Kasus Suap Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai

KPK Geledah Kantor dan Rumah Wakil Ketua DPR RI


375 view
KPK Geledah Kantor dan Rumah Wakil Ketua DPR RI
Foto: Dok/Detikcom
BAWA KOPER: Penyidik KPK membawa koper setelah menggeledah ruang Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, di Gedung DPR, Rabu (28/4).
Jakarta (SIB)
KPK menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di gedung DPR. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan suap penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

"Benar, hari ini (Rabu, 28/4) tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung DPR RI," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (28/4).

Ali mengatakan penggeledahan itu ditujukan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait perkara. Hingga saat ini, penggeledahan masih dilakukan.

"Penggeledahan dilakukan tentu dalam rangka pengumpulan bukti-bukti terkait perkara dimaksud. Saat ini kegiatan sedang berlangsung dan untuk perkembangan selengkapnya akan kami informasikan kembali," ujar Ali.

Anggota Komisi III DPR, Habiburokhman, membenarkan bahwa penyidik KPK mendatangi DPR terkait Azis Syamsuddin.
Penyidik KPK mendatangi gedung DPR sekitar pukul 18.00 WIB, tepatnya di gedung Nusantara III.

Mereka kemudian naik lift membawa lima koper. Ruang Azis Syamsuddin berada di lantai 4 gedung Nusantara III.

Juga Digeledah
Penyidik KPK juga menggeledah rumah dinas Azis Syamsuddin. Terlihat ada lima mobil penyidik KPK di lokasi.

Pantauan di lokasi di Jalan Denpasar Raya Kavling C3/3, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, rombongan penyidik KPK tiba pukul 19.58 WIB. Penyidik KPK langsung memasuki rumah dinas Azis.

Penyidik KPK juga terlihat membawa sebuah koper berwarna hitam saat masuk. Terlihat juga ada anggota kepolisian yang mengawal. Penggeledahan masih berlangsung hingga kemarin malam.

Bawa 2 Koper
Setelah 1 jam melakukan penggeledahan, dari ruang Azis Syamsuddin, terlihat petugas dari KPK keluar membawa dua unit koper.

Pantauan di Gedung Nusantara III Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pukul 19.18 WIB, Rabu (28/4), tampak ada satu koper berwarna biru dibawa keluar dari gedung DPR. Beberapa saat kemudian, satu koper hitam dibawa lagi dari lokasi penggeledahan.

Namun penyidik KPK tak menyebut apa isi koper yang dibawa. Kedua koper itu langsung dibawa masuk ke mobil.

Kasus Suap
Ruangan Azis Syamsuddin, digeledah penyidik KPK berkaitan dengan kasus suap penyidik KPK AKP Robin Stepanus Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Peran Azis Syamsuddin dalam kasus suap itu terkuak dalam konferensi pers KPK beberapa waktu lalu. Saat itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Azis Syamsuddin yang mengenalkan Syahrial ke AKP Robin. Azis Syamsuddin juga memfasilitasi pertemuan keduanya.

"Pada Oktober 2020, MS (M Syahrial) menemui AZ (Azis Syamsuddin), Wakil Ketua DPR RI, di rumah dinasnya di Jakarta Selatan dan menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," kata Firli saat itu.

Dari pertemuan di rumah Azis Syamsuddin lah kemudian terjadi kesepakatan antara Syahrial dan AKP Robin. Syahrial bersedia memberikan uang sejumlah Rp 1,5 kepada SRP.

"Menindaklanjuti pertemuan di rumah AZ, kemudian SRP diperkenalkan kepada MS untuk bisa membantu permasalahannya. SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di Pemkot Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar," kata Firli.

Dorongan untuk memanggil Azis terkait kasus itu pun kemudian menguat. Firli pun berjanji segera memanggil Azis Syamsuddin. Namun, hari berganti, politikus Golkar itu tak segera dipanggil KPK.

Ditanyakan mengenai itu, Firli mengatakan KPK segera memanggil Azis Syamsuddin pada pekan ini. Namun Firli tidak menyebutkan jelas kapan.

"Terima kasih. Kita masih terus bekerja. Kita harus tuntaskan perkara tersebut siapa pun pelakunya. KPK masih melakukan pengumpulan keterangan saksi dan bukti-bukti sehingga membuat terangnya perkara korupsinya dan kita temukan tersangkanya. Pada saatnya KPK akan sampaikan ke publik. KPK masih melengkapi keterangan saksi dan bukti-bukti. Setelah cukup bukti, tentu KPK akan melakukan upaya paksa dan ungkap seterang-terangnya dan mengajukan para tersangka, siapa pun dia," kata Firli kepada detikcom.

"Kita kerja keras. Minggu ini kita minta keterangan-keterangan pihak yang mengetahui, mengalami, atau mendengar tentang kejadian tersebut. Mohon dukungan semua rakyat Indonesia," imbuhnya.

Azis Syamsuddin sendiri sebelumnya juga sudah angkat bicara perihal kasus ini. Namun respons Azis Syamsuddin masih belum terang.

"Bismillah alfatehah," kata Azis Syamsuddin lewat pesan singkat saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/4).

Politikus Golkar ini tak menjelaskan apa maksud responsnya itu. Dia juga tak menepis atau membenarkan kronologi yang disampaikan Firli soal pertemuan di rumahnya. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com