Peparnas XVI Papua Ditutup

Jokowi : Kita Merayakan Keberagaman

Sumut Posisi Lima Besar, Raih 27 Emas

112 view
Jokowi : Kita Merayakan Keberagaman
Foto Ant/Raisan Al FarisiMohammad
PENUTUPAN: Suasana penutupan Peparnas Papua di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu (13/11).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Papua. Jokowi menyampaikan Peparnas bukan hanya perayaan olahraga, tapi juga merayakan keberagaman Indonesia.

"Melalui PON dan Peparnas di Papua ini kita juga menunjukkan kebangkitan besar olahraga nasional kita. Kita juga merayakan keberagaman, kita juga menghormati kesetaraan, dan bersama-sama kita meraih prestasi yang mengharumkan nama negara," ucap Jokowi dalam pidato penutupan Peparnas, Sabtu (13/11).

"Terima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah mensukseskan Peparnas ke-16 ini," ujar Jokowi.
Jokowi juga memuji Papua yang berhasil keluar sebagai Juara Umum Peparnas ke-16. Papua berada di posisi pertama dengan mengoleksi 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu.

"Secara khusus saya mengucapkan selamat kepada Provinsi Papua atas semua prestasinya di Peparnas ini. Provinsi Papua juara umum. Meraih medali terbanyak, dan selamat kepada Papua telah sukses sebagai tuan rumah PON dan Peparnas," katanya.

Jokowi memuji Papua yang telah berhasil menjadi tuan rumah PON dan Peparnas. Dia menyatakan, keberhasilan ini menunjukkan warga Papua hebat dan profesional.

"Saya tegaskan lagi, bukan hanya torang bisa, tapi semua ini menunjukkan torang hebat, sekali lagi torang hebat," kata Jokowi.

Sumut
Kontingen Sumatera Utara berada di lima besar klasemen akhir Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021/XVI Papua. Sumut total meraih 27 medali emas, 32 perak, dan 15 perunggu.

Pada hari terakhir, Sumut menambah 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Emas melalui Aisah Wijayanti di cabor catur. Kemudian tiga perak melalui Muhammar Habibila (atletik), Nasip Farta Simanja (catur) dan Khairunnisa (catur), serta dua perunggu melalui Dean Pinta Uli Siringo - Ringo (renang) dan Rahayu (angkat berat).

Ketua kontingen Sumut, Ardan Noor Hasibuan mengucap syukur pada Peparnas tahun ini atlet Sumut mampu membawa 27 emas. Posisi lima besar juga sudah cukup baik.

"Kita patut bersyukur Sumut bisa masuk posisi lima besar. Tentu kita apresiasi para atlet yang telah meraih prestasi di tanah Papua ini. Mudah-mudahan saat Peparnas 2024 nanti kita bisa menjadi yang terbaik dari provinsi lain," ujar Ardan Noor yang juga Kadispora Sumut ini.

Sementara Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting mengucap terima kasih atas perjuangan atlet yang telah mengukir prestasi di Tanah Cenderawasih. Harus diakui, torehan tahun ini memang menurun jika dibandingkan Peparnas sebelumnya yang berada di posisi ketiga. Alan juga menyadari bahwa banyak kejutan yang terjadi di Peparnas tahun ini. Ke depan, tentu evaluasi dari hasil Peparnas akan dilakukan secara menyeluruh. Terutama bagi atlet yang lepas dari target. "Secara raihan medali memang menurun jika dibanding tahun lalu. Tetapi saya juga bangga, banyak atlet muda kita yang mampu memberikan kejutan dengan memecahkan rekor nasional dan ASEAN Para Games," ungkapnya.

Namun, prestasi membanggakan mampu diukir sejumlah atlet Sumut di Peparnas. Seperti Nina Gusmita yang sukses menyabet 3 emas sekaligus memecahkan rekor nasional. Kemudian atlet tolak peluru, Reza juga sukses menyabet dua emas dan satu perak sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games. "Semoga atlet kita bertambah dipanggil ke pelatnas," beber Alan.

Pada Peparnas tahun ini, cabor atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 19 emas, 23 perak, dan 7 perunggu.

Kemudian catur 4 emas, 3 perak. Angkat berat 2 emas, 2 perak, 2 perunggu. Kemudian renang 2 emas, 1 perunggu. Cabor judo 3 perak, 1 perunggu. Tenis meja 1 perak, 2 perunggu. Panahan dan bulutangkis masing - masing 1 perunggu.

