Pimpin Upacara HUT ke-76 TNI

Jokowi Minta TNI Sigap Hadapi Ancaman Terorisme

* Kapolri: Sinergitas TNI-Polri Mutlak untuk Hadapi Tantangan

181 view
Jokowi Minta TNI Sigap Hadapi Ancaman Terorisme
(Foto: BPMI Setpres/Lukas)
MEMUJI: Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memuji alutsista saat mengunjungi pameran di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/10). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI selalu sigap dalam menghadapi beragam ancaman. Potensi ancaman biologis hingga terorisme menjadi perhatian utama Jokowi.

"Kesigapan TNI ini juga saya minta selalu diaktifkan dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas seperti pelanggaran kedaulatan pencuri kekayaan alam di laut, radikalisme, terorisme, ancaman siber, dan ancaman biologis, termasuk ancaman bencana alam," kata Jokowi saat memimpin upacara peringatan HUT TNI di halaman Istana Merdeka seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/10).

Dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin luas ini, Jokowi menekankan soal transformasi pertahanan TNI. Jokowi ingin TNI meningkatkan kapabilitas pertahanan modern dengan menyesuaikan perkembangan teknologi militer terkini.

"Penguatan budaya strategis prajurit dan perwira TNI harus tetap menjadi fondasi utama transformasi pertahanan, yaitu TNI yang manunggal dengan rakyat, dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang defensif aktif, dengan pertahanan berlapis dan memanfaatkan lompatan teknologi militer dan investasi pertahanan yang terencana," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi berbicara soal modernisasi pertahanan yang harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertahanan. Jokowi ingin paradigma diubah dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.

"Saya tegaskan kembali kita harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang, yang dirancang sistematis dan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Jokowi.

Jokowi meminta TNI terus aktif dalam meningkatkan inovasi teknologi militer. Jokowi ingin Indonesia mandiri dalam industri pertahanan.

"Untuk itu, saya perintahkan agar terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir di negara kita bergerak aktif dalam konsorsium pertahanan global, memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni," ujar Jokowi.

Apresiasi
Jokowi juga mengapresiasi peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Menurutnya, TNI telah berhasil membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

"Keberhasilan kita dalam menangani pandemi Covid-19 ini tidak terlepas dari peran besar TNI. TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan," ujar Jokowi.

Jokowi menilai bila diibaratkan sebagai perang, perjuangan dalam melawan virus Covid-19 saat ini seperti dalam perang yang berlarut-larut yang sangat menguras tenaga, pikiran, mental, dan semangat juang. Perang ini juga membutuhkan kewaspadaan, kecepatan sinergi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kemampuan perorangan, kemampuan satuan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk alutsista, telah digunakan dan dikerahkan (TNI) dalam menunaikan setiap tugas yang diberikan," ungkapnya.

Dalam peringatan yang mengusung tema 'Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang' ini, Jokowi mewakili rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI.

"TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa, menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala ancaman dan gangguan," ungkapnya.

"Atas nama rakyat, bangsa, dan negara tak lupa mengucapkan selamat hari ulang tahun TNI kepada seluruh jajaran TNI," pungkasnya.

Kesetiaan TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan profesionalisme dan pengabdian para prajurit merupakan bukti kesetiaan TNI untuk Indonesia. Hadi kemudian menyebut TNI setia mengawal Indonesia menghadapi ancaman yang makin kompleks.

"Profesionalisme dan pengabdian TNI adalah bukti kesetiaan prajurit TNI untuk bangsa dan NKRI. Kesetiaan dalam melaksanakan tugas menghadapi berbagai ancaman yang makin kompleks," kata Hadi dalam video ucapan HUT TNI ke-76 yang diunggah Pusat Penerangan (Puspen) TNI di akun Instagram resminya, seperti dilihat pada Selasa (5/10).

Hadi mengatakan, TNI setia mengawal dan menjaga kedaulatan Indonesia di perbatasan negara yang terdiri dari pulau-pulau terdepan, lautan, angkasa, hingga ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19. Hadi berterima kasih atas loyalitas prajuritnya.

"Tugas mengawal dan menjaga perbatasan, pulau-pulau terdepan, hutan dan gunung, samudera, dan angkasa raya yang luas. Sampai dengan ruang isolasi dan perawatan saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19," ucap Hadi.

"Terima kasih atas dedikasi loyalitas, pengorbanan dan pengabdian tulus yang telah diberikan. Tingkatkan terus profesionalisme dan kemanunggalan dengan rakyat," imbuh Hadi.

Sebelumnya, Hadi berharap TNI yang kini genap berusia 76 tahun selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pemersatu bangsa. Hadi berharap TNI terus bersama rakyat menjadikan Indonesia tangguh dan tumbuh.

"Semoga TNI selalu menjadi pemersatu bangsa kita yang tengah berjuang untuk menjadi bangsa tangguh dan tumbuh sehingga akhirnya menjadi bangsa pemenang," tutur Hadi.

HUT TNI ke-76 mengambil tema 'Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang'.

Sinergitas
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan atas hari jadi TNI ke-76. Listyo mengatakan sinergi TNI-Polri mutlak sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi tantangan.

"Saya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kepala Kepolisian Republik Indonesia serta keluarga besar Polri mengucapkan Dirgahayu TNI ke-76. Semoga TNI semakin profesional, disiplin, militan, dan rendah hati, serta dapat senantiasa mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Indonesia Maju. Bersatu, berjuang, kita pasti menang untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh," ujar Listyo dalam keterangannya, Selasa (5/10).

"Soliditas dan sinergitas TNI-Polri mutlak diperlukan sebagai sumber kekuatan strategis dalam rangka menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks," sambungnya.

Salah satu sinergi dan soliditas itu antara lain TNI-Polri sama-sama menjadi pilar utama dalam menghadapi penanganan pandemi Corona. TNI-Polri gencar melakukan testing hingga program vaksinasi.

"Pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, TNI bersama Polri merupakan salah satu pilar utama, dalam berbagai upaya pengendalian Covid-19 mulai penegakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), penguatan 3T (tracing, testing, dan treatment), maupun akselerasi vaksinasi," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit menuturkan selama kiprah 76 tahun, TNI selalu menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dia berharap TNI-Polri terus berjuang demi Indonesia tangguh.

Pada momentum HUT TNI ini, Listyo beserta jajaran Mabes Polri turut memberi kejutan ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Listyo memberikan kue ulang tahun ke Marsekal Hadi di kantornya Subden Merdeka Barat Denma Mabes TNI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran Korps Bhayangkara. Hadi menuturkan selalu mendapatkan dukungan Polri sepanjang menjabat sebagai Panglima.

Anugerahkan
Jokowi memberikan anugerah bintang militer kepada 3 prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Ketiganya dinilai telah menjalankan tugas kemiliteran menunjukkan kemampuan hingga jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI.

Pemberian anugerah tanda kehormatan bintang militer itu dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/10). Anugerah ini juga diberikan dalam rangka HUT ke-76 TNI.

Anugerah tanda kehormatan bintang militer itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 15,19,95/TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya, dan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya. Kepres ini ditandatangani pada 20 September 2021.

Berikut 3 prajurit TNI yang menerima tanda kehormatan bintang militer:

1. Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Kolonel Inf. Anwar, NRP 11950043691072.

2. Bintang Jalasena Nararya, Kapten Laut (T) Rohani Sapporo
Noor, NRP 20549P.

3. Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya, Serka Pom. Wawan Agus Setiawan, NRP 519941.
Turut hadir dalam acara itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo; Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ibu Wury Ma'ruf Amin; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md; Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Hadir juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. (detikcom/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com