Jokowi: Atasi Krisis, Saatnya RI Bangkit

* Seluruh Elemen Bangsa Perlu Bersatu

248 view
(Foto: BPMI Setpres)
PIDATO: Presiden Joko Widodo berpidato secara virtual pada acara tahunan CNBC Indonesia Economic Outlook 2021 mengangkat tema “Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021”, menguraikan fokus kerja pemerintah dalam melakukan penanganan pandemi beserta dampak yang ditimbulkannya, Kamis (25/2). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen bangsa untuk membuktikan bahwa Indonesia berada di garis terdepan dalam menangani masalah krisis.

Hal tersebut dikemukakan kepala negara saat memberikan pidato kunci dalam pagelaran CNBC Indonesia Economic Outlook 2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/2).

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita termasuk di barisan terdepan dalam menangani krisis di dunia ini," kata Jokowi.
Berbicara di depan para pelaku pasar, Jokowi menegaskan Indonesia telah melalui satu tahun masa tersulit akibat pandemi Covid-19. Kepala negara mengatakan, tahun ini merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah bangkit.

“Tahun 2021 adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme, antusias dan kerja keras penuh keberanian," kata Jokowi.

Berbagai lembaga keuangan dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, hingga Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bergerak di kisaran 4% - 5%.
"Kita harus membuktikan bahwa Indonesia bisa, bisa lebih baik dari yang diperkirakan," katanya.

Menurut Jokowi, syarat untuk Indonesia tumbuh lebih baik dari yang diperkirakan tidaklah sulit. Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu bersatu dalam menangani krisis kesehatan serta mendongkrak ekonomi yang berkualitas.

"Kunci pemulihan ekonomi adalah kemampuan mengatasi pandemi. Penanganan 3M, 3T, dan PPKM skala mikro harus terus kita lanjutkan, dan di saat yang sama sekarang ini kita besar-besaran melakukan vaksinasi," jelasnya.

Jokowi juga mengajak peran dari pelaku usaha maupun investor untuk memformulasikan kebijakan ekonomi yang paling sesuai dengan Indonesia. Sehingga, saat pandemi selesai pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih baik.

"Mari kita buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2021 lebih tinggi dari yang diperkirakan, serta lapangan kerja terbuka dan kesejahteraan meningkat," tegasnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah saat ini berupaya keras untuk mendapatkan vaksin. Vaksin, kata dia, bukan barang mudah dan tengah diperebutkan oleh seluruh negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Kepala negara mengatakan, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar ekonomi nasional bisa melaju lebih tinggi dari perkiraan. Pertama, masyarakat perlu terus menjalankan protokol kesehatan nasional melalui kebijakan 3M.
Kedua, pemerintah terus melakukan program 3T dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Mikro. Ketiga, vaksinasi nasional.

Saat ini, vaksinasi dilakukan mulai dari kelompok paling prioritas seperti tenaga kesehatan lalu dilanjut ke pekerja publik dan pelayan publik, seperti TNI/Polri, guru, pedagang, hingga wartawan.
Selain ke kelompok prioritas, Jokowi mengungkapkan pemerintah juga memperluas vaksinasi ke kluster-kluster padat untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dengan cepat.

"Saya harapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk mendukung vaksinasi ini. Indonesia harus segera aman dari covid dan kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita termasuk berada di barisan yang terdepan dalam menangani krisis yang melanda seluruh dunia ini," tuturnya.

Keempat, melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jokowi menyatakan pemerintah sejauh ini menyiapkan pagu anggaran PEN sekitar Rp372 triliun untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, PEN dilaksanakan dengan memberi berbagai bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bansos Nontunai, Kartu Prakerja, Padat Karya Tunai, BLT Subsidi Gaji, Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM), hingga berbagai relaksasi dan restrukturisasi kredit.

Khusus untuk program Padat Karya Tunai, Jokowi menuturkan program ini akan bisa menciptakan lapangan kerja dalam jangka pendek bagi masyarakat. Dengan begitu, akan memberi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Begitu juga dengan BPUM yang memberikan bantuan modal bagi UMKM, baik yang merintis usahanya sendiri maupun dengan bantuan pembiayaan bank dan non-bank, hingga yang melalui investasi dari para investor.

Kelima, reformasi struktural melalui Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di mana seluruh aturan turunannya sudah diselesaikan semua. Keenam, pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (Indonesia Investment Authority/INA).
Ini merupakan lembaga pengelola investasi dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF). "Ini agar kita mempunyai alternatif pembiayaan baru yang murah," terangnya.

INDIKATOR
Selain memenuhi sejumlah syarat yang diperlukan untuk mencapai pemulihan, Jokowi mengklaim berbagai indikator ekonomi Indonesia sejauh ini memang sudah membaik.

Hal ini tercermin dari kondisi berbagai indikator. Pertama, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,78 persen, namun Jokowi meminta bank tetap memberikan kucuran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.

"Kredit perbankan harus dikucurkan dengan kehati-hatian dan tetap jaga kesehatan bank," ungkapnya.
Kedua, cadangan devisa US$135 miliar. Ketiga, rupiah yang stabil di kisaran Rp14 ribu per dolar AS.

Keempat, kapitalisasi pasar modal Rp6.970 triliun dengan jumlah investor lokal tumbuh hingga 4 juta orang. Kelima, surplus neraca perdagangan US$21,74 miliar yang lebih tinggi dari defisit US$,359 miliar pada 2019.

Keenam, realisasi investasi Rp826,3 triliun atau 101,1 persen dari target dengan rincian investasi di Jawa 49,5 persen dan luar Jawa 50,5 persen.

"Investasi sudah sedikit bergeser ke luar Jawa, artinya kita punya modalitas yang kuat untuk bangkit dan tumbuh," pungkasnya. (CNBCI/CNNI/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com