Diajak Saksikan Pembukaan Asian Games

Joni Pemanjat Tiang Bendera Diterima Jokowi di Istana, Senin


605 view
Jakarta (SIB)- Aksi heroik siswa SMP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Ande Kala (sebelumnya ditulis Yohanis Gama Marschal Lau) menyita perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi akan mengundang siswa yang akrab disapa Joni itu ke Istana Kepresidenan.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang menerima Joni di kantornya. Imam senang banyak pihak yang mengapresiasi aksi heroik Joni yang memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih bisa berkibar.

"Kita bersyukur, siang ini kita bertemu dengan pahwalan kita, anak muda yang sangat heroik. Terima kasih kepada banyak pihak yang mengapresiasi Joni," kata Imam di kantornya, Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).

Salah satu pihak yang mengapresiasi aksi Joni yakni Presiden Jokowi. Imam mengatakan, Jokowi akan mengundang Joni ke Istana pada Senin (20/8) besok.
"Senin diterima Bapak Presiden," katanya.

Sebelum bertemu dengan Jokowi, Imam mengatakan Joni diajak menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Sabtu malam. Imam menilai, Joni pantas menerima apresiasi karena aksi heroiknya tersebut.

"Joni akan menyaksikan pembukaan Asian Games. Ini sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena kita punya Joni yang sangat heroik dan sangat spektakuler," kata Imam.

Sakit
Sementara itu, Yohanes menceritakan aksinya yang memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar. Siswa SMP yang akrab disapa Joni itu mengaku tengah sakit perut saat dia memanjat tiang bendera tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi saat upacara tengah berlangsung di salah satu lapangan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Joni saat itu menjadi peserta upcara, namun dia harus ke posko kesehatan karena sedang sakit perut.

"Saya sakit perut terus naik ke (pos) kesehatan," kata Joni saat ditemui wartawan di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta.

Saat di pos kesehatan itu, Joni mendengar Wakil Bupati menyampaikan soal tali bendera yang putus. Dia kemudian bergegas menuju tiang untuk memanjat.
"Terdengar Bapak Wakil Bupati bilang siapa yang bisa naik tiang bendera ini. Saya langsung buka sepatu, langsung naik tiang bendera," katanya.

Saat memanjat, Joni mengaku tidak memikirkan apa-apa. Dia hanya ingin agar tali yang putus tersebut bisa dibetulkan agar Merah Putih bisa berkibar.

"Nggak pikirkan apa-apa, lari buka sepatu, langsung naik," katanya.

Dia juga mengaku tidak takut jatuh. "Tidak," katanya.

Saat Joni memanjat, banyak orang yang meminta agar dia segera turun. Namun permintaan itu dihiraukan, sebab dia ingin tali yang putus itu bisa segera dibetulkan.

"Harus berusaha ambil talinya, supaya bisa lanjut upacaranya," kata Joni.

Seperti diketahui, Yohanis atau akrab disapa Joni merupakan siswa SMP yang nekat memanjat tiang bendera setinggi 23 meter. Saat itu, tengah berlangsung upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di satu lapangan di Kabupaten Belu. Tali yang sedianya mengibarkan Sang Saka Merah Putih putus, sehingga kegiatan upcara terhenti sejenak.

Jadi Prajurit
Banyak penghargaan yang didapat Yohanis Gama Marschal. Penghargaan tambahan akan diberikan dari TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan apresiasi atas keberanian Yohanis atau yang akrab dipanggil Joni. Atas aksi heroiknya, Joni akan mendapat beasiswa hingga menjadi prioritas bila nantinya berniat masuk TNI.

"Atas aksi heroiknya, Panglima TNI mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Johannes Adekalla berupa beasiswa hingga lulus SMA. Setelah lulus SMA akan mendapat prioritas apabila ingin menjadi prajurit TNI," ujar Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah.

Beri Rp 25 Juta 
Di kesempatan berbeda pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menanggapi aksi heroik siswa SMP Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Gama Marschal Lau yang memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar. Hotman akan menghadiahkan uang sebesar Rp 25 juta kepada Yohanis untuk jajan permen.

Hal itu diungkapkan Hotman Paris lewat postingan video yang dilihat di akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial, Sabtu (18/8). Dari ruang garasi mobil mewahnya, dia menyatakan salut dengan sikap Yohanis yang spontan memanjat tiang bendera setinggi 23 meter tersebut.

"Salam dari garasi Hotman Paris. Kepada anak remaja Yohanis, pemuda NTT yang punya nyali berani memanjat bendera dan spontan pada saat tali bendera putus di NTT, saya salut. Dalam ratusan IG saya dan ceramah, saya selalu mengatakan nyali yang positif sangat perlu dibina, sangat perlu dibangun untuk kesuksesan," kata Hotman.

Atas nyali dan sikap heroik siswa SMP yang akrab dipanggil Joni itu, Hotman pun mengganjar Yohanis dengan hadiah uang sebesar Rp 25 juta. Uang itu diberi untuk jajan Yohanis.

"Kepada Yohanis pemuda NTT, nanti gua kasih uang jajan ya, gua kasih uang jajan Rp 25 juta, tolong kasih tahu rekening orangtua kamu untuk beli permen. Remaja NTT yang patut dikagumi," katanya.

Hotman pun membandingkan sikap heroik Yohanis itu dengan sikap anak muda lainnya yang dia nilai selalu mengeluh. Hotman mengatakan, sikap mengeluh dan nyinyir itu harus dibuang.

"Jangan seperti pemuda-pemudi lainnya yang bisanya cuma nyinyir, nyinyir, nyinyir tapi prestasi nggak ada. Nyinyir, nyinyir, nyinyir tapi ekonomi bokek, itu harus dibuang sifat seperti itu," katanya. (detikcom/f)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com