* Andi Arief Klaim Temukan Bukti Tiket Moeldoko ke Sumut untuk KLB

KLB Partai Demokrat akan Digelar 4-6 Maret di Deliserdang, Sumut Menolak

* DPP GAMKI Bantah Terlibat

426 view
KLB Partai Demokrat akan Digelar 4-6 Maret di Deliserdang, Sumut Menolak
(Foto SIB/Lisbon Situmorang)
TIBA DI KNIA : Sejumlah mantan kader Partai Demokrat di antaranya Jhoni Allen Marbun (2 dari kanan/acungkan jempol) tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kamis (4/3) malam, di Deliserdang. 
Jakarta (SIB)
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengungkap upaya KLB terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Sumut, yang disebutnya melibatkan Kepala KSP Moeldoko. Andi Arief mengklaim menemukan bukti tiket keberangkatan itu.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi dan Pak Mensesneg tidak tahu soal keberangkatan Pak Moeldoko ke Sumatera Utara dalam rangka mengambil alih kepemimpinan AHY di Partai Demokrat. Demikian juga Pak Prof @mohmahfudmd dan Pak Kapolri. Kami menemukan bukti tiket yang jatuh di bandara," cuit Andi Arief kepada wartawan, Kamis (4/3).

Andi Arief kemudian mencolek akun Menko Polhukam Mahfud Md. Dia berharap Mahfud Md melarang Moeldoko terbang ke Sumut.

"Pak Prof @mohmahfudmd ysh, meski ada keterlibatan KSP Moeldoko dalam kudeta Demokrat besok, saya harap Pak Prof larang perbuatan melanggar hukum Pak Moeldoko. Dasarnya langgar UUD, UU kepartaian dan AD/ART partai yang disahkan negara. Karena Pak Jokowi sudah nggak mau dengar lagi," sebut Andi Arief.

"Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak tmbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal-ugalan Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya," imbuh dia.

Moeldoko yang sudah dihubungi via aplikasi perpesanan terkait tudingan Andi Arief belum terbalaskan.
Terkait isu kudeta PD di Sumut, Andi Arief menyebut, timnya melakukan penelusuran di salah satu hotel di Deli Serdang. Ketika timnya sampai di lokasi hotel diduga tempat KLB akan berlangsung, mereka menanyakan kegiatan yang mengatasnamakan Partai Demokrat. Resepsionis, kata Andi Arief, menjawab kegiatan Demokrat tidak ada, tapi ada kegiatan GAMKI.

Tim PD kemudian meminta nama-nama tamu dari luar kota dan dia mengklaim ada nama Kepala KSP Moeldoko hingga Jhoni Allen Marbun yang tengah dikaitkan dengan isu kudeta PD.

"Akan tetapi yang ada kegiatan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) yang dilaksanakan selama 3 hari, Kamis, Jumat, dan Sabtu," sebut Andi Arief.

"Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota, maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dan lain-lain," ucap Andi Arief.

Adapun nama-nama seperti Max Sopacua dan Marzuki Alie yang disebut-sebut Andi Arief telah membantah.

"Ketemu Pak Moeldoko di mana? Ketemunya di mana saya. Andi Arief dari mana tahu dia? Kebanyakan mengkhayal dia itu," kata Max, saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/3).

"Saya nggak tahu, masih di Jakarta," kata Marzuki Alie saat dihubungi terpisah, Kamis (4/3).
Nama GAMKI juga disebut-sebut dipakai sebagai pelaksana cara diduga KLB PD. DPP GAMKI mendalami informasi ini dan menegaskan mereka tidak terlibat.

"DPP GAMKI telah menelusuri dan mengkonfirmasi kepada Dewan Pimpinan Daerah GAMKI Provinsi Sumatera Utara terkait persoalan ini. Dapat kami tegaskan bahwa DPD GAMKI Provinsi Sumatera Utara ataupun DPC GAMKI se-Sumatera Utara tidak pernah melaksanakan kegiatan ataupun pertemuan apapun di Hotel The Hi** pada tanggal 4-6 Maret 2021," kata Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Willem menegaskan, GAMKI adalah organisasi yang independen dan tidak terafiliasi kepada partai politik ataupun organisasi manapun. Fungsionaris pengurus ataupun anggota GAMKI baik di pusat maupun daerah, katanya, diberikan kebebasan, hak berdemokrasi, dan hak berpolitik secara pribadi masing-masing untuk terlibat dalam organisasi masyarakat ataupun partai politik.

Namun, GAMKI memiliki kebijakan untuk tidak ikut campur dalam urusan internal organisasi lain, baik itu organisasi masyarakat maupun partai politik yang sedang berpolemik dan inkonstitusional. Karena itu, GAMKI kini membentuk tim pencari fakta usai disebut-sebut Andi Arief dalam polemik PD.

"Saat ini kami sedang membentuk tim pencari fakta, untuk menelusuri apakah ada oknum yang telah membawa-bawa nama organisasi GAMKI dalam mempersiapkan pertemuan di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang," kata Willem.

"Siapapun orang yang terbukti mengkait-kaitkan organisasi GAMKI dalam urusan internal organisasi lainnya, kami dari DPP GAMKI akan melakukan langkah organisasi ataupun langkah hukum lainnya secara tegas dan terukur. Kami meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan organisasi GAMKI dengan polemik partai politik yang sedang terjadi saat ini," tegas Willem.

