Buka Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Jokowi: RI Bisa Jadi Sang Surya Menerangi Dunia

3.000 Jemaat GKJ Manahan Berbagi Nasi Bungkus

492 view
Jokowi: RI Bisa Jadi Sang Surya Menerangi Dunia
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/Antara
TEPUK TANGAN: Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (keempat kanan), Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (ketiga kanan), Mensesneg Pratikno (kiri), Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini (kedua kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) bertepuk tangan usai membuka Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/11). 

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Stadion Manahan, Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Sabtu (19/11) pagi.

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan ketergantungan manusia terhadap alam sangat tinggi. Indonesia dikaruniai potensi alam yang besar dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jokowi berpesan untuk hal ini.

"Oleh karena itu, saya mengharapkan bantuan Bapak-Ibu semuanya, selain hablu minallah dan juga hablu minannas, mohon juga diperkuat dengan hablu minalam, yang menekankan pentingnya kelestarian alam, yang menekankan pentingnya kelestarian lingkungan," pesan Jokowi.

Dia yakin, dengan bantuan Muhammadiyah, Indonesia bisa menjadi sang surya yang menerangi dunia. Dia lantas membuka muktamar.

Bantu Penanganan Pandemi

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada organisasi keagamaan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, yang dinilainya telah membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jokowi mencatat ratusan fasilitas kesehatan Muhammadiyah turut berperan mengedukasi, mengobati, dan memberikan vaksinasi Covid-19 selama pandemi sejak 2020.

"Terima kasih atas dukungan keluarga besar Muhammadiyah dan keluarga besar 'Aisyiyah dalam membantu penanganan pandemi Covid-19 di tiga tahun terakhir," kata Jokowi.

"Terima kasih, terima kasih telah menggerakkan lebih dari 120 rumah sakit Muhammadiyah dan 235 klinik kesehatan milik Muhammadiyah yang aktif dalam mengedukasi masyarakat serta dalam pengobatan dan vaksinasi selama pandemi," sambungnya.

Jokowi bersyukur karena Indonesia masuk dalam kategori negara yang berhasil mengendalikan penularan virus Corona. Dia menyebut sebanyak 440 juta vaksin Covid-19 telah disuntikkan selama pandemi melanda.

"Alhamdulillah, Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Kita juga termasuk negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, karena kita telah menyuntikkan lebih dari 440 juta dosis vaksin pada masyarakat," ucap Jokowi.

Jokowi lalu menyampaikan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 merupakan fondasi penting untuk memulihkan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk di awal pandemi. Meski demikian, Jokowi menyayangkan terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina yang menyebabkan gangguan pasokan global hingga berdampak pada kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok.

"Keberhasilan kita dalam menangani pandemi ini telah menjadi fondasi penting dalam pemulihan ekonomi nasional kita. Namun pandemi belum sepenuhnya usai, masalah baru telah muncul," ungkap Jokowi.

"Perang di Ukraina telah merusak rantai pasokan global sehingga harga-harga pangan naik, harga-harga BBM dan listrik juga meningkat tajam di seluruh negara di dunia," tambah dia.

Banggakan

Jokowi juga membanggakan kemudahan yang dimiliki umat Islam di Indonesia dibanding di negara-negara lain. Jokowi menyebut ruang syiar Islam di Indonesia lebih terbuka dibanding negara lain.

"Ruang syiar Islam di Indonesia itu sangat terbuka lebar dibanding dengan di negara-negara muslim di Asia Tenggara maupun di Timur Tengah," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kemudahan bagi umat Islam di Indonesia itu berupa sejumlah hal yang tak diatur oleh negara. Salah satunya ialah kebebasan menyampaikan ceramah.

"Banyak kemudahan bagi umat Islam di Indonesia yang tidak diatur oleh negara, seperti kemudahan menyampaikan ceramah agama, kemudahan mengundang penceramah," ujar Jokowi.

Dia juga menyebut khotbah salat Jumat di Indonesia tidak diatur negara. Umat Islam di Indonesia bisa dengan bebas mengumpulkan dana sosial keagamaan.

"Kemudahan menyampaikan khotbah Jumat, kemudahan mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, kemudahan pengaturan azan, kemudahan mengumpulkan dana-dana sosial umat Islam," ucapnya.

Berbagi Nasi Bungkus

Sementara itu, aksi simpatik digelar puluhan jemaat Gereja Kristen (GKJ) Manahan, Sabtu (19/11). Sejak pagi Subuh mereka sudah berada di depan gereja, menghentikan ribuan warga Muhammadiyah yang mulai berdatangan ke Stadion Manahan untuk mengikuti muktamar.

Para jemaat menyiapkan 3.000 bingkisan makanan dan minuman untuk para penggembira Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mereka tampak berbaur dan saling bersalaman.

"Selamat datang di Kota Solo, bapak/ibu. Ini ada camilan untuk sarapan. Semoga berkenan nggih," ucap salah satu jemaat seraya membagikan bingkisan plastik.

Tak hanya yang berjalan kaki, para jemaat juga memberhentikan sejumlah bus pengangkut warga Muhammadiyah. Mereka memasukkan kardus air mineral dan bingkisan makanan.

"Jemaat ingin berpartisipasi dalam muktamar ini. Sehingga ada inisiatif untuk mengumpulkan roti yang halal. Ada sekitar 3.000 paket minuman sama kue. Ada pisang godok, kacang dan ketela," kata koordinator aksi jemaat GKJ Manahan, Tumirianto saat ditemui.

"Kita ini kan orang Jawa, orang Indonesia yang punya budaya gotong royong. Saudara kita yang sedang butuh dukungan, dorongan, dan mereka sibuk, kita membantu. Semoga sukses, kita juga bahagia kalau mereka sukses," katanya.

Tak hanya berbagi bingkisan makanan, lanjut dia, jemaat GKJ Manahan juga meminjamkan salah satu gedungnya untuk basecamp Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC.

"Beberapa waktu yang lalu panitia muktamar datang, untuk silaturahmi dan meminjam gedung itu untuk dipakai sebagai basecamp MDMC," katanya.

Lokasi GKJ Manahan sendiri berada di Jalan MT Haryono No.10, Manahan atau hanya berjarak sekitar 200 meter. Lokasi di sebelah timur stadion tersebut menjadi salah satu akses masuk ke stadion. Selain dekat dengan Stasiun Solo Balapan, juga berdekatan dengan Terminal Tirtonadi. (detikcom/Merdeka/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com