Jokowi Usulkan Andika Perkasa Calon Panglima TNI


264 view
Jokowi Usulkan Andika Perkasa Calon Panglima TNI
Foto Istimewa
Jenderal TNI Andika Perkasa
Jakarta (SIB)
Setelah sekian lama ditunggu, siapa yang menggantikan panglima TNI, akhirnya terjawab.

Ketua DPR RI, Puan Maharani telah menerima Surat Presiden (Supres) terkait calon Panglima TNI. Supres diberikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mansesneg) Pratikno kepada pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/11) seperti dilansir TV One.

Puan Maharani mengatakan, hanya ada satu nama atau calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan Jokowi dalam Supres itu.

"Oleh sebab itu, pada hari ini melalui Pak Mensesneg, Presiden telah menyampaikan Surat Presiden mengenai usulan calon panglima TNI kepada DPR RI atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Puan di lokasi.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto segera memasuki masa pensiun dari dunia kemiliteran pada November 2021, setelah berusia 58 tahun pada 8 November 2021.

Fit and Proper Test
Uji kelayakan atau fit and proper test Jenderal Andika Perkasa akan digelar 4-5 November 2021 oleh Komisi I DPR.

"Begitu surpres diterima hari ini, Badan Musyawarah DPR langsung menggelar rapat dan menjadwalkan fit and proper test calon Panglima TNI besok (Kamis) sampai Jumat," kata Ketua DPR Puan Maharani kepada wartawan.

Hasil uji kelayakan itu nantinya dibawa ke rapat paripurna DPR. Rapat itu akan digelar pada 8 November.

"Jadi dalam lima hari ke depan sudah ada keputusan DPR untuk calon Panglima TNI," kata Puan.

Sesuai UU TNI, persetujuan DPR RI terhadap calon Panglima diurus selambat-lambatnya 20 hari setelah presiden mengirimkannya. Namun Puan mengatakan lebih cepat lebih baik.

"Jadi kalau prosesnya bisa lebih cepat, tentu lebih baik," ujarnya.

Pilih AD
Sementara itu Mensesneg Pratikno menyebut calon kuat Panglima TNI adalah dua kepala staf, yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono, sebelum Presiden Jokowi memilih nama pertama. Pratikno menjelaskan soal pilihan ini.

Jabatan Andika Perkasa di TNI diketahui tersisa 13 bulan. Meski begitu, Pratikno mengatakan sisa jabatan tidak menjadi soal.

"Ya nggak apa-apa, kan tetap saja, syarat Panglima TNI itu kan harus kepala staf. Kepala stafnya kan sekarang ini kan TNI AU sudah Panglima, jadi pilihannya AD dan AL. Pak Presiden sudah memilih Angkatan Darat," kata Pratikno di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Pratikno lantas mengatakan Angkatan Laut bisa diusulkan pada periode selanjutnya. "Ya kan bisa nanti pada periode berikutnya," ujarnya.

Pratikno mengatakan Jokowi telah menetapkan pilihannya kepada Andika Perkasa sebelum berangkat kunjungan kerja.
"Sebelum berangkat ke luar negeri," ujarnya.

Loyal
Menyikapi penunjukan Andika Perkasa, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku tegak lurus pada keputusan Presiden Jokowi.

Hadi mengatakan tegak lurus dan loyal terhadap Presiden sebagai panglima tertinggi.

"Surpres merupakan hak prerogatif Presiden menurut undang-undang. Selain itu, sebagai prajurit TNI, saya akan selalu tegak lurus dan loyal terhadap pimpinan tertinggi, yang dalam hal ini dipegang oleh Presiden," kata Hadi.

"Oleh karena itu, tidak ada yang perlu didiskusikan lagi apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan tertinggi," Hadi menegaskan.

Letjen Dudung
Anggota Komisi I Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mendukung penuh keputusan Presiden Jokowi yang memilih Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI. Sebab, menurut Tamliha, Andika-lah yang paling senior dibanding kepala staf lainnya.

