Minggu, 23 Juni 2024 WIB

Jokowi: Indonesia One of The Best Atasi Covid, yang Ngomong Bukan Kita

* Luhut: Kasus Covid-19 Terkendali, Bakal Bikin Ramadan Makin Nyaman
Redaksi - Selasa, 21 Maret 2023 09:54 WIB
217 view
Jokowi: Indonesia One of The Best Atasi Covid, yang Ngomong Bukan Kita
ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri
Tangkap layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sambutan dalam acara "Penghargaan Penanganan Covid-19" di Jakarta pada Senin (20/3/2023). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pamer Indonesia termasuk negara yang terbaik mengatasi Covid-19. Jokowi mengatakan pujian itu datang dari luar negeri.
"Yang jelas dibandingkan dengan rata-rata dunia kita masuk negara yang berhasil menangani Covid-19 ini, di bulan Juni 2022 Dirjen WHO Tedros Adhanom menyampaikan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terbaik dan cakupan vaksinasinya juga masuk yang terbaik, yang ngomong bukan kita, yang ngomong adalah Dirjen WHO," kata Jokowi dalam acara penghargaan penanganan Covid-19 di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (20/3).
Kemudian pujian juga datang dari Johns Hopkins University terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. Ia menyebut pujian itu datang bukan dari Indonesia.
"Kemudian di September 2021 juga John Hopkins University juga menyampaikan Indonesia sebagai one of the best in the world dalam menurunkan kasus Covid-19. Yang ngomong juga bukan kita, bukan kita yang ngomong, mereka yang berbicara," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan Indonesia dinilai berhasil menekan angka penularan dan kematian. Selain itu, Indonesia juga terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada 2023.
"Karena jelas kita berhasil menekan angka penularan, kita juga berhasil menekan angka kematian, kita juga berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, terbukti tahun lalu growth kita di angka 5,31 persen," katanya.


Puji pihak terlibat
Jokowi lantas memuji semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19, dari tenaga medis hingga pihak rela yang bekerja di luar tugas dan fungsinya, seperti TNI dan Polri, dan banyak pihak yang menjadi relawan.
"Keberhasilan ini adalah kerja keras seluruh komponen bangsa, saya melihat kalau kita ini tertekan sebuah masalah, kita ini semuanya bekerja, semuanya bekerja, mempertahankan seperti itu agar terus menerus nggak ada henti seperti apa. Ini yang kita butuhkan," kata Jokowi.
"Begitu kasusnya (naik) kita langsung jangan sampai loyo lagi, dengan problem-problem yang masih banyak kita hadapi mestinya seperti itu. Karena saya lihat betul-betul kita semuanya dari A-Z semuanya kerja keras menangani Covid-19 ini. Banyak pihak yang bekerja mempertaruhkan dirinya, banyak nakes yang gugur dalam penanganan Covid-19 ini," kata Jokowi.


Makin Nyaman
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali. Luhut menyebut hal itu akan membuat masyarakat semakin nyaman ketika melaksanakan ibadah di bulan Ramadan.
Hal itu disampaikan Luhut dalam acara pemberian penghargaan PPKM Award 2023 tersebut. Luhut mengatakan terkendalinya Covid-19 membuat masyarakat makin nyaman untuk beribadah di bulan Ramadan.
"Peran masyarakat harus terus didorong, untuk menjaga prokotol kesehatan (prokes), apalagi dalam beberapa hari ke depan teman-teman beragama muslim akan masuk bulan suci Ramadan, terkendalinya kasus juga akan memberikan kenyamanan masyarakat untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan ini," ujar Luhut dalam sambutannya.
Luhut mengatakan terkendalinya kasus Covid-19 tak luput dari kerja sama berbagai stakeholder. Dia menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang mampu menangani pandemi Covid-19
"Ini menjadi trigger untuk bangsa ini, bangsa yang mampu menyelesaikan masalah sendiri," kata dia.
Meski begitu, Luhut mengimbau agar pemberian vaksinasi serta obat-obatan untuk tetap dilakukan. Dia menyebut hal itu lantaran Indonesia masih dalam masa transisi, sehingga tetap perlu waspada.
"Selain ini kita dalam masa transisi dari pandemi, oleh karena itu kita tetap waspada, semua kasus harus tetap dilaksanakan, vaksinasi booster harus tetap dilaksanakan, pemberian obat dan vitamin juga harus tetap dilaksanakan," tuturnya.

Leadership
Makin terkendalinya Covid dinilai Luhut tak luput dari kuatnya kepemimpinan Presiden Jokowi.
Awalnya Luhut mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang memasuki peringkat 5 besar dengan jumlah vaksinasi terbanyak.
"Vaksinasi dilakukan serempak di berbagai tempat, juga dengan melibatkan banyak pihak, hingga pertengahan Maret sebanyak lebih 450 juta dosis vaksin telah disuntikkan sehingga Indonesia peringkat 5 terbesar dunia dengan vaksinasi terbanyak," kata Luhut.
"Semua ini bisa terjadi karena leadership yang kuat dari Presiden Republik Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan kala itu penerapan PPKM merupakan pilihan tersulit yang harus diambil pemerintah. Sebab, hal itu dapat mengakibatkan aktivitas masyarakat hingga perekonomian Indonesia terganggu.
"Berbagai langkah kebijakan dilakukan untuk menangani pandemi, termasuk langkah terberat, yaitu PPKM. Menerapkan kebijakan PPKM, terutama di kala varian Delta bukan pilihan mudah, kegiatan masyarakat harus berhenti yang berdampak pada kehidupan ekonomi, banyak orang tapi pilihan ini harus diambil, karena intervensi medis berupaya obat-obatan, perawatan rumah sakit, oksigen masih sangat terbatas waktu itu," kata dia.
"Pak Presiden mungkin masih ingat proses pengambilan keputusannya memerlukan satu olahan yang sangat cepat di sisi lain kita juga dapat kritik dari luar, apakah pola ini cocok atau tidak. Sementara itu, banyak yang minta kita lockdown, tapi Bapak Presiden dengan pertimbangan masukan-masukan dari para ahli dan juga pembantu presiden, presiden memutuskan melakukan lain dari pikiran-pikiran luar," imbuhnya. (detikcom/b)



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Telkom Regional 1 Sumatera Salurkan 22 Sapi dan Kambing Saat Idul Adha.
Daerah Irigasi Siborna Simalungun akan Kembali Berfungsi Normal
Polsek Belawan Kerahkan Personelnya Siaga di Lokasi Rawan Tawuran
27 Juni Debat Perdana Pilpres AS, Biden dan Trump Dilarang Bawa Catatan
2.464 Peserta Ikuti Tour De Deliserdang 3
Penemuan Janin Bayi Gegerkan Warga Kelurahan Siumbut-umbut
komentar
beritaTerbaru