Jokowi Tolak Perpanjangan Jabatan Presiden


138 view
Jokowi Tolak Perpanjangan Jabatan Presiden
Istimewa/Dok. Kemenko Perekonomian
Presiden Joko Widodo
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal isu-isu seputar perpanjangan masa jabatan presiden dan presiden 3 periode. Sikap Jokowi tegas: Menolak semua usul perpanjangan jabatannya.

"Saya kan udah bolak-balik jawab, mau jawab apa lagi?" kata Jokowi menjawab isu seputar presiden tiga periode dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9).

Jokowi menghormati demokrasi karena itu dia tidak melarang pendapat dan pernyataan-pernyataan yang berseliweran soal masa jabatan presiden di publik. Jokowi mengungkit sikapnya yang tidak memberangus tagar #2019GantiPresiden.

"Sekarang begini, ada orang yang mengusulkan, nggak mungkin saya larang. Ini bagian dari demokratisasi. Wong yang hashtag #2019GantiPresiden saja saya nggak larang, masa ini saya ngelarang-larang orang beropini dan pendapat terkait aspirasi politis. Ya, itu kan terserah mereka," kata Jokowi.

"Ada dari akar rumput, dari pihak kekuatan politik, misalnya mengusulkan itu. Biarkan saja. Yang penting kan saya sudah menolak. Sikap saya sama seperti sebelum-sebelumnya. Gimana saya harus menjawab lagi," ujarnya.

Jokowi kemudian menanggapi isu perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027. Dia menegaskan menolak usulan itu.
"Jawaban saya tetap sama saja," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan isu perpanjangan jabatan berdampak buruk bagi dirinya. Dia menegaskan akan selalu taat konstitusi.

"Ide itu sebenarnya buruk buat saya karena itu akan menciptakan opini bahwa Jokowi itu ambisius, serakah kekuasaan, saya menolak," katanya.

Tak Setuju
Berbicara soal penahanan warga pembawa poster dan protes lewat mural yang berkembang akhir-akhir ini, Jokowi menegaskan tak tahu soal penangkapan warga. Begitu juga soal penghapusan mural.

"Saya kaget juga (soal penangkapan warga pembawa poster). Saya tidak mengetahui soal hal tersebut," kata Jokowi.

Jokowi sudah memanggil Kapolri soal penangkapan tersebut. Dari keterangan yang diterimanya, peristiwa penangkapan terjadi karena inisiatif berlebihan di tingkat polsek yang membantu pengamanan Presiden.

"Saya sudah menegur Kapolri soal hal ini," ujarnya.

Jokowi menegaskan tak mempermasalahkan protes warga kepadanya. Dia selama ini sudah didera kritik yang lebih dahsyat ketimbang isi poster yang dibawa peternak di Blitar dan mahasiswa UNS, sehingga tak mungkin meminta para pembawa poster itu ditangkap.

"Saya tanya ke Pak Suroto (peternak di Blitar pembawa poster), nggak diapa-apain (oleh polisi)," tutur Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi menegaskan terbuka terhadap kritik. Dia juga menegaskan tak pernah mempermasalahkan mural-mural kritik.

"Saya pernah dikritik lebih parah, dan tidak pernah ada tindakan soal itu," ujar Jokowi. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com