"Keputusan mencalonkan Jenderal Andika Perkasa itu kebijakan yang sangat bijak, karena tidak mungkin angkatan laut yang lebih junior dari Pak Andika kemudian menduduki jabatan Panglima TNI," kata Tamliha kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Masa jabatan Andika Perkasa akan habis 13 bulan ke depan. Setelah itu, prediksi Tamliha, jabatan Panglima TNI akan diberikan kepada KSAL Laksamana Yudo Margono.

"Jenderal Andika ini kan sudah familiar dengan Komisi I. Dia sudah jadi mitra cukup lama di Komisi I. Jabatan itu akan diberikan Presiden ke Pak Andika sampai nanti pensiun di 2022 akhir, dan Pak Yudo juga akan mendapatkan kesempatan jadi Panglima TNI, setelah Pak Andika pensiun," ujarnya.

Lebih lanjut Tamliha meyakini posisi KSAD akan diisi oleh Lejten Dudung Abdurachman. Diketahui, Letjen Dudung kini menjabat Pangkostrad.

"Tentu jabatan KSAD kan akan kosong, saya prediksi Pak Dudung yang akan jadi KSAD, gantikan Andika," tuturnya.

Sepak Terjang
Jenderal Andika Perkasa merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak November 2018. Dilansir dari berbagai sumber, Andika merupakan lulusan Akmil tahun 1987. Ia mengawali karier di Grup 2/Para Komando Kopassus. Dia juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964, itu juga pernah berkarier di Bais.

Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah beberapa kali pindah tugas, ia kemudian dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya pada 2011. Lewat jabatan ini, Andika memperoleh kenaikan pangkat menjadi kolonel.

Lalu, pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudra di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat brigadir jenderal (Brigjen).

Hanya 11 bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Menantu eks Kepala BIN Hendropriyono ini pun mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (Mayjen).

Sekitar dua tahun menjadi Danpaspampres, Andika kemudian dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada Mei 2016. Karier Andika terus menanjak.

Pada 2018, Andika tiga kali mendapat promosi. Pada awal 2018, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Jabatan ini mengantarkan Andika memperoleh bintang tiga atau letnan jenderal (Letjen).

Pada Juli, Andika kembali mendapat promosi. Ia diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto, yang pensiun.

Baru lima bulan menjabat Pangkostrad, Andika kini menjabat pimpinan tertinggi TNI AD. Andika dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Andika juga diketahui banyak menghabiskan waktu untuk studi di luar negeri di awal kariernya. Ia memiliki tiga gelar master dari universitas di Amerika Serikat. Andika pernah menjalani pendidikan di Norwich University. Kemudian pada 2003, Andika melanjutkan studi di National War College (NWC), yang merupakan bagian dari National Defense University, Washington, DC.

Dua tahun kemudian, Andika belajar di George Washington University, yang juga berada di Washington, DC. Ia juga merupakan lulusan terbaik Seskoad angkatan 1999/2000.

Untuk pengalaman operasi militer, Andika diketahui pernah memimpin penangkapan seorang yang dituduh sebagai pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor, pada 2002. Ia juga disebut pernah melaksanakan operasi Timor Timur pada 1990, operasi teritorial di lokasi yang sama pada 1992, dan operasi bakti TNI di Aceh pada 1994. Dia juga disebut-sebut pernah melakukan misi operasi khusus di Papua.

Harta Rp 179 M
Dilihat di laporan LHKPN, Rabu (3/11), Andika Perkasa memiliki total harta kekayaan Rp 179.996.172.019 (miliar). Laporan harta ini dilaporkan Andika pada 20 Juni 2021.

Andika memiliki tanah dan bangunan di wilayah Jakarta, Cianjur, Sleman, Surabaya, Bogor, Tabanan, Bandar Lampung, Bantul, dan tanah beserta bangunan hibah di Australia dan Amerika Serikat (USA). Jika dirupiahkan, seluruh tanah dan bangunan milik Andika Perkasa senilai Rp 38.164.250.000. (Dik/TM/detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com