Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Ditahan di Rutan KPK


124 view
Foto: Grandyos Zafna
Nurdin Abdullah
Jakarta (SIB)
KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Sulsel. Nurdin Abdullah bersama 2 tersangka lainnya akan ditahan di rutan KPK selama 20 hari ke depan.

"Para tersangka NA, ER dan AS dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2).

Nurdin Abdullah akan ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara dua tersangka lainnya ada di tahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Rutan Gedung Merah Putih.

"Saudara NA akan ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. ER ditahan di Rutan Cabang KPK pada Kavling C1. AS ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih," kata dia.

Firli mengatakan pada penahanan ini KPK mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Dia menyebut para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri.

"Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 kita sangat-sangat memahami bahwa keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi terkait dengan itu maka setiap orang yang ditangkap KPK perlu dipastikan tidak tertular atau tidak menyebarkan pandemi Covid-19. Karenanya para tersangka akan mengalami dan menjalankan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1," kata Firli.

Terima Rp 5,4 M
Sebagai tersangka Nurdin Abdullah diduga sudah menerima duit sejumlah Rp 5,4 miliar.

"Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021," kata Firli.

AS yang dimaksud Firli adalah Agung Sucipto selaku kontraktor proyek, ER adalah Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, dan NA adalah Nurdin Abdullah.

Mereka berkomunikasi untuk tawar-menawar fee proyek yang nantinya akan dikerjakan oleh Agung Sucipto. Mereka membicarakan proyek Wisata Bira. Dimulailah pemberian duit.

"AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sekitar Rp 2 miliar kepada NA melalui ER," kata Firli.

Selain itu, NA juga diduga menerima duit dari kontraktor lain. Berikut rinciannya, sebagaimana disampaikan Firli.

a. Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang Rp 200 juta

b. Pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 1 miliar

c. Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 2,2 miliar

Jadi, bila ditotal, uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah adalah Rp 5,4 M.

Minta Maaf
Sementara itu, Nurdin Abdullah meminta maaf kepada warga Sulsel.

"Saya mohon maaf," kata Nurdin Abdullah di Gedung Merah Putih KPK.

Nurdin mengatakan dirinya ikhlas dalam menjalani proses hukum. Dia mengaku tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut.

"Saya ikhlas menjalani proses hukum. Karena memang kemarin itu kita gak tau apa-apa," kata dia.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nurdin Abdullah akan berstatus sebagai gubernur nonaktif, sedangkan Pemprov Sulsel akan dipimpin Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas (Plt).

"Selama gubernur diberhentikan sementara atau nonaktif, maka Wagub akan melaksanakan tugas sebagai Plt Gubernur," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com