KPK Gelar Rekonstruksi Terbuka Kasus Suap Bansos Corona, Duit Rp150 Juta Disimpan dalam Gitar


278 view
KPK Gelar Rekonstruksi Terbuka Kasus Suap Bansos Corona, Duit Rp150 Juta Disimpan dalam Gitar
Foto: Ant/Indrianto Eko Suwarso
KPK GELAR: Tersangka Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso (kiri) dan pihak swasta Harry Sidabuke (kedua kanan) mengikuti rekonstruksi perkara dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/2).
Jakarta (SIB)
KPK menggelar rekonstruksi perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Corona (COVID-19), yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Rekonstruksi perkara di hadapan publik baru pertama kali ini dilakukan KPK.

Rekonstruksi dilakukan di gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/2). Para tersangka dilibatkan dalam rekonstruksi kali ini.

Pantauan pada pukul 11.43 WIB, tersangka pertama yang datang adalah Harry Sidabuke. Lima menit berselang, disusul tersangka Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Dalam kasus ini, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan sebagai salah satu tersangka oleh KPK. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

"Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, diduga diterima fee kurang-lebih sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers sebelumnya.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar, yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," imbuh Firli.

DISIMPAN DALAM GITAR
Dalam rekonstruksi kasus dugaan korupsi bansos Corona ini terungkap tahap demi tahap penyerahan uang ratusan juta rupiah.

Adegan 03 pertemuan antara tersangka Harry Van Sidabuke dengan Agustri Yogasmara alias Yogas, selaku operator dari anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus, pada Mei 2020. Adegan ini diskenariokan di Ruang ULP.

Adegan 04, dilakukan pertemuan di ruangan tersangka Matheus Joko Santoso, selaku Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemensos). Pertemuan digelar pada Mei 2020.

Dalam adegan ini dihadirkan tersangka Matheus Joko Santoso dan Harry Van Sidabuke. Keduanya bertemu dengan Direktur Utama PT Mandala Hamonangan Sude, Rangga Derana Niode dan Direktur Utama PT Agri Tekh Sejahtera Lucky Falian.

Rangga dan Lucky diperagakan langsung oleh yang bersangkutan. Perusahaan Rangga dan Lucky menjadi vendor penyedia sembako bansos.

Pada adegan 04 ini, ditampilkan penyerahan duit tahap pertama sebesar Rp 100 juta dari pihak vendor ke Matheus Joko dan Harry Sidabuke. Penyerahan duit itu diserahkan di ruangan Matheus Joko di lantai 3 Kemensos RI pada Mei 2020.

Adegan berikutnya, yakni 05, ada penyerahan duit tahap ketiga sebesar Rp 100 juta. Penyerahan itu juga dilakukan oleh Rangga dan Lucky kepada Matheus Joko dan Harry Sidabuke di lantai 3 Kemensos RI pada Mei 2020.

Penyerahan duit tahap ke 5 dilakukan pada adegan ke 07 pada bulan Juni 2020. Duit yang diserahkan juga jumlahnya Rp 100 juta di ruang yang sama. Penyerahan duit tahap 6 dilakukan pada bulan Juli di ruang Matheus Joko dengan vendor yang sama. Jumlahnya Rp 100 juta.

Adegan ke 08 merekonstruksi penyerahan duit tahap 6 sebesar Rp 100 juta pada Juli 2020. Untuk tahap 7 sebesar Rp 100 juta juga dilakukan pada Juli 2020.

Penyerahan tahap 7 juga digelar pada adegan ke 09 dengan tempat di Ruang Sekretariat lantai 5 Gedung Kemensos. Total uang yang diserahkan yakni Rp 180 juta. Dalam adegan ke 09 ini, dihadirkan juga Direktur PT Mandala Hamonangan Sude Rajif Bachtiar Amin dan satu lagi bernama Indra Rukman.

Total ada penyerahan sebesar Rp 680 juta diserahkan kepada para tersangka. Diduga uang tersebut untuk diberikan kepada mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Dalam rekonstruksi itu, terungkap penyerahan duit suap dimasukkan ke dalam alat musik gitar.

Dalam adegan ke 13, Harry Sidabuke menyiapkan duit Rp 150 juta untuk untuk diberikan kepada Matheus Joko sebagai penyerahan suap tahap delapan. Duit itu dimasukkan ke dalam gitar yang diserahkan di Boscha Cafe pada Agustus 2020.

Harry saat itu bersama dengan pihak swasta Sanjaya. Sanjaya juga tertangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) namun tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Harry kemudian bertemu lagi dengan Sanjaya di ruang sekretariat lantai 5 gedung Kemensos RI. Di tempat ini, ada transaksi penyerahan duit Rp 200 juta sebagai pemberian suap tahap kesembilan.

Dalam adegan ke 17, Harry kemudian menemui tersangka Matheus Joko Santoso di Karoke Raia pada Oktober 2020. Di tempat ini, ada penggunaan duit sebesar Rp 50 juta oleh Harry dan Matheus Joko.

Berikutnya, Harry kembali bertemu dengan Matheus di lantai 5 Gedung Kemensos di bulan yang sama. Harry menyerahkan Rp 200 juta ke Matheus sebagai pembayaran suap tahap kesepuluh di sana. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com