Jawab Keresahan Warga soal Tawuran-Begal, Polda Metro Luncurkan ‘Ada Polisi’


192 view
Jawab Keresahan Warga soal Tawuran-Begal, Polda Metro Luncurkan ‘Ada Polisi’
(Wildan Noviansah/detikcom)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meluncurkan aplikasi 'Ada Polisi'. 

Jakarta (SIB)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meluncurkan aplikasi 'Ada Polisi'.


Aplikasi 'Ada Polisi' ini diluncurkan untuk menjawab keluhan atau keresahan warga terkait gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


"Ini yang kemudian melahirkan aplikasi 'Ada Polisi' berorientasi pada pencegahan terkhusus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Aksi nyata di lapangan tetap diperlukan," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis (17/11).


Peluncuran aplikasi tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat, di antaranya Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto, hingga Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo.


Fadil mengatakan, nantinya masyarakat bisa mengadukan keluhan yang ada melalui aplikasi tersebut.


Dia menegaskan hadirnya aplikasi 'Ada Polisi' nantinya akan mempermudah pengaduan terkait kejahatan maupun permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.


"Tidak semua masalah bisa didigitalisasi, digital bukan jalan pintas. Namun dengan aplikasi 'Ada Polisi' ini, sarana mempermudah mencapai tujuan tanpa melewatkan interaksi," ujarnya.


Fadil mengatakan pihak kepolisian menyasar kejahatan jalanan karena menilai wilayah hukum Polda Metro Jaya, terkhusus Jakarta, sangatlah kompleks. Dia menyebut mulai kejahatan begal hingga tawuran marak terjadi.


"Saya pakai filosofi tukang jahit, setiap manusia dan masalah punya karakteristik berbeda, mari selesaikan dengan cara yang berbeda. Jakarta kampung besar, silaturahmi, komunikasi, interaksi tidak biasa seperti kampung lain," jelasnya.


Fadil mengatakan, meskipun kejahatan yang disasar dalam aplikasi ini adalah kejahatan jalanan, nantinya diharapkan bisa ada perluasan. Termasuk menerima aduan terkait kejahatan narkoba yang kerap terjadi di beberapa daerah.


"Ini baru awalan. Banyak evaluasi yang bisa dilakukan. Tadinya cuma tawuran begal, geng motor. Nanti mungkin bisa yang lain, narkoba atau apa sesuai spesifikasi kampung tersebut. Di Johar beda dengan Tambora meskipun sama-sama padatnya," kata dia.


"Bhabin, lurah, bisa jadi fasilitator. Persoalannya jadi pekerjaan daerah, pemda DKI. Kita kompak, kita solid, apa pun bisa kita hadapi. Tapi kalau kita sudah tidak solid, rukun, wassalam, deh," katanya.


Fadil mengatakan tidak semua persoalan masyarakat harus diselesaikan melalui jalur hukum.


Namun yang terpenting warga ikut guyub dan rukun dalam menjaga situasi kamtibmas Jakarta yang kondusif.


"Semakin variatif. Kemudian kalau kita hanya berorientasi pada penegakan hukum, ini tidak akan selesai. Namun di balik itu ada fakta bahwa kalau kita guyub dan rukun, masalah ini sebenarnya bisa selesai," pungkasnya. (detikcom/a)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com