Jaksa Periksa Advokat Terkait Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi Rp 78 T

* Kejagung Sita Helikopter Bell 427 Milik Surya Darmadi

163 view
Jaksa Periksa Advokat Terkait Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi Rp 78 T
Foto: dok. Kejagung
Gedung Jampidsus Kejagung.

Jakarta (SIB)

Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata juga mengusut dugaan tindak pidana perintangan penyidikan kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma di Indragiri Hulu Rp 78 triliun. Tim penyidik memeriksa satu saksi yang merupakan seorang advokat.


"Saksi yang diperiksa yaitu TRR selaku advokat pada Kantor Hukum Noviar Irianto & Partners, diperiksa mengenai penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yaitu setiap orang yang dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan perkara korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu atas nama Tersangka SD," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (24/8).


Ketut mengatakan pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan kasus tersebut.


Sebelumnya tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait tindak pidana dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi lahan sawit PT Duta Palma, diantaranya saksi AD selaku Direktur PT Wanamitra Permai, dan TTG selaku Direktur PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari, dan PT Seberida Subur.



Sita Helikopter


Kejagung terus menelusuri aset tersangka kasus korupsi lahan sawit PT Duta Palma, Surya Darmadi. Tim penyidik kini menyita helikopter dalam kasus yang nilai kerugian keuangan negaranya mencapai Rp 78 triliun.


"Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan penyitaan terhadap aset yang terkait dengan Tersangka SD berupa 1 unit Helikopter Bell 427 dengan nomor seri 58001 dengan nomor pendaftaran PK-DPN pemilik PT Dabi Air Nusantara," kata Ketut Sumedana.


Helikopter tersebut disita berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial dan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru Nomor: 98/Pen.Pid.Sus-TPK/2022/PN.Pbr tanggal 18 Agustus 2022. Ketut mengatakan helikopter itu disita untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana pencucian uang.


"Penyitaan dilakukan guna kepentingan penyidikan terhadap perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal yaitu tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu atas nama Tersangka SD," katanya.


Sebelumnya, Kejagung telah menyita 32 aset Surya Darmadi terkait kasus korupsi lahan sawit PT Duta Palma di Indragiri Hulu. Sejumlah aset yang disita adalah tanah, bangunan, kapal tongkang, hingga hotel. (Detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com