Serahkan 2,5 Juta Sertifikat Tanah Elektronik

Jokowi: Sertifikat Elektronik Kurangi Risiko Hilang Kepemilikan Tanah


282 view
Jokowi: Sertifikat Elektronik Kurangi Risiko Hilang Kepemilikan Tanah
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
MENYERAHKAN : Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto (kiri) menyerahkan bentuk fisik (security paper) sertifikat tanah elektronik kepada warga saat peluncuran sertifikat tanah elektronik di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12).

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo menyebut sertifikat tanah elektronik mengurangi risiko hilangnya bukti kepemilikan tanah akibat sejumlah faktor.

"Sertifikat tanah elektronik mengurangi risiko hilangnya bukti kepemilikan tanah akibat kehilangan, pencurian, kerusakan karena bencana, kebakaran, dan lain-lain," kata Joko Widodo.

Demikian disampaikan Presiden dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah dan Peluncuran Sertifikat Tanah Elektronik di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12).

Presiden mengatakan, sertifikat elektronik juga memudahkan pengelolaan data, menghemat biaya transaksi dan meningkatkan kerahasiaan dan keamanan data.

Jokowi menyampaikan pemerintah akan terus mendorong percepatan penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat di seluruh Tanah Air.

Jokowi menyerahkan 2,5 juta sertifikat tanah elektronik di seluruh Indonesia. Dia mengatakan, total sudah 109 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat.

Mulanya, Jokowi menyebut seharusnya 126 juta sertifikat tanah sudah dipegang oleh masyarakat. Namun pada 2015, baru ada 46 juta sertifikat yang dipegang warga.

"Artinya yang masih ada bidang tanah tanpa sertifikat masih 80 juta bidang, sehingga kalau ada banyak konflik tanah dan agraria ya kita harap maklum. Karena 80 juta sertifikat belum diberikan kepada masyarakat," ujar Jokowi.

Kala itu, Indonesia baru bisa mengeluarkan 500 ribu sertifikat tanah dalam setahun. "Artinya rakyat harus menunggu 160 tahun lagi agar semuanya bisa dapat sertifikat. 160 tahun lagi, siapa yang mau menunggu selama itu? Tunjuk jari, saya beri sepeda," jelasnya.

Namun dengan progres yang sudah dilakukan, sudah ada 109 juta sertifikat tanah yang diserahkan ke masyarakat. Tahun depan, pemerintah menargetkan sertifikat tanah yang dikeluarkan mencapai 120 juta.

"Tapi dengan lompatan kecepatan yang kita miliki saat ini, sampai hari ini totalnya sudah 109 juta sertifikat yang kita berikan ke masyarakat. Total," imbuh Jokowi.

"Saya bisik-bisik ke menteri ATR (Hadi Tjahjanto), 2024 capai angka berapa? Kurang lebih, yang janji bukan saya, pak menteri ATR/BPN. Kurang lebih 120 juta sertifikat," terangnya.

Adapun sertifikat tanah elektronik diterbitkan dengan secure document dan disahkan melalui tanda tangan elektronik. Jadi kerahasiaan dan keamanan data pertanahan dapat terjamin.

Jika diperlukan, dapat diberikan dalam bentuk fisik berupa security paper. Untuk mengakses sertifikat tanah ini bisa dilakukan melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Penerapan sertifikat elektronik dilakukan secara bertahap, mulai dari aset BMN, BMD, badan hukum, BUMN, rumah ibadah, serta masyarakat di 12 Kabupaten kota lengkap dan selanjutnya di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah berkenan meluncurkan sertifikat tanah elektronik sekaligus menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah elektronik.

Dia mengatakan dengan penerapan sertifikat tanah elektronik, maka proses pendaftaran tanah menjadi efektif dan efisien.

"Selain itu juga meminimalisir kesalahan dalam pembuatan sertifikat, mengurangi interaksi dengan masyarakat, dan membatasi ruang gerak mafia tanah," kata Hadi Tjahjanto.

Dia mengatakan sistem keamanan sertifikat tanah elektronik dengan block data yang siap diintegrasikan dengan sistem blockchain.

"Ke depan melalui implementasi sistem block chain, diharapkan keamanan otentisitas, validitas data sertifikat ditingkatkan sehingga mengurangi risiko sertifikat palsu dan duplikasi," jelasnya.

Sementara itu apabila diperlukan maka sertifikat fisik juga dapat diberikan dalam bentuk security paper.(Antara/detikcom/c)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com