Minggu, 23 Juni 2024 WIB

Jokowi Minta Para Menteri Cepat Respon Perubahan Dunia

* Minta Persoalan Inflasi Diurus Bersama
Redaksi - Selasa, 17 Januari 2023 09:13 WIB
265 view
Jokowi Minta Para Menteri Cepat Respon Perubahan Dunia
Foto : ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/pri
Presiden RI Joko Widodo memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/1/2023). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo meminta agar para menteri kabinet Indonesia Maju dapat membuat kebijakan yang cepat dalam merespon perubahan di dunia.

"Paling penting setiap perubahan yang ada di dunia harus kita respon dengan cepat, kebijakan-kebijakan yang kita lakukan juga dari membaca dengan cepat dinamika yang ada di dunia," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (16/1).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna perdana pada 2023.

"Hari ini adalah sidang kabinet paripurna pertama pada 2023. Saya ingin kembali ke 2022 terlebih dahulu. Alhamdullilah, saya melihat banyak capaian positif di tengah tekanan eksternal, di tengah kegentingan-kegentingan global yang memberikan ancaman risiko terhadap semua negara dan tahun turbulensi pada 2022, kita lalui dengan baik dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2022 sebesar 5,72 persen," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2022 ada pada posisi 5,2 atau 5,3 persen.
"Kalau kita melihat di sisi inflasi, kita dapat mengendalikan di angka 5,5 persen ini juga sebuah capaian yang sangat baik dan saya minta untuk juga terus dilanjutkan menekan inflasi ini," tambah Presiden.

Selain menggunakan instrumen moneter di Bank Indonesia, Presiden pun meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar daerah-daerah dapat ikut bersama berpartisipasi dalam menekan inflasi sehingga bisa ditekan sekecil mungkin.

"Kemudian, pendapatan negara juga Alhamdullilah tumbuh 30,36 persen dan kita harapkan pada 2023 kita juga masih pada posisi tahun yang tidak mudah. Ini adalah tahun ujian bagi semua negara di dunia, karena tekanan geopolitik yang sangat tinggi, ekonomi dunia melemah utamanya negara besar seperti Uni Eropa, China, Amerika Serikat (AS), saya kira diperkirakan akan melemah semua," ujar Presiden.

Padahal negara-negara tersebut adalah pasar ekspor Indonesia, sehingga Presiden meminta agar para menteri juga terus berhati-hati.[br]




"Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun dari angka yang sebelumnya 2,9 turun, turun, dan turun lagi dan sekarang jadi diproyeksikan hanya 1,7 persen. Ini proyeksi dari Bank Dunia, sehingga ini menjadi tantangan bagi kita," kata Presiden.

Presiden Jokowi berharap ekspor maupun investasi di Indonesia dapat tumbuh lebih baik pada 2023.

"Kemudian kita juga akan terus memperkuat hilirisasi karena ini akan memberikan dampak yang luas bagi kesempatan kerja bagi rakyat kita dan juga akan menambah devisa bagi negara," tegas Presiden.



Diurus Bersama

Jokowi juga meminta jajaran kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) ikut mengurusi persoalan inflasi secara bersama-sama, layaknya mengurus persoalan pandemi Covid-19.

"Berkaitan dengan inflasi, sekali lagi saya minta secara rutin pada saat sama, pada saat kita mengerjakan urusan Covid-19, semua bisa bekerja bareng-bareng, bekerja bersama-sama. Kami harapkan juga urusan inflasi bisa kita keroyok bareng," kata Jokowi.

Dia menekankan inflasi tahun 2023 sedapat mungkin harus ditekan di bawah 5 persen. Menurut Jokowi, setelah melakukan peninjauan ke berbagai pasar, dia melihat ada stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga ada peluang untuk menekan inflasi.

"Saya melihat peluang itu sangat mudah apabila dikerjakan bersama. Sama seperti pada saat kita menyelesaikan pandemi Covid-19 terjadi di negara kita," ujarnya. (Antaranews/a)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng Meninggal Dunia
Puluhan Jemaah Haji Meninggal, Menteri Agama Tunisia Dipecat
Pesan Penting Sri Mulyani buat Prabowo Presiden Terpilih
Presiden Jokowi Saksi Pernikahan Putra Anwar Usman dan Idayati di Solo
Progressnya Sudah 52 Persen, Overpass akan Urai Kemacetan di Jalan Stasiun dan Drop Off Penumpang
Tekan Inflasi, Pemkab Deliserdang Launching Gerakan Tanam Cabai
komentar
beritaTerbaru