Jokowi Kutuk Keras Teror Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

* Perintahkan Kapolri Bongkar Jaringan Pelaku Sampai ke Akarnya

209 view
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi
Jakarta (SIB)
Bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengutuk keras aksi terorisme tersebut
.
"Terkait dengan kejadian aksi terorisme di pintu masuk Gereja Katedral Makassar hari ini saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut," kata Jokowi dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/3).

Jokowi mengaku telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas jaringan pelaku bom bunuh diri tersebut. Termasuk membongkar jaringan pelaku hingga ke akarnya.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya," ujarnya.

Jokowi mengatakan terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan. Terorisme, lanjutnya, tidak ada kaitannya dengan agama apa pun.

"Semua ajaran agama menolak terorisme apa pun alasannya. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan terorisme semacam ini dan saya meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut," papar Jokowi.

Jokowi mengatakan, seluruh agama di dunia ini menolak aksi terorisme. Aparat keamanan negara, kata Jokowi, tak akan membiarkan aksi terorisme.

"Semua ajaran agama menolak terorisme apa pun alasannya. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan terorisme semacam ini dan saya meminta masyarakat tetap tenang menjalankan ibadah," lanjutnya.

Doakan
Presiden Jokowi juga mendoakan kesembuhan korban bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Jokowi juga memastikan, negara menanggung semua biaya perawatan korban.

"Untuk para korban yang luka-luka kita mendoakan agar segera diberikan kesembuhan negara menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban," kata Jokowi.

Tangkap Pelaku
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla juga mengutuk keras insiden bom bunuh diri tersebut.

JK juga menyatakan turut berbelasungkawa kepada para korban dan berharap polisi bisa segera mengungkap motif serta menangkap jaringan pelaku yang berada di balik aksi keji tersebut.

"Saya mengutuk keras aksi pengeboman tersebut dan menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban yang tidak berdosa maupun keluarganya. Saya juga berharap agar aparat keamanan dapat segera mengungkap motif dan menangkap jaringan pelakunya," ujar JK di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (28/3) siang.

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu juga menegaskan bahwa segala bentuk teror tidak dapat ditoleransi. Agama apa pun tidak membenarkan aksi teror.

"Kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk terror karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan" terangnya. (detikNews/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com