Covid Meningkat, Vaksinasi Booster Masih di Bawah 50 Persen

Jokowi Instruksikan Menkes, Kapolri, Panglima TNI Gencarkan Vaksinasi Booster !

* Soroti PeduliLindungi Kendor di Mal

363 view
Jokowi Instruksikan Menkes, Kapolri, Panglima TNI Gencarkan Vaksinasi Booster !
Foto: Humas Setkab/Rahmat
PIMPIN RATAS: Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk kembali menggencarkan vaksinasi sebagai bagian dari upaya dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat memimpin Ratas mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/7). 

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia bakal terjadi pada Juli ini.


Jokowi meminta vaksinasi booster terus digencarkan.


"Kembali kita akan mengevaluasi kebijakan PPKM yang kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Merdeka, Senin (4/7).


Jokowi lantas membeberkan angka vaksinasi booster yang masih di bawah 50 persen. Dia menginstruksikan jajarannya melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19, terutama dosis ketiga atau booster. Percepatan harus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 akibat subvarian baru, BA.4 dan BA.5.


"Vaksinasi harus terus kita dorong. Saya minta Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), Panglima TNI (Jenderal Andika Perkasa), dan Kepala BNPB (Mayjen Suharyanto) mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan, terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antarmasyarakat tinggi," ujarnya.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, baru 24,5 persen masyarakat Tanah Air yang sudah menerima suntikan vaksin booster. Capaian yang minim itu tentu memicu kekhawatiran karena puncak kasus Covid-19 pascalebaran baru akan terjadi pada pertengahan Juli 2022.


Selain mempercepat vaksinasi, Jokowi memerintahkan jajarannya memperketat kembali pelaksanaan protokol kesehatan.


"Kita gaungkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting karena kita tidak mau pengendalian covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi," ujar dia.


SYARAT PERJALANAN

Selepas mengikuti rapat terbatas, Budi Gunadi mengatakan pemerintah ke depan akan menggunakan sertifikat vaksin booster sebagai syarat perjalanan serta kunjungan ke ruang-ruang publik seperti mal dan tempat wisata.


Ia berharap, dengan cara itu, jumlah masyarakat yang menerima vaksin booster akan meningkat secara cepat.


"Kita sadar bahwa masyarakat Indonesia perlu pendekatan khusus untuk bisa terpacu booster. Sama seerti dulu saat vaksinasi dosis pertama dan kedua. Saat itu, orang tua susah sekali. Tapi begitu masuk mal harus sudah divaksinasi, orang tua jadi mau semua. Kenapa? Karena orang tua senang mengantar cucu ke mal. Kita memang perlu pendekatan sosial yang inovatif seperti itu," jelas Budi.


Budi mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mengalami kenaikan akibat varian BA.4 dan BA.5. Kendati demikian, Budi menyebut di saat yang sama kasus Covid-19 juga mengalami pelandaian.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com