Jaksa Agung Perintahkan Bidang Pembinaan Lakukan Inovasi Demi Kemajuan Korps Kejaksaan


104 view
Jaksa Agung Perintahkan Bidang Pembinaan Lakukan Inovasi Demi Kemajuan Korps Kejaksaan
Foto Dok
Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin.
Jakarta (SIB)
Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin memerintahkan bidang pembinaan untuk menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif, yang dapat secara aplikatif memecahkan setiap problematika yang dihadapi di Bidang Pembinaan melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis). Diharapkan melalui Rakernis diraih terobosan atau inovasi yang mumpuni demi kemajuan institusi Kejaksaan.

"Inovasi merupakan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Inovasi berangkat dari ide atau gagasan yang dapat merasakan dan melihat problematika untuk dicarikan solusinya. Untuk mendapatkan ide tersebut, kita harus memiliki jiwa kepedulian dan kecintaan terhadap institusi dan memikirkan bagaimana institusi yang kita cintai ini dapat berkembang dan menjadi lebih baik. Dari kepedulian dan kecintaan saudara inilah yang nantinya akan memunculkan banyak inovasi,"katanya Burhanuddin pada pidato pembukaan Rakernis Bidang Pembinaan Tahun 2021 yang mengangkat tema: “Inovasi untuk Prestasi” Kamis (9/9).

Jaksa Agung mengingatkan salah satu petunjuk pertama diberikannya, ketika menjabat sebagai Jaksa Agung adalah berkaitan dengan inovasi. Pedomani Surat Jaksa Agung Nomor: B151/A/SUJA/10/2019 tanggal 30 Oktober 2019 tentang petunjuk dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan Kejaksaan. Segera dilaksanakan dan laporkan secara berjenjang dengan penuh rasa tanggung jawab, jangan menghambat inovasi untuk kemajuan institusi. Saya sangat menghargai inovasi, karena inovasi adalah bentuk kecintaan saudara terhadap institusi dan merupakan suatu karya yang akan menghasilkan prestasi. Banyak orang yang bisa bekerja, namun hanya sedikit orang yang mampu menghasilkan karya.

"Kepada kepala satuan kerja untuk jangan pernah mematikan ide dan gagasan dari anak buahnya sepanjang untuk kemajuan institusi. Berikan ruang dan kesempatan yang cukup bagi setiap anak-anak kita untuk berkarya. Bimbing mereka untuk tidak menyalahi aturan dalam berkarya. Tugas saudara sebagai pimpinan adalah mengarahkan dan membimbing bagaimana ide dan gagasan tersebut dapat menghasilkan inovasi yang selaras dan terintegrasi dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pusat, sehingga inovasi tersebut menjadi sebuah prestasi. Ingatlah, prestasi anak buah saudara adalah prestasi saudara juga sebagai pimpinan satuan kerja," ujarnya.

Bidang pembinaan adalah unit pendukung atau supporting unit, namun lebih dari 70% kinerja Kejaksaan sangat dipengaruhi oleh kinerja bidang Pembinaan. Lingkup tugas bidang Pembinaan yang meliputi perencanaan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana, organisasi dan ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, pengelolaan kekayaan milik negara, pertimbangan hukum, penyusunan peraturan perundang-undangan, kerja sama luar negeri, pelayanan, dan dukungan teknis lainnya menunjukan bahwa bidang Pembinaan adalah jantung organisasi.

"Pastikan anak-anak kita yang ditugaskan di pelosok negeri mendapatkan akses informasi dan pelayanan hak kepegawaian yang cepat dan transparan. Bidang Pembinaan harus dapat menciptakan sistem dan tata kelola yang dapat menjangkau dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bekerja kepada setiap pegawai dimana pun mereka berada," pintanya.

Jaksa Agung meminta para peserta agar jangan sampai menganggap rakernis ini hanya sekedar sebuah kegiatan rutin untuk memenuhi agenda tahunan belaka. Manfaatkan dengan baik dan sungguh-sungguh guna meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengalaman saudara, yang pada saatnya dipastikan akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," pungkasnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Bambang Sugeng Rukmono, SH. MH menegaskan penerapan teknologi informasi haruslah seimbang dengan pemahaman yang memadai terhadap apa yang ingin dicapai dengan penggunaan teknologi tersebut serta penggunaan informasi yang tepat dan akurat sebagai landasan untuk penerapannya sehingga dapat mendukung kesiapan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan dalam menghadapi tantangan di masa depan.

"Permasalahan-permasalahan yang telah diinventarisir dari seluruh satuan kerja di daerah yang bersifat riil harus dicari solusi dengan terobosan-terobosan dan inovasi yang tidak melanggar aturan hukum, sebuah inovasi tidak harus selalu berbicara masalah IT, namun membuat sebuah kemudahan (shortcut) juga merupakan sebuah inovasi," pungkasnya. (H3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com