JK Marah Namanya Dicatut Politisi Terkenal untuk Minta Jatah ke Freeport

* Surya Paloh: Usut Tuntas

370 view
Jakarta (SIB)- Kabar merebak ada politisi terkenal mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK terkait kontrak perpanjangan Freeport. Politisi terkenal dan berkuasa itu kabarnya mengaku bisa melobi guna mendapatkan perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041.

Wapres Jusuf Kalla yang ditanya wartawan soal pencatutan namanya murka saat mengetahui.

"Oh iya kalau itu yang dikatakan benar bahwa kami, presiden dan saya minta jatah, pasti saya marah. Apa benar? Dan tolong dilaporin ajah yang ngomong gitu (minta jatah)," ujar JK di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

JK menyebutkan telah mendapatkan laporan tersebut dari Sudirman Said siapa politisi yang dimaksud. Sayangnya JK tidak menyebutkan nama politisi itu.

"Tanya sama Sudirman saja," kata JK singkat.

"Apakah dari partai koalisi?" tanya wartawan. "Nantilah tanya sama Dirman saja," ucapnya.

Surya Paloh: Usut Tuntas

Ketum NasDem Surya Paloh bersuara keras soal politisi terkenal yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk meminta jatah ke Freeport. Politisi itu mengaku bisa membantu Freeport untuk mendapatkan kontrak. Perusahaan tambang asal AS itu memang akan habis kontraknya dan tengah negosiasi untuk kontrak hingga 2041.

"Nah ini harus diusut tuntas," jelas Surya di DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta.

Wapres JK sendiri menyebut dia mendapatkan laporan dari Menteri ESDM Sudirman Said. JK juga marah saat namanya dicatut.

"Pak Sudirman Said kalau kasih statemen saya yakin tentu sudah pikir baik-baik, usut tuntas dan NasDem akan dukung sepenuhnya," jelas dia.

"Saya pikir KPK harus masuk itu. Kalau perlu dipanggil-panggil. NasDem sudah ikut, kalau ada petinggi partai lain dipanggil saya pikir ya bagus juga ramai-ramai transparansi," tutur dia.

Surya juga menyarankan agar soal politisi itu ditanyakan ke Menteri ESDM Sudirman Said. "Siapa yang coba-coba bermain untuk kepentingan pribadi dan partainya minta komisi, jatah saham baru ada negoisasi perpanjangan izin Freeport. Ini kalau nggak terungkap nanti dikira ada yang main mata. Ini harus jadi tugas utama. Kalau nggak ada yang proaktif kita yang proaktif, karena sudah masanya," tutup Surya. (detikcom/q)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com