KPK Cecar Pemilik Rekening soal Aliran Suap AKP Robin dari Wali Kota Tanjungbalai

* MKD DPR Masih Teliti Dokumen Aduan Terhadap Azis Syamsuddin

277 view
KPK Cecar Pemilik Rekening soal Aliran Suap AKP Robin dari Wali Kota Tanjungbalai
Andhika Prasetia/detikcom
Gedung Merah Putih KPK
Jakarta (SIB)
Pemeriksaan saksi-saksi berkaitan dengan perkara dugaan suap penyidik KPK dari kepolisian AKP Stepanus Robin Pattuju mulai dilakukan KPK. Salah satu saksi yaitu merupakan pemilik rekening yang digunakan untuk menampung uang suap untuk AKP Robin.

Saksi itu atas nama Riefka Amalia. Dari Riefka, KPK membutuhkan keterangan mengenai aliran suap.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penggunaan rekening bank milik para saksi oleh tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan MH (Maskur Husain) untuk menerima aliran sejumlah dana," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (27/4).

Selain Riefka ada saksi lainnya yaitu Angga Yudistira yang juga diduga digunakan rekeningnya untuk menerima suap itu. Ali menyebut, pemeriksaan untuk dua saksi itu berlangsung pada Senin (26/4) kemarin.

"Keterangan lengkapnya tentu telah tertuang dalam BAP para saksi yang akan dibuka ketika proses persidangan di Pengadilan Tipikor," ujar Ali.

Dalam perkara ini AKP Robin diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan. Saat beraksi AKP Robin dibantu seorang pengacara bernama Maskur Husain. Saat ini AKP Robin, Maskur, dan Syahrial sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Masih berkaitan dengan kasus tersebut, KPK menyebutkan ada peran Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Azis Syamsuddin yang mengenalkan Syahrial ke AKP Robin.

"Pada Oktober 2020, MS (M Syahrial) menemui AZ (Azis Syamsuddin), Wakil Ketua DPR RI, di rumah dinasnya di Jakarta Selatan dan menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemerintahan Kota Tanjungbalai," kata Firli saat itu.

Azis Syamsuddin sendiri sudah angkat bicara perihal itu. Namun respons Azis Syamsuddin masih belum terang.

"Bismillah alfatehah," kata Azis Syamsuddin lewat pesan singkat saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/4).

Politikus Golkar ini tak menjelaskan apa maksud responsnya itu. Dia juga tak menepis atau membenarkan kronologi yang disampaikan Firli soal pertemuan di rumahnya.

Diteliti
Terkait Azis Syamsuddin yang dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kasus dugaan suap penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota (Walkot) Tanjungbalai M Syahrial, MKD DPR menyatakan masih mengecek kelengkapan dokumen laporan tersebut.

"MKD telah menerima aduan terhadap Pak Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan suap kepada penyidik KPK. Saat ini petugas sekretariat MKD sedang memeriksa kelengkapan syarat syarat formil aduan tersebut dan pengadu memiliki waktu untuk melengkapi semua persyaratan dalam waktu 14 hari," kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/4).

Habiburokhman menyebut, MKD belum akan membahas aduan terhadap Azis Syamsuddin. Pasalnya, DPR saat ini tengah memasuki masa reses.

"MKD belum akan melakukan pembahasan kasus kasus yang masuk karena masa reses baru berakhir tanggal 6 Mei mendatang dan seluruh anggota MKD sedang berada di dapil masing-masing untuk melayani konstituennya," ucap Habiburokhman.

Pelapor Azis Syamsuddin ke MKD DPR adalah Wakil Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Kurniawan Adi Nugroho. Dalam surat tanda terima MKD, pokok aduan laporan tersebut adalah pertemuan antara pihak yang sedang diselidiki KPK dan penyidik KPK di rumah dinas Azis Syamsuddin. Menurut Kurniawan, Azis sepatutnya tak memfasilitasi pertemuan tersebut.

Kuniawan menyebut Azis Syamsuddin telah melanggar kode etik.

"Nah, itu kan Pak Azis ini dia sudah dari Komisi III di mana KPK mitra kerja dari dulu. Dia seharusnya tahu bahwa itu adalah perbuatan yang dilarang tapi itu justru dilakukan apalagi ternyata pertemuan itu membahas perbuatan yang melanggar hukum," ujar Kurniawan, Senin (26/4). (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com