Jelang Pergantian Tahun Warga Sumut Bingung, Peluang New Normal Terhadang PPKM Level-3


264 view
Jelang Pergantian Tahun Warga Sumut Bingung, Peluang New Normal Terhadang PPKM Level-3
(Foto: Okezone.com)
Ilustrasi. 

Medan (SIB)

Warga Sumut dari berbagai elemen masyarakat merasa bingung dan waswas, terutama karena adanya sinyal kebijakan penerapan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level-3 di seluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Desember 2022.


Praktisi bisnis perhotelan di Samosir, Eddin Sihaloho SH dan pemerhati sektor UKM Debora Simanjuntak AMd, secara terpisah menyebutkan publik daerah ini bahkan terkesan lunglai karena harapan dan optimismenya akan situasi jelang new normal-endemi yang semula diprediksikan pemerintah, malah terhadang masuknya varian baru Covid-19 berupa virus Omicron (konon berasal dari Afrika Selatan) yang merebak menjelang pergantian tahun ini.


"Keramaian publik di acara Festival Toba Caldera mirip Pesta Danau Toba di Parapat pekan lalu, plus forum diskusi publik atau seminar Geopark Investment Forum dengan tatap muka peserta, semula diyakini sebagai indikator publik Sumut akan bisa menikmati akhir tahun berupa perayaan Natal (yang terbatas sesuai Prokes) atau rekreasi jelang Tahun Baru. Tapi, kemarin pemerintah kembali bilang akan terapkan lagi PPKM Level-3 di seluruh Indonesia akibat merebaknya virus baru Omicron ini," katanya prihatin kepada pers di Medan, Kamis (2/12).


Padahal, ujar dia, publik dari kalangan dunia usaha dan pelaku bisnis di Sumut semula merasa lega atas sinyal dan prospek ekonomi daerah yang tampak dan terasa membaik setelah pemerintah menetapkan Kota Medan pada status PPKM Level-2.


Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 48/2021 dan SK Wali Kota Medanpada18 Oktober lalu, status PPKM Level-2 di Medan menjadi peluang reaktifitas dan reoperasional publik di sektor sosial ekonomi antara 50 persen hingga 75 persen berdasarkan status zona per-kawasan.


Namun, pemerintah melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam rapat kordinasi antisipasi peningkatan kasus Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun baru (Nataru), menyatakan aturan PPKM Level-3 yang semula berlaku di Jawa-Bali, akan diberlakuan sama di luar Jawa-Bali (Indonesia), mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Namun, Muhadjir mengatakan aturan PPKM Level-3 itu akan diterapkan terbitnya instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru.


"Terlepas dari aturan Prokes dan Surat Vaksin, semoga saja tidak terjadi konflik atau kisruh di lapangan akibat penyekatan di tengah jalan jelang Nataru ini. Soalnya, bisa saja warga sudah banyak yang pesan kamar (booking) hotel dan pengunjung wisata akan mulai ramai, dan biasanya efektif dinikmati setelah Hari-H Natal (lewat 25 Desember)," katanya serius.


Hal senada juga diutarakan Debora Simanjuntak dan Intan Napitupulu usai temu kordinasi para pengrajin produk rempah di Kadin Sumut, menjelang acara Forum Bisnis dan Bursa Rempah Indonesia tingkat Internasional, IndonesianSpices Forum and Business Expo (ISFBE) di Parapat pada 10-12 Desember mendatang.


"Pada ISBFE di Parapat ini nanti memang telah ditegaskan pentingnya Prokes Covid-19 walaupun akan ada keramaian publik seperti pada seminar dan pameran atau seremoni pembukaan acara. Dari segi PPKM, pada tanggal itu memang belum terkena Level-3. Tapi dengan alasan antisipasi Omicron, kita khawatir kebijakan akan berubah pula kalau pesertanya (ISBFE) memang ada dari luar negeri," ujar mereka harap-harap cemas.


Selaku warga Nasrani, Debora secara khusus menyatakan kebingungannya karena organisasi gereja terkesan kurang satu persepsi soal PPKM jelang pergantian tahun ini, Ada organisasi gereja yang sudah tegas menyatakan perayaan Nataru tahun ini sebaiknya ditunda menunggu situasi pulih seperti sedia kala, tapi ada pula yang bersiap dan semangat menggelar Natal oikumene (sebelum Omicron) walau dengan alasan peserta terbatas sesuai Prokes. (A5/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com