Inggris ke Final Piala Eropa Pertama Kali, Waspadai Italia yang Bermain Nothing to Lose


228 view
Inggris ke Final Piala Eropa Pertama Kali, Waspadai Italia yang Bermain Nothing to Lose
(Foto : Pool via Reuters/Laurence Griffiths)
RAYAKAN GOL : Pemain Inggris Harry Kane dan Phil Foden merayakan gol kedua lewat penalti dan berhasil lolos ke final setelah mengatasi Denmark dengan skor 2-1 di semifinal Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Kamis (8/7) dini hari. 

London (SIB)

Timnas Inggris berhasil melaju ke final Euro 2020. Ini menjadi sejarah baru untuk The Three Lions.

Inggris bertemu Denmark pada semifinal Euro 2020 di Wembley, London, Kamis (8/7) dini hari WIB. Tim besutan Gareth Southgate menang 2-1.


Tim Dinamit unggul lebih dulu lewat eksekusi tembakan bebas Mikkel Damsgaard di menit ke-30. The Three Lions berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-39 lewat bunuh diri Simon Kjaer.


Skor tersebut bertahan selama 90 menit dan laga terpaksa lanjut ke tambahan 2x15 menit. Di menit ke-104, Inggris mendapat hadiah penalti setelah VAR menilai Raheem Sterling dilanggar.


Harry Kane maju sebagai eksekutor. Bola tembakannya berhasil ditepis Kasper Schmeichel, namun Kane dengan cepat menyambar bola rebound untuk membawa Inggris menciptakan sejarah baru.


Perjalanan terjauh Inggris di pentas Eropa sebelumnya adalah semifinal. Mereka gagal ke laga puncak saat menjadi tuan rumah Euro 1996 setelah kalah adu penalti dari Jerman.


Jika merujuk skala Piala Dunia, Inggris mampu satu kali menjadi juara. Mereka meraihnya pada 1966 sebagai tuan rumah dengan mengalahkan Jerman 4-2 lewat perpanjangan waktu.


"Saya sangat bangga dengan para pemain. Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Para suporter sangat luar biasa malam ini," kata Southgate seperti dikutip dari situs resmi UEFA.


"Kami mengatakan kepada para pemain bahwa semua harus menunjukkan kekuatan, pemain harus berkembang dan kami melakukan itu," tegasnya.


Inggris di laga final berhadapan dengan Italia. Duel berlangsung di Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB.


Waspadai Italia

Inggris menantang Italia di final Euro 2020. The Three Lions mesti waspada dengan Gli Azzurri yang bermain nothing to lose.


Sebelumnya Italia lebih dulu menyegel tempat di laga puncak setelah mengalahkan Spanyol lewat adu penalti. Inggris dan Italia sejauh ini sudah berhadapan 27 kali di seluruh ajang.


Inggris merebut delapan kemenangan, sementara Italia meraih 11 kemenangan. Pertemuan terakhir kedua tim di laga kompetitif turnamen besar adalah di fase grup Piala Dunia 2014, dengan Italia menang 2-1, namun sama-sama gagal lolos.


Mantan winger Inggris Chris Waddle mewaspadai semangat dan pengalaman Italia. Skuad besutan Roberto Mancini disebutnya punya permainan lepas, yang membantu mereka merangkai laju tak terkalahkan hingga 33 pertandingan.


Apalagi secara pengalaman, Italia punya sejarah lebih kuat di turnamen-turnamen mayor. Mereka empat kali juara Piala Dunia dan satu kali memenangi Piala Eropa. Sementara Inggris baru punya satu titel Piala Dunia. "Kalau Anda lihat Italia, mereka datang dengan kebebasan jiwa. Mereka tidak takut kehilangan apa-apa, dengan sebelumnya dianggap punya kesempatan kecil," ungkap Chris Waddle dikutip BBC.


"Banyak orang berpikir mereka belum melakukan apapun, tapi mereka punya catatan tak terkalahkan yang menakjubkan. Mereka bermain dengan sebuah semangat, mereka menikmatinya saja. Mereka akan sangat bersemangat untuk juara.


