Dilantik Jadi Presiden AS

Joe Biden Disumpah di Atas Alkitab Berusia 100 Tahun Milik Keluarganya


163 view
Foto: Getty Images
SUMPAH: Joe Biden mengucap janji dan sumpah menjadi Presiden dan akan melestarikan, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS, di West Front Gedung Capitol AS di Washington DC, Rabu (20/1).
Washington DC (SIB)
Joe Biden resmi dilantik menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS). Biden akan menjabat selama empat tahun ke depan. Biden dilantik bersama Wakil Presiden Kamala Harris.

Seperti dilansir CNN, Rabu (20/1), pelantikan Biden digelar di West Front Gedung Capitol AS di Washington DC, dimulai pukul 11.30 waktu setempat. Pembatasan sesuai protokol pandemi virus Corona (Covid-19) diberlakukan selama pelantikan berlangsung.

Biden diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung AS dan hakim agung John Roberts, sambil meletakkan tangannya di atas Alkitab berusia lebih dari 100 tahun milik keluarganya, yang dipegang oleh istrinya, Jill.

Sumber CBS News menyebut Alkitab itu juga digunakan saat Biden dilantik sebagai Wakil Presiden AS tahun 2009 dan 2013 lalu.

"Saya, Joseph Robinette Biden Jr, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan secara setia menjalankan jabatan Presiden Amerika Serikat sesuai kemampuan terbaik saya, untuk mempertahankan konstitusi Amerika Serikat. Tuhan, tolong saya," ucap Biden saat mengucapkan sumpah jabatannya.

Anak dan cucu Biden juga hadir langsung di Gedung Capitol untuk menyaksikan pelantikan itu.

Biden, mantan Wakil Presiden AS era Barack Obama itu mengalahkan petahana, Presiden Donald Trump, dalam pemilihan umum pada November lalu.

Biden memenangkan pemilu dengan raihan lebih dari 81,28 juta suara popular atau 51,3 persen. Sementara itu, Trump meraih 74,2 juta suara popular atau 46,8 persen.

Dia menjadi kandidat pertama presiden AS dalam sejarah yang berhasil meraup lebih dari 80 juta suara popular dalam pemilu.

Biden menjadi presiden tertua AS yakni berusia 78 tahun saat dilantik sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

Lulusan Universitas Delaware itu mengawali karir politik ketika menjabat sebagai senator dari Delaware pada 1973-2009. Biden pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden pada 1988 dan 2008 namun mengundurkan diri.

Sementara itu, wakilnya, Kamala Harris, juga mencetak beberapa rekor. Mantan senator 56 tahun itu menjadi wakil presiden perempuan pertama.

Lulusan Howard University itu juga menjadi keturunan kulit hitam dan Asia pertama yang menjabat sebagai orang nomor dua di AS.

Sebelum berkarir sebagai senator, Harris merupakan jaksa agung negara bagian California. Harris pun menjadi perempuan dan kulit hitam pertama yang memegang jabatan itu.

Kamala Harris mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Wapres AS.

Harris dilantik oleh hakim agung Sonia Sotomayor dan mengucapkan sumpah jabatannya di atas dua Alkitab bersejarah, yakni satu milik kerabatnya, Regina Shelton, yang dianggap sebagai ibu kedua Harris dan satu lagi milik Thurgood Marshall, warga keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjadi hakim agung di Mahkamah Agung AS.

Tidak hanya mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi Wapres AS, Harris juga mencetak sejarah sebagai wanita keturunan kulit hitam dan keturunan Asia Selatan pertama yang menjabat Wapres AS.

KEBAKTIAN DI GEREJA
Sebelum pelantikan, Joe Biden menghadiri kebaktian di gereja setempat. Hal ini menjadi tradisi setiap Presiden terpilih AS sebelum dilantik.

Biden tampak didampingi oleh istrinya, Jill, saat tiba di Cathedral of St Matthew the Apostle di Washington DC pada Rabu (20/1) pagi waktu setempat. Biden memakai setelan jas biru tua yang menjadi khasnya dan tetap memakai masker. Begitu juga dengan istrinya.

Diketahui bahwa setiap presiden yang akan dilantik biasanya menghadiri kebaktian pada pagi hari pelantikan mereka. Kebanyakan menghadiri kebaktian Gereja Episkopal St. John, sebuah gereja kecil di seberang Lafayette Square dari Gedung Putih yang dikenal sebagai "Gereja Para Presiden".

Namun Biden yang penganut Katolik ini, menghadiri kebaktian di Cathedral of St Matthew the Apostle.

HARINYA AMERIKA
Joe Biden menyampaikan pidato pertamanya usai dilantik. Dia menyebut hari pelantikannya ini sebagai hari kemenangan demokrasi.

"Tamu terhormat saya, rekan sesama warga Amerika, ini adalah harinya Amerika," kata Biden dalam pidatonya.

"Hari ini kita merayakan kemenangan, bukan untuk seorang kandidat, tetapi untuk sebuah tujuan-tujuan demokrasi," lanjutnya.

Biden mengatakan bahwa pada hari pelantikannya ini demokrasi telah menang, meskipun sempat rapuh.

"Keinginan rakyat telah didengar, dan keinginan rakyat telah dipatuhi. Kita telah belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga. Demokrasi itu rapuh. Dan pada waktu ini, kawan-kawan, demokrasi telah menang," ungkapnya.

HADIRI PELANTIKAN
Tiga mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, George W Bush dan Barack Obama turut menghadiri pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden.

Ketiga mantan Presiden AS itu tiba secara terpisah dan langsung masuk ke dalam Gedung Capitol AS.

Sesaat sebelum pelantikan dimulai, satu per satu dari mereka memasuki lokasi pelantikan di West Front Gedung Capitol AS dengan mendapat sambutan resmi.

Clinton dan istrinya, Hillary, hadir pertama, kemudian dilanjutkan oleh Bush dengan istrinya, Laura. Obama dan istrinya, Michelle, terakhir memasuki lokasi pelantikan.

Ketiga mantan Presiden AS berserta istri masing-masing tampak kompak memakai masker.

Begitu juga Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, tiba di Gedung Capitol AS untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden. Pence hadir saat Presiden Donald Trump menolak untuk menghadiri pelantikan Biden.
Pence tiba di Gedung Capitol AS didampingi istrinya, Karen.

Pence yang didampingi istrinya tampak memakai masker. Dia disambut tepuk tangan oleh hadiri, termasuk mantan Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle. (Detikcom/CNNI/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com