* Anggaran Habis, Biaya Isolasi Mandiri di Hotel Diserahkan ke Pemda

Jokowi Minta Provinsi Gerak Cepat Proses Vaksinasi

* Temuan Kasus Baru Nanjak Terus

91 view
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
TINJAU VAKSINASI: Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meninjau vaksinasi Covid-19 massal yang dipusatkan di Indoor Stadium, Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6).
Depok (SIB)
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat. Vaksinasi ini ditujukan untuk tenaga kesehatan, dosen dan tenaga pendidik, guru, lansia, pemadam kebakaran, pelayan publik, dan penyedia layanan transportasi.

Dilihat detikcom, Rabu (9/6), Jokowi mengecek pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain itu, Jokowi juga mengecek pelaksanaan vaksinasi drive thru para pengemudi ojek, baik roda dua maupun roda empat.

Jokowi berharap proses vaksinasi berjalan di seluruh provinsi Indonesia. Dia juga meminta provinsi-provinsi di seluruh Indonesia bergerak cepat melakukan proses vaksinasi untuk warganya.

"Kita harapkan terus proses vaksinasi ini tidak hanya berjalan di sini saja, tetapi di daerah-daerah lain, di provinsi-provinsi yang lain juga bergerak secara cepat," kata Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan, kemarin sejumlah daerah juga melaksanakan vaksinasi Covid-19 massal. Sejumlah daerah itu di antaranya di Bandung, Jawa Barat dan Tangerang, Banten.

"Tadi saya sudah mendapatkan informasi dari menteri kesehatan, bahwa hari ini juga dilaksanakan di Bandung, kemudian juga di Tangerang yang jumlahnya massal, banyak," tuturnya.

Jokowi juga berharap target vaksinasi Covid-19 dapat tercapai. "Kita berharap pada bulan ini, bulan Juni, target untuk vaksinasi per hari 700.000 itu betul-betul bisa tercapai, sehingga di bulan Juli kita sudah masuk pada target vaksinasi per hari 1 juta," pungkas Jokowi.

Puji
Jokowi juga meninjau vaksinasi Covid-19 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Jokowi memuji manajemen vaksinasi yang berjalan baik.

Mulanya Jokowi menerima laporan dari rumah sakit dan puskesmas yang menyelenggarakan vaksinasi. Jumlah vaksinasi di berbagai tempat di Tangerang beragam.

Jokowi mengatakan ada 10 ribu orang warga yang mengikuti vaksinasi di Tangerang kemarin. Vaksinasi, kata Jokowi, berjalan rapi.

"Sebanyak kurang-lebih 10 ribu masyarakat umum, baik lansia, pralansia, tenaga pendidik, semuanya, dan saya lihat manajemennya berjalan rapi dan baik di lapangan," kata Jokowi.

Jokowi berharap vaksinasi di Tangerang ini diterapkan juga di daerah lain. Dengan begitu, masyarakat akan terlindungi dari penyebaran Covid-19.

"Kita ingin proses vaksinasi seperti yang dilakukan di Kabupaten Tangerang dengan jumlah banyak ini dilakukan juga oleh provinsi lain oleh kabupaten/kota yang lain sehingga kecepatan kita mengejar 700 ribu per hari untuk bulan Juni dan 1 juta per hari untuk vaksinasi betul-betul bisa kita kejar," ujar Jokowi.

Setop
Terpisah, Satgas Penanganan Covid-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberhentikan sementara pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel di Jakarta. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, secara bertahap anggaran untuk pembiayaan isolasi mandiri di hotel akan diserahkan ke pemerintah daerah.

"Melalui kesepakatan kementerian/lembaga terkait dan jajaran pemerintah daerah pembiayaan isolasi mandiri yang awalnya tersentral oleh pemerintah pusat akan secara bertahap dilakukan terdesentralisasi kepada pemerintah daerah," kata Wiku, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Rabu (9/6).

Alasannya karena pemerintah daerah dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan untuk isolasi mandiri warganya.

Lebih lanjut, ia mengungkap pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah jika mengalami hambatan dalam penyediaan ruang isolasi pasien Covid-19.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetop sementara pembiayaan hotel sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) di Jakarta. Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi, mengatakan anggaran untuk penyediaan tempat isolasi mandiri sudah habis.

"Sementara iya, karena anggaran kita sudah habis. Tapi nanti kalau memang memuncak lagi, anggaran kita sudah turun, Pemda DKI bisa minta lagi," kata Dody saat dihubungi, Selasa (8/6).

LEVEL ALARM
Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan level alarm kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus lebih dari 100 persen dan keterisian tempat isolasi rumah sakit mencapai di atas 70 persen. Satgas meminta kepala daerah di kabupaten/kota tersebut segera mengendalikan penularan Covid-19 di wilayahnya.

"Level alarm wilayah-wilayah di Indonesia berdasarkan persen kenaikan kasus 3 minggu setelah Idul Fitri dan persen keterisian tempat tidur atau BOR isolasi per 8 Juni. Perlu dipahami bahwa kenaikan kasus dan BOR menjadi indikator penting dalam melihat kegawatan situasi Covid-19 di suatu wilayah. Karena apabila kasus naik tapi tempat tidur tidak tersedia, keadaan dapat semakin memburuk. Begitupun sebaliknya," kata Wiku Adisasmito.

Satgas Covid-19 membagi indikatornya menjadi empat kondisi:

1. Kotak merah di kanan atas, yaitu apabila kenaikan kasus lebih dari 100 persen dan BOR lebih 70 persen.

2. Kotak cokelat di kanan bawah, yaitu apabila kenaikan kasusnya lebih dari 100 persen dan BOR-nya masih kurang di bawah 70 persen.

3. Kotak oranye di kiri atas apabila kenaikan kasus kurang dari 100 persen dan BOR-nya lebih dari 70 persen.

4. Kotak kuning di kiri bawah apabila kenaikan kasusnya kurang dari 100 persen dan BOR-nya kurang dari 70 persen.

Dari empat kondisi tersebut, Wiku mengatakan kondisi yang mengkhawatirkan apabila kenaikan kasusnya lebih dari 100 persen dan pada saat bersamaan kondisi BOR-nya lebih dari 70 persen. Kondisi ini bisa berpotensi kematian akibat terlambatnya penanganan oleh pihak rumah sakit.

"Keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan tersebut sudah mulai tidak terkendali dan, apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, rumah sakit akan penuh dan pasien dengan gejala sedang-berat tidak dapat ditangani dengan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi kematian," ujar Wiku.

"Saya ingin kepala daerah dan gubernur memperhatikan kondisi di daerahnya dan segera mengambil langkah perbaikan yang dapat dilakukan," ujar Wiku.

Nanjak Terus
Jumlah temuan kasus baru Covid-19 di Indonesia setiap hari dalam satu minggu terakhir makin menanjak. Kemarin ditemukan kasus baru virus Corona sebanyak 7.725.

Berdasarkan catatan , Rabu (9/6), temuan kasus positif Corona di RI dalam satu pekan terakhir paling banyak kemarin dengan 7.725 kasus. Terbanyak kedua dalam satu minggu terakhir ditemukan pada 7 Juni, dengan 6.993.

Jika dihitung selama seminggu terakhir, dimulai pada 3 Juni, kasus Corona di Indonesia semakin sering menembus angka 6.000-an. Dalam sepekan terakhir, 4 hari di antaranya, temuan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.000-an kasus. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com