmaker Jorginho menjadi pahlawan dalam kemenangan adu penalti atas La Furia Roja.


Italia juga belum terkalahkan di Euro 2020 sejak babak kualifikasi. Pasukan Roberto Mancini juga tak terkalahkan dalam 33 laga terakhir.


Pelatih Italia, Roberto Mancini sesumbar bisa menjuarai Euro 2020. Dia bertekad untuk merebut kemenangan pada pertandingan final Piala Eropa 2020.


“Mencapai babak final sudah menjadi prestasi bagus. Namun, hal itu saja masih belum cukup. Kami baru bisa dianggap sukses, jika memenangkan final. Kami sudah bekerja dengan baik. Namun, pada akhirnya, hanya gelar yang paling penting,” kata Mancini di laman resmi UEFA.


Kutukan Adu Penalti

Adu tendangan penalti cenderung dihindari kubu Inggris yang punya sejarah buruk dalam babak tos-tosan, namun di final Euro 2020 bisa saja Italia yang diadang kutukan adu penalti Euro. Selama berpuluh tahun, adu penalti jadi momok Inggris. Tak hanya sekali dua kali, tetapi enam kali Inggris dibuat mati kutu.


Peristiwa kelam itu terjadi dalam Piala Dunia 1990, 1998, dan 2006, serta Euro 1996, 2004, dan 2012. Inggris pun pernah kalah dari Italia dalam babak adu penalti di Euro 2012. Salah satu momen kala itu adalah ketika Andrea Pirlo melepaskan tembakan panenka yang mengecoh Joe Hart.


Tetapi bisa saja perubahan peruntungan buat Inggris terjadi di Euro 2020 kali ini. Dalam sejarah Euro, tercatat tidak ada kesebelasan yang bisa meraih kemenangan adu penalti beruntun di satu perhelatan yang sama. Di Euro 2020 misalnya sudah dua tim jadi bukti bahwa kemenangan penalti hanya bisa diraih satu kali, yakni Swiss dan Spanyol.


Pada edisi 2016 ada Polandia yang disingkirkan Portugal setelah sebelumnya mengeliminasi Swiss. Lantas ada Inggris dan Prancis di Euro 1996, yang lolos ke semifinal lewat adu penalti dan gagal melaju ke final juga lewat adu penalti.


Di Euro 2020 Italia sudah sekali menang adu penalti. Itu terjadi dalam laga semifinal menghadapi Spanyol. Berpegang pada kejadian yang sudah berlalu, Italia bisa saja terkena kutukan adu penalti di Euro.


Terlepas dari catatan tak ada kesebelasan yang menang dua kali beruntun dalam adu penalti di Euro, Inggris kini memiliki Jordan Pickford di bawah mistar gawang. Kiper Everton itu sudah dua kali membawa The Three Lions menang adu penalti, yakni saat Inggris menang atas Kolombia di Piala Dunia 2018 dan melawan Swiss di UEFA Nations League 2019.


Jika Inggris dan Italia sama-sama menghindari adu penalti karena traumatik sejarah, tidak demikian di pertandingan. Italia dan Inggris sama-sama ahli dalam hal mendapatkan 'hadiah' penalti dari wasit yang memimpin pertandingan.


Penalti bukan karunia yang datang dari langit, ia peristiwa tak terencana sekaligus bisa diupayakan. Dalam hal ini Italia dan Inggris sama-sama punya pemain yang ahli dalam hal mengelabui wasit agar bisa mendapat penalti. Raheem Sterling dan Ciro Immobile di antaranya. Sterling telah membuktikan keahlian dalam diving saat melawan Denmark, sedangkan Immobile menampilan aksi teatrikal cederanya saat melawan Belgia pada babak 8 besar.


Rekor pertemuan

Italia dan Inggris sudah 27 kali bertemu di seluruh kompetisi. Tentu saja Italia lebih unggul dalam jumlah kemenangan, yakni 10 berbanding delapan milik Inggris. Sementara, sembilan laga lainnya berakhir imbang.


Jika dilihat catatan pertemuannya, jelang Final Euro 2020, duel kedua tim nyaris berimbang dan cenderung ketat. Tapi, jika bicara soal turnamen besar, Italia masih superior ketimbang Inggris karena selalu memenangi empat pertemuan sebelumnya.


Diawali pada Euro 1980 saat Italia menang 1-0 atas Inggris lewat gol Marco Tardelli. Pada Piala Dunia 1990, Italia juga berhasil menaklukkan Inggris di perebutan tempat ketiga lewat gol Roberto Baggio dan Salvatore Schillaci dengan skor 2-1.


Pada Euro 2012, Italia menaklukkan Inggris di babak perempatfinal lewat adu penalti setelah berimbang 0-0. Lalu, yang terakhir di Piala Dunia 2014, Italia menang 2-1 atas Inggris di fase grup.


Italia memang lebih unggul head to head, tapi Inggris layak diunggulkan karena bermain di Wembley. Inggris tampil perkasa hinga menuju final diprediksi bisa meraih gelar perdananya. Prediksi, Inggris menang 1-0.


Perkiraan Susunan Pemain

Italia (4-3-3): Donnarumma; Emerson, Chiellini, Bonucci, Di Lorenzo; Barella, Jorginho, Verratti; Insigne, Immobile, Chiesa.


Inggris (4-2-3-1): Pickford; Shaw, Maguire, Stones, Walker; Rice, Phillips; Sterling, Mount, Saka; Kane. (Berbagai sumber/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com