Bukanlah kelemahan
Gubernur Papua Lukas Enembe menyebutkan ajang Peparnas XVI Papua menjadi pengingat masyarakat bahwa penyandang disabilitas bukanlah sebuah kelemahan.

"Saya mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Papua bahwa pemahaman kita terhadap saudara-saudara kita penyandang disabilitas, bukanlah merupakan kelemahan," ujar Lukas Enembe pada acara penutupan Peparnas.

Selain itu, Lukas Enembe juga menilai dari penyandang disabilitas kita bisa belajar untuk selalu mensyukuri karunia Tuhan yang membuat posisi kita sama dengan teman-teman difabel.

Dirinya mengatakan hal ini telah diraih dengan perjuangan untuk menunjukkan kesetaraan yang sudah dilakukan sejak dahulu.

"Kita belajar untuk selalu mensyukuri karunia Tuhan sehingga posisi kita sama dengan teman-teman difabel karena menunjukkan hak-hak kesetaraan harus diperjuangkan," terang Lukas.

Pada ajang Peparnas XVI Papua ini, terdapat 1.935 atlet yang berlaga dari 33 provinsi pada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan sejak Sabtu (6/11) lalu hingga Sabtu (13/11).

Tuan rumah membuat sejarah dengan menjadi juara umum Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua dengan mengoleksi 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu, demikian data dari pihak penyelenggara.

Sementara tuan rumah Jawa Barat gagal mempertahankan predikat juara bertahan setelah hanya finis di urutan kedua dalam klasemen akhir perolehan medali dengan 110 emas, 92 perak, 75 perak.

Tarian Tradisional
Tarian tradisional dari tujuh provinsi Indonesia memeriahkan rangkaian upacara penutupan Peparnas.
Penampilan yang dibawakan oleh ratusan anak Papua itu dibuka dengan tarian khas Melayu, diikuti dengan tarian khas Betawi, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tak ketinggalan, upacara penutupan Peparnas 2021 juga turut menampilkan tarian adat dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yang bakal menjadi tuan rumah bersama pesta olahraga nasional disabilitas itu pada 2024 mendatang, sebelum ditutup dengan tarian khas Papua.

Upacara penutupan Peparnas Papua juga dimeriahkan oleh penampil utama grup musik ibu kota, Kotak. Ada tiga lagu yang akan dinyanyikan Tantri dkk., yakni 'Sayap-sayap Garuda', 'Terbang' dan 'Tendangan dari Langit.'

Tak hanya itu, ada pula penampilan lain seperti pertunjukan cahaya menggunakan pesawat tanpa awak (drone) serta pertunjukan musik oleh musisi asli Papua.

Klasemen Akhir Peparnas Papua 2021
Ranking Kontingen Emas Perak Perunggu Total

1 Papua 125 85 85 295
2 Jawa Barat 102 86 71 259
3 Jawa Tengah 88 55 72 215
4 Kalimantan Selatan 41 42 43 126
5 Sumatera Utara 27 32 15 74
6 DKI Jakarta 24 30 36 90
7 Riau 21 31 35 87
8 D I Yogyakarta 20 19 29 68
9 Sumatera Selatan 14 16 17 47
10 Bali 11 14 9 34
11 Jawa Timur 10 19 13 42
12 Jambi 9 11 12 32
13 Kalimantan Barat 8 18 8 34
14 Papua Barat 7 9 8 24
15 Kalimantan Timur 5 14 11 30
16 Nusa Tenggara Timur 5 13 12 30
17 Sulawesi Utara 3 9 3 15
18 Sulawesi Selatan 3 6 6 15
19 Maluku 3 2 8 13
20 Kalimantan Tengah 1 5 3 9
21 Bangka Belitung 1 4 2 7
22 Aceh 1 3 1 5
23 Banten 1 1 8 10
24 Kepulauan Riau 1 1 0 2
25 Gorontalo 1 1 0 2
26 Nusa Tenggara Barat 1 0 3 4
27 Sulawesi Tengah 1 0 0 1
28 Sumatera Barat 0 3 2 5
29 Kalimantan Utara 0 1 0 1
30 Sulawesi Tenggara 0 0 3 3
534 530 515 1579
(detikcom/CNN/Ant/R17/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com