KPK Geledah 3 Rumah Azis Syamsuddin, Bukti Kasus Suap Penyidik Ditemukan

* MKD DPR Terima 3 Laporan Terhadap Azis

142 view
(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Penyidik KPK membawa koper usai menggeledah rumah dinas Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Sebelumnya, KPK juga menggeledah ruang kerja Azis Syamsuddin untuk mencari barang bukti suap yang menjerat penyidik KPK, Stepanus R P. 
Jakarta (SIB)
KPK menggeledah rumah pribadi Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan.

"Senin (3/5), tim penyidik telah selesai melaksanakan penggeledahan rumah kediaman pribadi milik milik AZ (Azis Syamsuddin) di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (4/5).

Ali mengatakan, KPK menemukan bukti terkait perkara dugaan suap penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Ali belum menjelaskan detail bukti apa yang dimaksud.

"Dalam proses penggeledahan tersebut, ditemukan dan diamankan barang yang diduga terkait dengan perkara," kata Ali.

"Selanjutnya bukti ini, akan segera dilakukan validasi serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," sambungnya.

Sebelumnya, KPK juga melakukan penggeledahan di dua lokasi, yakni rumah dan kantor tersangka Maskur Husain, yang berprofesi sebagai pengacara. KPK juga menemukan bukti terkait perkara.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, penyidik KPK juga telah menggeledah beberapa lokasi, di antaranya ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. KPK juga menemukan bukti saat penggeledahan di rumah dinas dan ruang kerja Azis Syamsuddin.

AKP Robin ditetapkan tersangka oleh KPK setelah diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan M Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai. Pemberian uang itu dimaksudkan agar AKP Robin mengurus perkara dugaan korupsi di KPK yang diduga menjerat Syahrial.

Terima Laporan
Sementara itu, Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI mengungkapkan ada tiga laporan terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Ketiga laporan tersebut masih dalam tahap verifikasi MKD DPR.

"Sampai saat ini kita sudah terima tiga laporan. Kemungkinan pemeriksaan akan kita satukan kalau ketiganya memenuhi syarat administratif formal," kata Wakil Ketua MKD DPR RI Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (4/5).

Dari laporan pertama yang masuk ke MKD DPR RI, Habiburokhman mengatakan laporannya belum genap 14 hari. Ketiga laporan tersebut masih dalam tahap verifikasi kelengkapan administrasi.

"Empat belas hari itu tim MKD kalau ada yang kurang maka akan mengingatkan pengadu, 'Pak kurang ini, Pak kurang ini'. Baru dilengkapi," ujar Habiburokhman.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan, jika berkas laporan terhadap Azis Syamsuddin sudah lengkap dalam 14 hari, MKD DPR akan melakukan rapat internal baru kemudian penyelidikan.

"Setelah 14 hari prosesnya, kami baru mengadakan rapat internal, dibahas secara kualitatif kasus ini kira-kira bagaimana. Setelah rapat baru dimulai proses penyelidikan," ucapnya.

Habiburokhman mengakui proses panjang di MKD DPR RI. Namun, menurut Habiburokhman laporan terhadap Azis Syamsuddin yang masuk ke MKD DPR RI harus sesuai dengan tahapannya.

"Di penyelidikan nanti kita akan memulai memproses pengadu, para saksi, teradu berikut bukti-buktinya. Jadi prosesnya memang agak panjang tapi itu lah aturan yang ada di sini," imbuhnya. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com