* Pencarian CVR Masih Lanjut

KNKT Tegaskan Investigasi SJ182 Belum Usai

* Penyebab Pilot Tak Recovery Masih Misterius

241 view
KNKT Tegaskan Investigasi SJ182 Belum Usai
(Foto: Toutube/KompasTV)
RILIS: Ketua Sub-Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, menyampaikan rilis mengenai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Rabu (10/2). 
Jakarta (SIB)
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan preliminary report atau laporan pendahuluan terkait tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. KNKT mengungkap investigasi terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih akan berlanjut, dan pencarian CVR juga masih terus dilakukan.

"Investigasi belum selesai, dan cockpit voice recorder atau CSMU dari CVR ini belum ditemukan, dan KNKT masih melakukan upaya pencarian dengan berbasis di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu," kata Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers yang disiarkan secara virtual, Rabu (10/2).

Pencarian CVR masih akan terus dilakukan dengan bantuan Basarnas dan penyelam di Kepulauan Seribu. Selain itu, KNKT akan melakukan investigasi lebih lanjut dan beberapa komponen yang terkait dengan sistem sistem yang terlihat mengalami gangguan, yaitu ground proximity warning system (GPWS), yang berhasil ditemukan dari lokasi kecelakaan.

"Kemudian juga terkait komponen-komponen yang terkait autothrottle yang terpasang di pesawat dan bagaimana proses perawatan selama ini yang telah dilakukan," kata Nurcahyo.

Selain itu, KNKT akan melakukan investigasi dan pendalaman terkait faktor manusia dan faktor organisasi dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ182. Nurcahyo menyebut laporan awal KNKT ini dapat diunduh di website knkt.dephub.go.id/knkt.

Misterius
Sebelumnya, KNKT mengakui belum bisa menyimpulkan mengapa pilot Sriwijaya Air SJ182 tidak memulihkan kendali pesawat atau recovery saat pesawat mulai menurun. Sebab, memori dalam cockpit voice recorder (CVR) belum ditemukan.

"Ini juga pertanyaan saya. Mudah-mudahan kalau nanti cockpit voice recorder sudah ditemukan, kita bisa mendapatkan jawaban kira-kira apa yang terjadi di kokpit, bagaimana diskusi antarpilot dan apa yang mereka lakukan," ujar Kapten Nurcahyo.
KNKT saat ini masih menyampaikan laporan awal soal kecelakaan Sriwijaya Air SJ182. Variabel seperti percakapan di kokpit antara pilot dan kopilot sebelum kecelakaan pesawat belum diketahui.

"Apa yang terjadi, kami tidak tahu. Jadi, kami belum bisa menjawab masalahnya apa," ujar Nurcahyo.
Temuan awal KNKT ini disampaikan berdasarkan rekaman flight data recorder (FDR). Sistem autopilot pesawat mati saat ketinggian pesawat berkurang.

Komunikasi terakhir pilot Sriwijaya Air SJ182 dan petugas air traffic controller (ATC) pada 9 Januari 2021 itu terekam hingga pukul 14.39.59 WIB. Setelah itu, kondisi terakhir pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC ini diketahui dari rekaman FDR.

Pada pukul 14.40.05 WIB, FDR merekam ketinggian tertinggi pesawat adalah 10.900 kaki. Lalu ketinggian pesawat terus berkurang.
"Setelah ketinggian itu, pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif atau disengage, arah pesawat saat itu 016 derajat. Sikap pesawat, hidungnya pada posisi naik atau pitch up dan pesawat mulai miring ke kiri atau roll ke kiri. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri berkurang sedangkan yang kanan tetap," ujar Nurcahyo.
Pada pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage). Sikap pesawat yang tadinya pitch up berubah jadi pitch down atau menunduk.

"Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data," katanya.
Penerbangan ini diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin, dan membawa 56 penumpang. Saat ini operasi SAR telah ditutup tapi KNKT masih mencari memori CVR blackbox. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com