Istri Teroris Ali Kalora Dihukum 2,5 Tahun Penjara


134 view
Istri Teroris Ali Kalora Dihukum 2,5 Tahun Penjara
(Ari Saputra/detikcom)
Gedung PT DKI Jakarta 
Jakarta (SIB)
Istri teroris Ali Kalora, Lasmi (29), dihukum 2,5 tahun penjara. Lasmi dinyatakan bersalah melanggar UU Terorisme karena tidak melaporkan keberadaan suaminya ke aparat.

Hal itu tertuang dalam Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Kamis (29/9). Lasmi awalnya dinikahi Azis Papa Sifa yang juga anak buah Santoso alias Abu Wardah. Azis tewas saat baku tembak dengan anggota Polri di Gayatri, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Akhirnya Lasmi dinikahi Ali Kalora pada Maret 2020. Setelah itu, Lasmi intens berkomunikasi dengan suaminya menggunakan aplikasi Telegram. Selain itu, Lasmi menjadi penghubung antara pengikut Ali Kalora dan membuka rekening bank.

Ali pernah mengirim video ke Lasmi. Dalam video itu, Ali menggorok leher seorang warga hingga putus.

"Sehingga sepatutnya terdakwa melaporkan informasi mengenai Ali Kalora dan kelompoknya yang tergabung dalam kelompok MIT kepada pihak kepolisian namun terdakwa tidak melaporkan informasi perbuatan terorisme tersebut kepada pihak kepolisian," demikian urai jaksa.

Akhirnya Lasmi ditangkap Densus 88 dan diproses hingga pengadilan. Pada 18 Agustus 2021, Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara kepada Lasmi. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut 4 tahun penjara. Alhasil, jaksa mengajukan banding.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang dimintakan banding tersebut," kata ketua majelis Siti Farida dengan anggota Amin Sembiring dan Aroziduhu Waruwu.

Majelis banding menyatakan hakim tingkat pertama telah tepat dan benar dan tidak bertentangan dengan aturan-aturan hukum yang menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

"Karena ternyata pertimbangan hukum dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Tingkat pertama telah sesuai dengan fakta hukum yang ada di persidangan, oleh karena itu pertimbangan hukum dalam putusan Pengadilan Tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan pertimbangan hukum sendiri oleh Pengadilan Tinggi dalam memeriksa dan memutus perkara a quo, serta menjadi bagian dan telah termasuk dalam putusan ini," ujar majelis.

Bagaimana dengan Ali Kalora? Ali tewas diterjang peluru panas Satgas Madago Raya. Ali Kalora tewas tertembak bersama anak buahnya, Jaka Ramadhan.

"Ya, ada 6 DPO. Tertembak 2, sisa 4 orang ini orang Bima semuanya, simpatisan yang terpengaruh konflik Poso zaman dahulu, termasuk kelompok Santoso dulu," ujar Irjen Rudy.(detikcom/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com