Mereka akan menggunakan seluruh pengalaman yang dipunya. Mereka tim kuat dengan energi melimpah. Mereka mungkin akan bertahan dengan menumpuk pemain, tapi punya kecepatan di serangan balik dan ini akan jadi laga yang sangat sulit buat Inggris," imbuh pemilik 62 caps bersama timnas Inggris ini.


PR Inggris

Manajer Inggris Gareth Southgate puas melihat mentalitas para pemainnya di laga lawan Denmark. Tapi ia juga melihat satu aspek yang perlu diperbaiki.


Inggris menang susah payah atas Denmark dalam semifinal Euro 2020.


Manajer Southgate puas dengan reaksi timnya meski tertinggal lebih dulu usai dibobol Mikkel Damsgaard. Tapi ia juga melihat secara permainan Inggris perlu mengalirkan bola lebih baik, sehingga penguasaan bola bisa lebih efektif. "Saya merasa tenang menuju pertandingan karena saya merasa para pemain siap. Anda tak pernah tahu 100% pasti bagaimana mereka akan bereaksi usai kebobolan dulu," ujar Southgate dikutip Guardian.


"Tapi kami sudah membahas itu dan mereka tetap tenang. Saya rasa mereka tidak menjaga bola dengan cukup baik dan kami perlu memperbaiki itu untuk Minggu nanti. Tapi setidaknya kami menemukan sebuah cara untuk menang," imbuhnya.


Inggris mencatatkan 58% penguasaan bola di laga lawan Denmark, melepaskan 21 tembakan dengan 10 yang on target. Sementara Denmark punya enam percobaan di mana tiga mengarah ke gawang.


Inggris Berpesta

Banyak yang menyoroti penalti Inggris, sebab dinilai berbau diving. Sterling dinilai jatuh sendiri, bukan karena kontak pemain Denmark.


Dietmar Hamann, eks pemain Jerman yang pernah berkarier di Inggris, merasa kasihan dengan Denmark. Ia menilai, Sterling jelas-jelas diving.


"Saya pikir itu memalukan. Jelas mereka melihat permainan dengan baik setelah unggul, tetapi mereka menang dengan penalti yang jelas-jelas karena diving. Ini bukan semangat sebuah permainan," kata Hamann kepada RTE.


"Inggris selalu membanggakan dirinya sebagai rumah dari permainan yang adil dan tidak ada diving. Kita semua ingat apa yang terjadi dengan [Jurgen] Klinsmann ketika dia datang ke Inggris dan dia diving, dan kemudian mereka berpesta dengan diving."


"Sterling mungkin mengira pelanggaran itu akan datang, jadi saya akan memberinya keuntungan dari keraguan itu. Tapi Maehle menarik diri dari tekel, karena dia melihat dia tidak bisa sampai di sana. Tidak ada kontak apapun."


"VAR ada untuk memperbaiki keputusan ini dan mengubah kesalahan mencolok oleh wasit. Ini adalah kesalahan yang terang-terangan seperti yang Anda lihat, dan ini adalah semifinal Euro. Saya merasa kasihan pada orang Denmark," ujarnya.


Susunan Pemain

Inggris: Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Declan Rice (Jordan Henderson 95'), Kalvin Phillps; Bukayo Saka (Jack Grealish 68' (Kieran Trippier 106')), Mason Mount (Phil Foden 95'), Raheem Sterling; Harry Kane.


Denmark: Kasper Schmeichel; Andreas Christensen (Joachim Andersen 79'), Simon Kjaer, Jannik Vestergaard (Jonas Wind 104'); Jens Stryger Larsen (Daniel Wass 66'), Pierre-Emile Hojbjerg, Thomas Delaney (Mathias Jensen 86'), Joakim Maehle; Martin Braithwaite, Mikkel Damsgaard (Yussuf Poulsen 65'), Kasper Dolberg (Christian Noergaard 66'). (detiksport/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com