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie membantah klaim Andi Arief yang menuding dirinya terlibat upaya kudeta Partai Demokrat di Deli Serdang Sumut. Marzuki menyebut tidak tahu terkait rencana tersebut.

"Saya nggak tahu, masih di Jakarta," kata Marzuki Alie saat dihubungi, Kamis (4/3).

Marzuki menekankan, jika hendak melakukan kudeta, menurutnya, ia tidak perlu jauh-jauh hingga ke Sumut. Dia memastikan upaya itu bisa saja dilakukan di Jakarta jika benar.

"Ngapain di sana kalau mau bertemu, di Jakarta cukup kalau mau," ucapnya.

Marzuki Alie pun memastikan tidak mengerti apakah Andi Arief berbohong atas pernyataannya yang menyebut sejumlah tokoh berencana melakukan kudeta partai pada Maret ini di Sumut. "Saya nggak ngerti," ujarnya.

Menolak
Sementara itu, jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan KLB ilegal di Deliserdang.

“Saya tidak terima Sumatera Utara dijadikan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan illegal yang melanggar kehormatan dan kedaulatan Partai Demokrat,” tegas Heri Zulkarnain, Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, yang membawahi 33 DPC se-Provinsi.

Heri sendiri yang menemukan daftar nama tamu di sebuah hotel di Deli Serdang, yang memuat nama-nama mantan kader serta Kepala KSP Moeldoko. Pihak hotel menyatakan bahwa semua kamar hotel sudah dipesan atas nama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Penegasan Heri diamini oleh ketua-ketua DPC Partai Demokrat di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Ketua DPC Gunung Sitoli Herman Jaya Harefa, misalnya, menolak tegas pelaksanaan KLB illegal, apalagi dilaksanakan di provinsi Sumatera Utara. “Kami loyal dan setia pada kepemimpinan Ketum AHY dan kepengurusan hasil Kongres V Partai Demokrat, 15 Maret 2020,” kata Herman. “Saya sendiri ikut aklamasi memilih mas AHY sebagai Ketum karena saya melihat masa depan Partai Demokrat memang cerah di tangan beliau.”

Ketua DPC Kota Sibolga Efendi Marpaung juga berpendirian sama. “Tidak ada itu KLB. Itu sudah pasti illegal. Mana ada KLB diselenggarakan oleh para mantan kader?” gugat Efendi, “Saya ikut memilih mas AHY sebagai Ketum dalam Kongres V Partai Demokrat, bulan Maret tahun lalu. Elektabilitas beliau dan Partai Demokrat terus naik. Mana mungkin digantikan oleh orang lain yang elektabilitasnya nol?”

Penolakan keras juga muncul dari Serdang Berdagai. Labuhan Hasibuan, Ketua DPC Partai Demokrat di sana menegaskan, “Tolak KLB ilegal. Sebagai pengurus partai dan pemilik suara, saya tidak rela hak saya dicuri oleh oknum penyelenggara KLB ilegal. Apapun hasilnya, tidak sah, tidak akan kami akui.”

DPD Partai Demokrat Sumut kini sedang mengupayakan agar kegiatan-kegiatan ilegal atau terselubung yang mengatasnamakan Partai Demokrat dibatalkan atas nama hukum.

Tiba
Sementara itu, sejumlah mantan kader Partai Demokrat, tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kamis (4/3) malam, di Deliserdang.

Informasi dihimpun, sejumlah mantan kader Partai Demokrat itu tiba di Bandara Kualanamu, Kamis (4/3) pukul 19.30 WIB, dengan menggunakan Batik Air ID 7013 dari Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta.

Di antara yang tiba, tampak Jhoni Allen Marbun, Darmizal, Boyke Novrizon, Achmad Yahya dan Max Sopacua, selanjutnya berangkat dari Bandara menggunakan mobil jemputan 4 unit Mobil Toyota Alphard.

Max Sopacua, ketika tanyakan wartawan kedatangannya di Sumut mengaku, untuk menghadiri undangan. Ketika disinggung mengapa begitu banyak rombongan, dia mengaku ketemu saat di pesawat.

"Gak saya ada (menghadiri) acara pernikahan ini. Kebetulan ketemu di pesawat ini. Saya ada acara pernikahan keluarga," ungkapnya.

Sementara Jhoni Allen Marbun menjawab wartawan mengatakan, kehadirannya untuk merasakan kuliner di Kota Medan. "Ini banyak dalam rangka makanan khas Medan, enak-enak," sebutnya.

Ketika disinggung apakah akan mengelar KLB yang tempatnya di The Hill Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, sebagaimana informasi yang beredar, Allen mengaku tidak tahu hal itu. "Saya belum pernah tahu tempat itu," katanya.

Harus Disetujui SBY
Desakan kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat terus disuarakan sejumlah kader yang dipecat. Aturan PD mengharuskan KLB disetujui Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai. PD mengungkapkan alasan di balik peraturan ini.

"Demokrat belajar sejarah kepartaian Indonesia bagaimana partai bisa direbut paksa/dijual. Konsep majelis tinggi 'kunci' agar cara brutal pengambilalihan bisa dicegah," kata Andi Arief dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Kamis (4/3).

Andi Arief menjelaskan peran penting Majelis Tinggi PD. Menurut dia, niat sejumlah kader untuk melengserkan AHY sudah diantisipasi sejak lama.

"Majelis tinggi jadi penjaga ideologi sekaligus kontinuitas partai. Niat Jhoni Allen dan lain-lain sudah kita antisipasi lama," sebut Andi Arief. (detikcom/R5/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com