Intelektual Kristen Siap Membantu Wali Kota Bobby Nasution Atasi Banjir di Medan

* Bangunan Semakin Banyak, Resapan Air Kurang Harus ada Saluran yang Tepat

265 view
Intelektual Kristen Siap Membantu Wali Kota Bobby Nasution Atasi Banjir di Medan
Foto kolase
Dr Badikenita Putri SitepuPdt Dr Victor Tinambunan.
Medan (SIB)
Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) RI Dr Badikenita Putri Sitepu mengatakan, banjir November tahun 2021 ini cukup parah, ada sistim pengairan yang harus diperbaiki. PIKI siap jika Wali Kota Medan Bobby Nasution mengundang untuk berdiskusi bagaimana Medan ke depan, karena PIKI memiliki banyak ahli di bidang planalogi dan konstruksi.

“Intelektual Kristen yang tergabung di PIKI siap mendukung atau memberi kontribusi kepada wali kota tentang penanganan banjir dan penataan kota,” kata Badikenita kepada wartawan, Sabtu (27/11) di sela-sela Konferda DPD PIKI Sumut di GBI Tabernacle of David Hotel JW Marriot, Medan.

Persoalan banjir di Medan, menurut anggota DPD RI asal Sumut ini, salah satunya disebabkan penumpukan kegiatan di tengah kota yang tidak diikuti pengelolaan saluran pembuangan. Ketika bangunan banyak, tingkat kepadatan tumbuh, sedangkan resapan air berkurang.

“Kalau banyak beton air tidak bisa meresap, kalau serapan ke tanah berkurang maka harus ada saluran yang pas. Maka parit-parit harus dibersihkan, sungai-sungai dinormalisasi (dikeruk) supaya saluran lancar,” terangnya.

Persoalan banjir, kata wanita yang akrap dipanggil Putri ini, tidak hanya melanda Kota Medan, juga Deliserdang. Ketika musim kemarau, irigasi kering, ketika musim hujan banyak sawah yang terendam dan ikan di tambak ikut hanyut. Medan dikelilingi Deliserdang, air berasal dari Sibolangit (Deiserdang) sehingga Medan dan Deliserdang harus sama-sama mengatasinya.

Menurut dia, persoalan banjir yang berkaitan dengan sungai, jenjang pemerintahan harus dilibatkan. Tidak hanya Pemko Medan, tapi ada keterkaitan Pemprov Sumut dan pemerintah pusat. Maka semuanya dipanggil, sehingga dana yang dikucurkan bisa besar. Pencegahan banjir harus ada karena kepentingan masyarakat yang terganggu akibat banjir.

“PIKI bisa menjadi jembatan. Saya juga duduk di Komite II di DPD RI yang salah satunya membidangi PU-PR dan lingkungan hidup. Kalau Pemko mau, mari kita panggil menteri terkait sehingga ke depan kita tahu apakah bisa jadi proyek strategi nasional atau cukup hanya dana APBN,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wiayah Sumut terpilih Pdt Dr Victor Tinambunan. Pendeta yang juga Sekjen HKBP ini mengatakan, akhir-akhir ini beberapa wilayah Kota Medan sering diterjang banjir. Menurut dia, ada tiga penyebab utama.

Pertama, climate change (perubahan iklim) secara global. Para pakar berkesimpulan bahwa dari antara sekian ancaman global, krisis ekologis berada di urutan paling atas. Jika tidak ada perubahan radikal bisa mengalami "kiamat prematur".

“Banjir Medan dan di berbagai tempat ada kaitan dengan krisis ekologis yang sedang kita alami. Curah hujan semakin tidak menentu,” kata Pdt Victor.

Kedua, kata dia adalah kesadaran masyarakat. Gundulnya hutan membuat air hujan langsung tumpah ruah. Ditambah lagi tingkat kesadaran masyarakat menangani sampah tergolong rendah membuat saluran pembuangan air terhambat. Ketiga, kebijakan pemerintah, ukuran, arah , dan perawatan saluran air hujan sangat menentukan terbebasnya Kota Medan dari banjir.

Untuk itu, kata Pdt Victor, masyarakat harus menyadari bahwa bencana banjir adalah masalah bersama dan harus diatasi dengan gerakan bersama pula. Anggota masyarakat (termasuk orang-orang Kristen) yang memiliki keahlian di bidang konstruksi diharapkan terpanggil memberi masukan kepada Wali Kota Medan dan dinas terkait.

“Sehingga dalam waktu yang tidak lama, seluruh Kota Medan bebas dari banjir. Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution pasti terbuka menerima masukan yang baik, karena untuk kebaikan kotalah beliau menjadi wali kota,” ujarnya.

Karena, lanjut dia, di dalam kitab Yeremia 29:7 dikatakan, “usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

“Sudah menjadi tugas orang percaya untuk mengambil bagian dalam mempersembahkan yang terbaik di tengah masyarakat, kita tidak boleh pesimis tapi berjuang serius untuk bangsa dan tanah air,” tuturnya. (A8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com