KKB Ancam Tembak Mati Pendatang di Papua, TNI-Polri Perketat Pengamanan

* Kontak Senjata Dekat Bandara Ilaga, 1 Teroris KKB Ditembak

178 view
KKB Ancam Tembak Mati Pendatang di Papua, TNI-Polri Perketat Pengamanan
Antara\r\n
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri.
Jakarta (SIB)
Aparat TNI-Polri mulai memperketat pengamanan di wilayah Papua menyusul adanya ancaman dari kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang akan menembak mati pendatang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, pihaknya berusaha optimal untuk memberikan kedamaian di tanah Papua dari ancaman kelompok teroris KKB. "Yang jelas, ketika melihat gangguan-gangguan seperti ini, TNI Polri terus berupaya secara optimal. Bagaimana gangguan-gangguan itu bisa ditangani dengan baik," ujar Karo Penmas dilansir dari laman resmi Polri, Selasa (8/6).

Karo Penmas meminta masyarakat tidak khawatir dengan ancaman gangguan keamanan kelompok KKB Papua. Menurutnya, TNI-Polri akan menangani berbagai ancaman ketertiban di tanah Papua.

"Pasti akan seperti itu, ketika ada gangguan pasti TNI dan Polri bersama instansi yang lainnya akan menangani gangguan tersebut," tukas Karo Penmas.

Sebagai informasi, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) memberikan ultimatum kepada pendatang atau bukan orang asli Papua (OAP) yang bekerja di tanah Cendrawasih.

TPNPB-OPM mengancam akan langsung menembak mati jika melihat ada non-Papua yang bekerja di daerah konflik. Untuk itu, mereka meminta seluruh non-Papua keluar dari daerah konflik. Adapun daerah konflik yang dimaksudkan di daerah Puncak Papua, Intan Jaya, dan Ndugama.

Ditembak
Sementara itu, satu anggota teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua ditembak aparat gabungan TNI-Polri. Baku tembak terjadi saat aparat sedang patroli di dekat bandara.

"Sampai malam tadi, tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengejaran kelompok kriminal teroris bersenjata yang membawa rekannya yang tertembak," kata Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6).

Disebutkan, peluru aparat menembus paha teroris KKB tersebut. Namun belum ada kepastian tembakan mengakibatkan anggota KKB itu meninggal dunia atau tidak.

Baku tembak ini terjadi kemarin, Senin (7/6). Awalnya patroli gabungan TNI-Polri dilakukan dengan dipimpin Kapolres Puncak, Kompol Nyoman dan Dandim Puncak, Letkol Rofi Irwansah. Namun tiba-tiba ada tembakan dari arah honai (rumah adat Papua).

"Aparat tetap tidak bergeser dan terus menyisir ke arah kelompok teroris di ketinggian. 8 personil gabungan TNI-Polri tiba di pinggir Bandara Ilaga pukul 17.04 WIT. Tim memantau ke arah sebelah kanan bandara dan terlihat 1 orang bersembunyi di samping rumah, sedang memegang senjata api," jelas Iqbal.

"Dan personel Satgas Nemangkawi melakukan penembakan sehingga 1 tepat mengenai paha," sambung dia.

Beberapa rumah di sekitar area kontak tembak dibakar oleh KKB. Iqbal kemudian menyebut anggota KKB yang tertembak belakangan diketahui bernama Sapikul.

"Patroli gabungan TNI-Polri terus dilakukan untuk memberikan perlindungan dan keamanan masyarakat Ilaga," tutur Iqbal.

Sementara itu Iqbal menjelaskan situasi di sekitar Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak sejak kemarin sebenarnya sudah berangsur normal. Bandara sudah beroperasi dan tercatat ada tiga penerbangan dari dan ke Bandara Aminggaru.

"Kemarin sudah 3 flight menuju dan dari Bandara Aminggaru, Ilaga, biasanya puluhan. Ya kegiatan di bandara ini distribusi barang dan lalu lintas masyarakat yang akan ke Timika atau kota lainnya," jelas Iqbal. (Bisnis/detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com