Jokowi Ucapkan Selamat Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo

* Sejarah! Tim Bulutangkis Indonesia Sapu Bersih Laga Awal Olimpiade

205 view
Jokowi Ucapkan Selamat Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo
(Foto: Antara/Sigid Kurniawan)
CLEAN AND JERK: Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan melakukan angkatan clean and jerk dalam kelas 61 kg Putra Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Minggu (25/7). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat kepada Eko Yuli Irawan yang meraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Jokowi menunggu kabar baik selanjutnya.

Ucapan selamat Jokowi itu disampaikan lewat akun Twitter @jokowi seperti dilihat, Minggu (25/7). Jokowi mengunggah foto Eko mengangkat beban.

"Satu medali lagi dari Olimpiade Tokyo, siang ini dipersembahkan oleh Eko Yuli Irawan, lifter putra Indonesia. Eko meraih medali perak di kelas 61kg putra," kata Jokowi.

"Sambil menunggu kabar baik selanjutnya, saya menyampaikan selamat kepada Eko Yuli Irawan," sambung Jokowi.

Raih Perak
Misi Eko Yuli Irawan untuk menebus medali emas Olimpiade gagal terwujud setelah kalah bersaing dari lifter China Li Fabin. Eko hanya mampu finis di posisi ke-2 kelas 61kg putra dengan total angkatan 302kg, dengan snatch 137kg dan clean and jerk 165kg, demikian catatan resmi Olimpiade, Minggu (25/7).

Sementara itu, Li Fabin merebut medali emas dengan total angkatan 313kg (snatch 141kg dan clean and jerk 172kg).
Lifter Kazakhstan Son Igor berhak atas medali perunggu dengan total angkatan 294kg (snatch 131kg dan clean and jerk 163kg).

Persaingan perebutan medali emas kelas 61kg putra sudah terasa sejak awal antara dua juara dunia, Eko Yuli Irawan dan lifter asal China Li Fabin.

Eko Yuli Irawan mengawali angkatan snatch dan sukses membuka angkatan pertamanya seberat 137kg. Sementara itu, Li Fabin gagal pada angkatan pertamanya dengan berat beban yang sama.

Eko Yuli mencoba menaikkan beban menjadi 141kg pada kesempatan kedua. Sayangnya, barbel tersebut gagal diangkatnya.
Pertandingan kian menegangkan ketika Li Fabin sukses mengangkat snatch 137kg pada kesempatan keduanya sebelum menaikkan bebannya menjadi 141kg pada percobaan ketiga.

Eko gagal membayar kegagalan pada kesempatan kedua karena ia lagi-lagi tidak berhasil melakukan angkatan snatch 141kg pada percobaan ketiganya sehingga angkatan snatch terbaik Eko hanya 137kg, sementara Li Fabin 141kg.

Pada kategori clean and jerk, Eko berhasil mengawali angkatan seberat 165kg. Demikian pula dengan Li Fabin yang membuka angkatan 166kg.

Li Fabin kembali sukses melakukan clean and jerk 172kg pada percobaan kedua sekaligus mencatatkan rekor Olimpiade. Sementara itu, Eko gagal dengan clean and jerk seberat 177kg.

Lifter kelahiran Lampung itu pun harus puas dengan medali perak seusai gagal melakukan clean and jerk 177kg pada percobaan terakhir.

Ini menjadi medali kedua bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo. Sebelumnya, lifter Windy Cantika menyumbangkan medali perunggu di kelas 49kg putri.

Tim Bulutangkis
Tim Bulutangkis Indonesia catat sejarah baru di Olimpiade. Mereka mampu memenangi seluruh laga awal di Olimpiade Tokyo kali ini. Mantap!

Tujuh atlet bulutangkis Indonesia yang melakukan hal tersebut adalah Jonatan Christie, Anthony Ginting, Gregoria Mariska, Hendra/Ahsan, Marcus/Kevin, Greysia/Apriyani, dan Praveen/Melati.

Mereka mampu meraih kemenangan di laga awal Olimpiade Tokyo 2020 ini. Artinya pertama dalam sejarah seperti dilansir dari berbagai sumber, tim bulutangkis Indonesia mampu memenangi seluruh laga awal di Olimpiade!

Tim bulutangkis Indonesia mampu melewati hadangan pertama dengan cukup menjanjikan. Kondisi fisik dan mental sedang dalam bentuk yang prima.

Para atlet mampu mengemas kemenangan di dua gim, kecuali Praveen/Melati harus memeras keringat saat melawan Leung/Somerville untuk menang 20-22, 21-17, dan 21-13.

Di Olimpiade-olimpiade sebelumnya, memang ada tim bulutangkis Indonesia yang sudah lolos dari babak penyisihan dengan mendapat bye. Namun di laga selanjutnya, harus kalah dan itu dinilai sebagai laga awal di Olimpiade-nya.

Misal Rudy Gunawan/Bambang Suprianto pada Olimpiade 1996. Mereka mendapat bye sampai ke babak 16 besar tapi kemudian kalah dari pasangan Malaysia Soo Beng Kiang/Tan Kim Her.

Kemenangan di awal laga Olimpiade tentu jadi semangat baru buat tim bulutangkis Indonesia. Peluang terus melaju dan meraih medali Olimpiade Tokyo masih terbuka.

Apalagi mereka para atlet bulutangkis, juga punya posisi top di peringkat dunia saat ini. Seperti Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan yang berada di peringkat satu dan dua pada pasangan ganda. Lalu Anthony Ginting di peringkat kelima dan diikuti Jonatan Christie di peringkat ketujuh. Lalu Praveen/Melati, ada di peringkat keempat dunia ganda campuran. (Detiksport/Antaranews/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com