Kasus Pembunuhan Sadis Jemaat Gereja di Sigi

Jokowi: Tak Ada Tempat Bagi Terorisme

* Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Bongkar Jaringan Pelaku Sampai ke Akarnya

122 view
Foto: BPMI Setpres/Rusman
KUTUK KERAS: Presiden Joko Widodo mengutuk keras segala bentuk tindak teror dan di luar batas kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras peristiwa pembunuhan sadis di Sigi, Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Jokowi menegaskan tidak ada tempat di Indonesia untuk pelaku teror.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi terorisme," kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal You Tube Setpres, Senin (30/11).

Jokowi tak lupa menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi teror. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa seluruh masyarakat harus bersatu melawan terorisme.

"Terakhir, saya minta kepada seluruh masyarakat, seluruh pelosok Tanah Air agar tetap tenang, menjaga persatuan, namun juga tetap waspada. Kita semua harus bersatu melawan terorisme," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut pembunuhan sadis di Sigi merupakan tindakan biadab. Mantan Wali Kota Solo itu menyebut, pembunuhan yang menewaskan 4 orang dalam satu keluarga itu sengaja diciptakan untuk provokasi.

"Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan diantara warga bangsa," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban pembunuhan di Sigi. Pemerintah juga, kata Jokowi, akan memberikan santunan kepada mereka yang ditinggalkan.

Perintahkan Kapolri
Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis mengusut tuntas jaringan pelakunya.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya," kata Presiden Jokowi.

Selain itu, ada perintah kepada Panglima TNI. "Saya juga sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.

Bagi Jokowi, peristiwa keji ini adalah tragedi kemanusiaan.

Bukan Perang Suku
Terpisah, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyatakan pembantaian di Sigi bukan perang suku atau agama. Mahfud mengimbau masyarakat tidak terprovokasi.

"Pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, agar tidak terpancing oleh upaya-upaya provokasi yang dilakukan oleh pihak tertentu. Peristiwa ini bukan perang suku, apalagi perang agama," ujar Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/11).

Usai kasus pembunuhan di Sigi, pemerintah memerintahkan aparat memperketat penjagaan. Mahfud menjamin keamanan warga.

"Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan perketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dari pihak yang ingin mengacaukan ketertiban di wilayah itu. Pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kepada warga di Kabupaten Sigi, Sulteng, terutama setelah terjadi teror dan kekerasan terhadap warga di wilayah itu," ucap Mahfud.

Tembak Mati
Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya menindak tegas Ali Kalora dan kawan-kawan.
"Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka (Ali Kalora dkk). Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja," kata Idham melalui keterangan tertulis, Senin (30/11).

Idham memastikan perburuan Ali Kalora cs sudah dilakukan. Polisi, sebut dia, akan mencari tempat persembunyian mereka.
"Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora," ujar Idham. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com