KPK Adakan Bimtek Keluarga Berintegritas Sasar 70 Pemerintah Daerah


190 view
KPK Adakan Bimtek Keluarga Berintegritas Sasar 70 Pemerintah Daerah
Foto ANTARA/Hery Sidik
BERI KETERANGAN: Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Brigjen Pol Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi memberikan keterangan pers usai Bimtek Keluarga Berintegritas di Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (5/12) 

Bantul (SIB)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan kegiatan bimbingan teknis keluarga berintegritas dalam rangka mencegah praktik korupsi bagi pejabat penyelenggara pemerintahan dengan menyasar sekitar 70 an pemerintah kabupaten dan provinsi se Indonesia sejak program itu digulirkan pada 2022.

"KPK dalam rangka membangun keluarga berintegritas ini yang pertama sudah dilakukan di tingkat para menteri dan istrinya, itu kita lakukan di KPK," kata Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Brigjen Pol Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi di sela-sela Bimtek Keluarga Berintegritas di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/10).

Dia mengatakan, bimtek antikorupsi dalam membangun keluarga berintegritas di tingkat menteri dan keluarga tersebut dilakukan selama tiga hari dengan nama Paku Integritas (Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas).

"Kemudian untuk tingkat provinsi dan kabupaten itu kita turun, namanya Keluarga Berintegritas. Nah, sampai saat ini hampir sekitar 70-an kabupaten provinsi yang kita lakukan, dan ini akan kita lakukan terus di seluruh Indonesia," katanya.

Dia mengatakan, program Keluarga Berintegritas dan Paku Integritas KPK tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2022, sehingga pada 2023 merupakan tahun kedua berjalan dalam rangka bagaimana KPK membangun keluarga berintegritas.

"Karena keluarga itu penting, dari hasil analisa kita ternyata banyak juga korupsi itu melibatkan istri, melibatkan anak, saudara saudara, itulah kenapa keluarga berintegritas ini tujuannya mengingatkan, jangan sampai nanti setelah kejadian baru saling menyalahkan," katanya.

Dia mengatakan, apalagi penyelenggara pemerintah baik daerah maupun negara ketika terseret kasus korupsi, yang rugi bukan hanya dirinya sendiri, tetapi keluarga besar, bahkan lingkungan sekitar yang menanggung beban akibat tindakan merugikan negara itu.

Dia juga mengatakan, dalam penegakan korupsi, KPK tidak bisa kerja sendiri, namun perlu peran serta masyarakat salah satunya dari lingkungan keluarga, makanya keluarga atau pasangan suami istri dihadirkan dalam kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas.

Dia mengatakan, tujuannya membangun keluarga yang harmonis, saling menyayangi dan mengingatkan untuk tidak melakukan korupsi atau pelanggaran pelanggaran dalam menjalankan pemerintahan.

"Jadi, bagaimana seorang istri berperan, seorang suami berperan termasuk bagaimana memberikan keteladanan mengajarkan kepada anak untuk berperilaku antikorupsi, karena mereka adalah generasi-generasi kita yang perlu juga kita ingatkan nilai-nilai integritas supaya tidak korupsi," katanya. (Antara/d)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com