Bertemu Puan Maharani

JK: Jelang Pemilu 2024, Suasana Politik di Indonesia Kian Memanas


210 view
JK: Jelang Pemilu 2024, Suasana Politik di Indonesia Kian Memanas
Foto: Agung Pambudhy

Jakarta (SIB)

Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani di kediamannya. JK menyebut, situasi politik saat ini tidak dalam kondisi yang cukup bagus.

"Kita melihat keadaan kita ya ini tidak terlalu bagus lah ya. Jadi kalau kita perkeruh keadaan makin tidak bagus negeri ini negeri kita semua," tutur JK kepada wartawan di kediamannya, Rabu (4/10).

JK mengatakan, jelang Pemilu 2024, suasana politik di Indonesia kian memanas. Ia mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap bersatu meski beda pendapat.

"Jadi kita harus bersatu walaupun kita berbeda pilihan tapi tetap bersatu dalam tujuan dan cara. Jangan memperkeruh republik ini," imbuhnya.

Bahas Pilpres

Jusuf Kalla menyebut, pertemuan dengan Puan turut membahas soal Pilpres 2024.

"Pilpres? Ya tentu lah, masa tidak disinggung pilpres. Saya jelas optimis, semua optimis," kata JK.

JK menilai tiga bakal capres yang saat ini berkembang memiliki kesempatan yang sama. Hanya tinggal keputusan pemilih yang menentukan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, atau Prabowo Subianto.

"Semua ada kesempatan. PDIP atau Ganjar punya kesempatan, Pak Prabowo, Anies, punya kesempatan. Tergantung kalian yang milih, bagaimana," ujarnya.

Lebih jauh, JK meyakini Pilpres 2024 akan berjalan dalam dua putaran jika diikuti oleh tiga capres. JK menilai sulit bagi capres untuk meraup suara mayoritas pemilih dalam satu putaran.

"Kalau putaran, karena tiga, agak sulit juga ya satu putaran karena harus dapat 85 juta suara. Ada nggak calon yang bisa dapat 85 juta suara sekali? Agak sulit," imbuhnya.

Pertemuan Puan dengan JK disebutnya sebagai pertemuan kekeluargaan, Puan menganggap JK dan istri seperti orang tua sendiri. Puan mengatakan pertemuan dengan JK membicarakan ekonomi hingga situasi politik terkini.

"Jadi pada kesempatan ini saya datang ke sini tentu saja meminta pandangan dan pendapat Pak JK terkait situasi terkini bukan hanya ekonomi beliau sangat banyak sekali memberikan masukan-masukan situasi ekonomi hari ini dan ke depan kemudian kalau digabung dengan situasi politik nantinya itu akan bisa menjadi yang harus diperhatikan dengan baik karena ekonomi hari ini dengan situasi politik tahun depan di mana kita akan masuk dalam pemilu yang akan datang harus sangat diperhatikan," imbuh Puan.

Sementara, Puan mengatakan, dirinya sengaja meminta pandangan JK soal situasi politik Indonesia. Menurutnya hal itu penting, mengingat situasi politik Indonesia yang kian memanas.

"Tadi Seperti pak JK sampaikan bahwa boleh saja kita berbeda pandangan atau beda pilihan namun yang terpenting yang harus kita lakukan ke depan adalah bagaimana Indonesia ini tetap bersatu dan pembangunan yang ada itu tetap berjalan sebagaimana yang kita harapkan," katanya.

"Jangan sampai hal-hal yang sudah baik sekarang terjadi Namun karena ada Pemilu atau pesta demokrasi 5 tahunan kemudian menjadi tidak baik bagi bangsa dan negara," sambungnya.

Puan mengaku, pertemuannya dengan JK berlangsung hangat. Hal itu didukung dengan jamuan JK yang menyajikan masakan nusantara.

"Tentu saja masukan-masukan Ini diselingi dengan guyonan-guyonan dan makanan yang enak membuat suasana itu sangat-sangat sekali dan tidak terasa," katanya.

"Jadi saya kalau datang ke sini biasanya memang minta sama ibu, 'bu saya mau makan di rumah ibu' karena sudah seperti keluarga," pungkasnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com