Jokowi di Acara Ombudsman: Warga Harus Aktif Lapor Potensi Maladministrasi


357 view
Jokowi di Acara Ombudsman: Warga Harus Aktif Lapor Potensi Maladministrasi
(Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Presiden Jokowi. 

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi Ombudsman Republik Indonesia yang terus mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Jokowi juga mendorong masyarakat lebih aktif melaporkan kritik dan potensi maladministrasi pelayanan publik.

"Semua pihak harus menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," ujar Jokowi dalam pidatonya di Laporan Tahunan Ombudsman secara virtual, Senin (8/2).

Dikatakan Jokowi, negara hadir jika dapat menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat dan berkeadilan. Untuk mewujudkan ini, diperlukan transformasi sistem dan perubahan pola pikir budaya birokrasi.

"Kita juga punya kerja besar untuk mengubah model pelayanan birokrasi yang selama ini kaku, terjebak pada hal yang bersifat prosedural, bersifat administratif dan menjadi pelayanan publik yang menekankan pada kecepatan, inovatif, berorientasi pada hasil," kata Jokowi.

"Kita juga punya kerja besar untuk mengubah model pelayanan birokrasi yang selama ini kaku, terjebak pada hal yang bersifat prosedural, bersifat administratif dan menjadi pelayanan publik yang menekankan pada kecepatan, inovatif, berorientasi pada hasil," ucap Jokowi.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah punya pekerjaan rumah besar untuk mengubah pelayanan birokrasi. Jokowi menekankan pelayanan publik ke depan harus inovatif, cepat dan berorientasi kepada hasil.

"Kita juga punya kerja besar untuk mengubah model pelayanan birokrasi. Yang selama ini kaku, terjebak kepada hal-hal bersifat prosedural, berisfat administratif, " ujar Jokowi.

"Agar menjadi pelayanan publik yang menekankan pada kecepatan, inovatif dan berorientasi pada hasil. Sekali lagi ini sebuah kerja besar kita bersama," lanjutnya.

Sehingga, Jokowi meminta partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung hal tersebut. Selain itu, perubahan itu juga perlu pengawasan dari Ombudsman Republik Indonesia. "Baik input, kritik dan dukungan agar pelayanan publik di negara kita semakin berkualitas," tutur Jokowi.

Dirinya mengapresiasi kinerja Ombudsman yang selama ini terus mengawal dan mengawasi jalannya pelayanan publik di Indonesia.

Selama ini, kata Jokowi, Ombudsman sudah mengawasi pelayanan publik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelayanan publik yang dilakukan BUMN maupun badan swasta serta perorangan yang ditunjuk untuk mengadakan pelayanan publik tertentu.

Acara ini juga sekaligus laporan dari anggota Ombudsman periode 2016-2021 sebelum berganti keanggotaan. Anggota Ombudsman periode 2016-2021 juga sempat bertandang ke Istana Kepresidenan untuk menyerahkan laporan tahun 2020 kepada Jokowi.

Dalam pertemuan ini, Jokowi menerima secara langsung audiensi dari Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty beserta Anggota Ombudsman RI, Adrianus E. Meliala, Ahmad Alamsyah Saragih, Alvin Lie, Dadan S. Suharmawidjaja, dan Ninik Rahayu; dan Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda P. Pasaribu.

Selain menyampaikan Laporan Tahunan tahun 2020, Ombudsman juga menyampaikan secara singkat laporan kinerja Ombudsman RI selama periode 2016-2021 sekaligus menyampaikan bentuk-bentuk dukungan yang diharapkan akan datang dari Pemerintah kepada Lembaga Ombudsman RI, baik dalam bentuk anggaran maupun peningkatan kesejahteraan, serta kelengkapan sarana prasarana. (detikcom/Kompas.com/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com