Jampidsus Febrie Ardiansyah: Jangan Takut Hadapi Serangan Balik Koruptor


332 view
Jampidsus Febrie Ardiansyah: Jangan Takut Hadapi Serangan Balik Koruptor
Foto : Ist/harianSIB.com
Febri Ardiansyah.

Jakarta (SIB)


Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah memerintahkan jajarannya untuk tidak takut menghadapi serangan balik (Corruptor Fight Back). Apalagi saat ini, penyidik Pidsus Kejagung tidak pernah berhenti membongkar mega korupsi di Indonesia. Bahkan para pelaku juga dituntut hukuman seumur hidup.

“Jangan pernah takut dan gentar dalam menghadapi corruptor fight back. Selama kita semua bekerja secara baik, profesional, teliti dan cermat, saya akan terus menjaga jajaran Pidsus di seluruh Indonesia, karena Bidang Pidsus adalah etalase bagi reputasi dan tolok ukur keberhasilan penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan. Terus jaga kesehatan, tetap semangat, karena Pidsus Cerdas, Pasti Bisa. Pidsus Bangkit, Bersama Melangkah Lebih Kuat,”kata Jampidsus, Dr Febrie Ardiansyah, SH, MH dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Tahun 2022 yang mengambil tema “Pidsus Bangkit, bersama melangkah lebih kuat” di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (27/9).

Febrie Ardiansyah yang memiliki istri berdarah Batak, Rugun Boru Saragih itu, mengingatkan jajarannya agar dalam menangani berbagai perkara, diperlukan beberapa strategi yang mumpuni untuk menghadapi serangan balik dari pihak-pihak tertentu.

“Pertama pemilihan redaksional judul perkara dalam surat perintah penyidikan harus tepat dan jangan terlalu detail karena akan menyulitkan ketika akan dilakukan pengembangan perkaranya," tegasnya

Selanjutnya, penyidik Pidsus melakukan penggeledahan segera setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan, segera kuasai laptop dan HP, lakukan kloning untuk mendapatkan data yang dapat dijadikan sebagai alat bukti.

“Optimalkan penggunaan barang bukti elektronik (BBE) sebagai scientific evidence dengan menggunakan digital forensic,” ketusnya

Selanjutnya, kata Febrie, lakukan penguatan pembuktian dengan keterangan ahli yang relevan, Optimalisasi penyitaan aset dan penerapan TPPU dengan tujuan pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara. Termasuk mencermati kerugian perekonomian negara selain kerugian keuangan negara.

“Kecerdasan sangat diperlukan dalam menerapkan strategi tersebut di atas agar seluruh jajaran Pidsus mempunyai kualitas yang sama dalam penanganan perkara korupsi di wilayahnya. Dibutuhkan kerja keras dan keseriusan serta komitmen kita semua untuk mampu mengungkap kasus tindak pidana korupsi sesulit apapun itu,” tegasnya

Apalagi lanjutnya, Jaksa Agung berulang kali menegaskan bahwa beliau belum percaya apabila ada suatu daerah pada saat ini 100% bebas dari kejahatan korupsi dan inilah yang menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Pidsus untuk mengungkap semuanya.

“Kita semua harus yakin bahwa kita bisa,” tukasnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com