Jhoni Ginting : Puluhan WN China yang Masuk RI Pekerja di PSN


241 view
Foto Istimewa
Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting
Jakarta (SIB)
Puluhan warga negara (WN) China yang datang ke Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan. Mereka masuk untuk bekerja di Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting, para WNA yang diizinkan masuk RI tersebut bukan untuk tujuan wisata melainkan untuk tujuan esensial seperti bekerja di PSN dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata," ujar Jhoni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo menjelaskan alasan PSN memerlukan tenaga kerja asing (TKA).

Menurutnya kebutuhan WN China pada sebuah PSN menjadi kewenangan masing-masing investor yang terlibat di proyek tersebut. Akan tetapi, Wahyu tak mengetahui berapa detail kebutuhan dari masing-masing proyek tersebut.

"Kalau kebutuhannya tergantung investornya yang dari China masuk di proyek apa saja dan saya nggak tahu detailnya kebutuhan masing-masing proyek tersebut," ungkap Wahyu, Sabtu (8/5).

Nantinya, para WN China tadi, kata Wahyu, ditempatkan di beberapa PSN yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Ada 201 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Perpres No. 109 Tahun 2020, di antaranya jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga kawasan industri.

Akan tetapi, Wahyu enggan merinci lebih lanjut terkait seberapa banyak WN China yang terlibat di PSN. Sebab, data terkait kebutuhan WN China di PSN ada di masing-masing kementerian yang menangani proyek tersebut.

"Ada di beberapa proyek smelter atau pembangkit listrik atau industri juga yang menggunakan tenaga WNA dalam pembangunannya. Silahkan, ditanyakan ke masing-masing Kementerian yang membawahi proyek-proyek tersebut," tuturnya.

BUKA SUARA
Sementara itu, Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi mengatakan, kebutuhan akan tenaga kerja asing tentu tak terelakkan. Sebab, ada peran investor juga dalam beberapa pengerjaan PSN di Tanah Air.

"Kalau soal TKA mana yang bekerja di PSN tertentu tergantung dari investornya. Kalau investornya dari China ya wajar saja mereka bawa TKA skill tertentu untuk penyelesaian proyeknya," ujar Jodi, Sabtu (8/5).

Akan tetapi, ia memastikan selalu ada porsi pekerjaan buat tenaga kerja lokal. Porsinya pun disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

"Selama itu dikombinasikan dengan tenaga lokal dan komposisinya diatur sesuai peraturan yang berlaku di negara kita," sambungnya.

Ia mengungkapkan pemerintah Indonesia juga menerapkan sistem serupa saat menanamkan investasi di luar negeri.

"Begitu juga investasi kita di luar negeri, kita sering bawa juga Pekerja Migran Indonesia kok," ungkapnya.

Untuk itu, menurutnya kedatangan WN China ke Indonesia untuk PSN tidak ada sangkut pautnya dengan motif politik.

"Kalau kita suka mempermasalahkan investasi asing karena motif politik, jangan nyesal kalau nanti para investor hengkang," imbuhnya.

Untuk diketahui, 85 WN China bersama 3 WNI yang masuk ke Indonesia beberapa hari lalu itu datang dengan pesawat charter dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen. Para rombongan itu tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.55 WIB.

Saat tiba, puluhan WN China dan 3 WNI tersebut langsung menjalani pemeriksaan oleh KKP Kemenkes. Setelah itu dilakukan pengecekan sesuai prosedur. (Detikfinance/Detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com