Hadiri KTT APEC di Bangkok

Jokowi: Perkuat Kerja Sama Konkret Hadapi Krisis Global

* Harapkan Selandia Baru jadi Penghubung Kemitraan ASEAN-Pasifik

422 view
Jokowi: Perkuat Kerja Sama Konkret Hadapi Krisis Global
(Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
BERJABAT TANGAN: Presiden Joko Widodo berjabat tangan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern sebelum melakukan pertemuan bilateral di Hotel Kimpton Maa-Lai, Bangkok, Jumat (18/11) pagi. 

Bangkok (SIB)

Presiden Joko Widodo mendorong pemimpin ekonomi Asian Pacific Economic Cooperation untuk memperkuat kerja sama konkret dalam rangka menghadapi krisis global mulai dari krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, hingga ancaman resesi.


Hal tersebut Presiden Jokowi sampaikan saat menyampaikan intervensinya pada pertemuan pemimpin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC sesi pertama di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat (18/11).


“Dalam jangka pendek, kolaborasi mutlak diperlukan untuk atasi inflasi dan pastikan ketahanan pangan,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden.


Presiden Jokowi pun mendorong perwujudan APEC Food Security Roadmap Towards 2030 untuk memastikan ketahanan pangan melalui teknologi yang inovatif dan digitalisasi, peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem pangan, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.


Selain itu, ketersediaan pupuk dan pakan ternak, menurutnya, juga perlu diperhatikan untuk mencegah krisis pangan menyerang lebih dari tiga miliar masyarakat.


Dalam jangka panjang, Presiden mendorong penguatan kemitraan ekonomi digital dan ekonomi hijau.


Menurut Presiden, ekonomi digital dan transformasi digital penting untuk pemulihan ekonomi yang inklusif.


“Sejak pandemi manfaat ekonominya semakin dirasakan, mulai dari telemedisin, jasa antar makanan, pembayaran digital, hingga keterlibatan UMKM di marketplace," ungkap Jokowi.


"Kita harus bangun ekosistem ekonomi digital yang ramah bagi UMKM dan startup khususnya melalui penguatan keterampilan dan literasi digital,” jelas Presiden.


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga mendorong ekonomi hijau bagi pemulihan ekonomi kawasan.


Menurut Presiden, ekonomi hijau adalah masa depan ekonomi kawasan dan sudah lebih 90 miliar dolar AS digunakan untuk membangun berbagai proyek hijau di APEC.


“Untuk itu, saya menyambut baik inisiatif Thailand The Bangkok Goals for the Bio-Circular-Green Economy. Inisiatif ini akan membuka akses terhadap pembiayaan, teknologi, inovasi, dan penguatan kapasitas,” ungkap Presiden Jokowi.


Presiden Jokowi menegaskan, penguatan kolaborasi antaranggota APEC merupakan kunci untuk mencapai semua hal tersebut.


Sebelum memulai sesi pertemuan, saat tiba di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Presiden Jokowi disambut langsung Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan dilanjutkan sesi foto bersama.


Penghubung

Di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Jumat (18/11).


Pada pertemuan di sela-sela KTT APEC tersebut, dibahas isu-isu bilateral kedua negara terkait hubungan ekonomi, transisi energi, serta kerja sama kawasan.


Mengawali pertemuan tersebut, Jokowi membahas kerja sama ekonomi kedua negara yang masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan dengan target mencapai Rp 40 triliun (NZD 4 miliar) di tahun 2024.


Jokowi pun mengajak Perdana Menteri Ardern mendorong implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru, khususnya untuk meningkatkan perdagangan.


Jokowi juga mengapresiasi pembukaan penerbangan langsung dari Selandia Baru ke Bali oleh Maskapai Air New Zealand.


"Kita perlu dorong akses pasar bagi perdagangan kedua negara khususnya pada komoditas pertanian, mineral, besi dan baja, dan plastik serta kerja sama bidang pertanian dan sertifikasi halal," ucap Jokowi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11).


Terkait isu transisi energi, Jokowi mengundang pebisnis Selandia Baru untuk bekerja sama memanfaatkan potensi cadangan panas bumi di Indonesia.


Upaya ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah dalam mendorong transisi energi nasional.


Selanjutnya, kolaborasi dapat dilakukan melalui investasi pengembangan energi panas bumi serta kerja sama antara institusi Selandia Baru dengan BUMN Indonesia.


Dalam isu kerja sama kawasan, kedua pemimpin membahas perkembangan dinamika kawasan di Indo-Pasifik.


Jokowi juga menyampaikan rencana Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 yang akan mengambil tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth'.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com