Vaksinasi Dimulai Minggu Depan

Jokowi Berharap Masyarakat Mau Disuntik

* Jika Menolak Bisa Rugikan Diri Sendiri dan Orang Lain

268 view
Jokowi Berharap Masyarakat Mau Disuntik
Foto: Foto: BPMI Setpres/Kris
VAKSINASI: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan dalam waktu dekat, pemerintah akan menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat dalam acara penyerahan BMK kepada 50 pelaku UMK dari sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hadir dalam dua sesi terpisah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat yang dilaksanakan di Teras Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (8/1).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap masyarakat mau disuntik vaksin Covid-19. Menurut Jokowi, jika menolak akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kalau ada yang tidak mau divaksin tidaj hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang lain,” katanya saat penyaluran bantuan modal kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (8/1).

Jokowi mengatakan, target vaksinasi mencapai 70% dari penduduk Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

“Sehingga jangan sampai kita harapkan tidak ada yang tidak mau divaksin. Semuanya kita harapkan yang 70% tadi semuanya mau divaksinasi,” ujarnya

Jokowi menjelaskan bahwa 70% dari jumlah penduduk Indonesia sama dengan sebanyak 182 juta. Dimana setiap orang akan disuntik vaksin sebanyak dua kali.

“Januari ini yang disuntik 5,8 juta. Total nantinya yang disuntik 182 juta. Dua kali. Disuntik dua kali. Berarti vaksinnya butuhnya dua kali 182 juta. Bapak ibu bisa bayangin hampir 400 juta nanti disuntik,” pungkasnya.

MINGGU DEPAN
Jokowi mengatakan, pekan depan vaksinasi virus Corona (COVID-19) akan dimulai. Kendati demikian, kata Jokowi, keadaan belum bisa kembali normal meski vaksinasi telah dilakukan.

"Jadi ini nanti minggu depan sudah mulai vaksinasi, tapi memang keadaan belum bisa kembali langsung normal," kata Jokowi di hadapan pedagang.

Jokowi mengatakan, nantinya dirinya akan menjadi orang pertama yang divaksinasi. Selanjutnya, tenaga kesehatan dan baru kemudian masyarakat.

"Mulai mulai minggu depan vaksinasi akan dimulai. Saya nanti yang disuntik pertama, tes dah. Mulai nanti didahului dulu dokter-dokter, perawat-perawat dan selanjutnya masyarakat," tuturnya.

"Di sini ada yang tidak mau divaksin? Anda semua ingin divaksin, syukur alhamdulilah. Karena kalau ada yang tidak mau divaksin tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang lain, vaksinasi kayak bayi imunisasi anak-anak itu, kayak gitu saja," tutur dia.

Lebih lanjut, Jokowi pun meminta semua pihak untuk tetap waspada meski vaksin Corona telah disiapkan. Dia meminta warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Saya titip kepada bapak ibu sekalian, sampaikan ke tetangga, ke keluarga, ke teman-teman agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatna, pakai masker cuci tangan habis kegiatan, jaga jarak, harus disiplin. Kalau memang itu bisa kita lakukan itu bisa sangat mengurangi jangan ke tempat berkerumun banyak, itu akan sangat mengurangi, kalau yang divaksin sudah 182 juta itu 70 persen dari penduduk indonesia terjadi kekebalan komunal, insyaallah covidnya stop," pungkas Jokowi.

BERUNTUNG
Jokowi kembali menyinggung perihal lockdown di sejumlah negara. Jokowi mengatakan Indonesia cukup beruntung lantaran lockdown tidak dilakukan.

"Kita ini kalau saya lihat alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown. Kalau di negara lain seperti Eropa tidak 1-2 bulan, sampai 3 bulan. Bahkan tiga hari yang lalu di London, Inggris, lockdown lagi, tiga hari yang lalu di Bangkok lockdown, di Tokyo juga statusnya darurat," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, di Indonesia, meski aktivitas dibatasi, kegiatan usaha masih berjalan. Para pedagang masih bisa menjajakan jualannya di tengah pandemi Corona.

"Di sini, walau aktivitas terbatas, masih berusaha. Meski dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat, Bapak-Ibu masih bisa berusaha. Tapi memang ini tidak dalam kondisi normal," ujarnya.

Jokowi memahami para pengusaha di Indonesia sangat terdampak oleh pandemi Corona. Karena itu, pemerintah pun memberikan bantuan modal kerja agar para pengusaha bisa tetap bertahan.

"Saya tahu karena kita bertemu kondisi ini tidak sekali dua kali, 10 kali lebih, puluhan kali, baik di Jakarta, Bogor, di daerah-daerah saya selalu bertemu, keadaan sama, omzet pasti turun, keuntungan usaha pasti turun. Bener?" kata Jokowi.

"Ada yang turun setengah, ada yang lebih dari setengah. Semua sama, dan itu tidak dialami yang kecil saja. Yang menengah, yang gede, sama, yang tutup ada. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang bak ini, kita memberikan bantuan modal kerja," sambung dia.

SUCI DAN HALAL
Terpisah, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah selesai melakukan audit terhadap vaksin COVID-19 Sinovac yang diproduksi China. MUI mengatakan, vaksin tersebut halal dan suci.

"Kemudian terkait dengan aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang dari hasil penjelasan dari tim auditor, maka komisi fatwa menyepakati bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Sinovac yang diajukan oleh Biofarma hukumnya suci dan halal, ini yang terkait dengan aspek kehalalannya," kata Ketua MUI Bidang Fatwa dan Urusan Halal, Asrorun Niam Sholeh melaui akun YouTube TV MUI, Jumat (8/1).

Niam mengatakan, MUI hanya menentukan kehalalan vaksin Sinovac. Terkait keamanan akan diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Akan tetapi mengenai kebolehan penggunaannya ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan penggunaan dari Badan POM," jelasnya.

MUI sebelumnya telah menuntaskan audit lapangan vaksin COVID-19 Sinovac. Audit ini dari Beijing hingga Bandung.

"Alhamdulillah, hari ini Selasa (5/1) tim auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac, mulai di perusahaan Sinovac di Beijing dan yang terakhir di Bio Farma Bandung," kata Ketua MUI Bidang Fatwa dan Urusan Halal, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangannya, Selasa (5/1). (Okz/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com