KPK Minta MA Rotasi Rutin Pegawai Agar Tak Sempat Bikin Jaringan Urus Perkara

* Mahfud Md: Jangan Diampuni

155 view
KPK Minta MA Rotasi Rutin Pegawai Agar Tak Sempat Bikin Jaringan Urus Perkara
(dok. Istimewa)
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. 

Jakarta (SIB)

KPK menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati serta sejumlah pegawai di Mahkamah Agung (MA) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara.


KPK meminta MA melakukan rotasi rutin terhadap para pegawai demi mencegah suap.


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata awalnya bicara soal dugaan suap yang menjerat Sudrajad Dimyati turut diduga melibatkan pegawai di Kepaniteraan MA.


Menurutnya, hal itu dipicu para pegawai sudah lama bekerja di MA sehingga punya jejaring mengurus perkara dengan para pengacara.


"Kalau dilihat dari modus operandi perkara saat ini, ini melibatkan pegawai dan panitera. Saya membayangkan pegawai-pegawai tersebut sudah lama ada di MA," kata Alexander dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9).


Dia menyarankan agar para pegawai di MA dirotasi secara rutin. Menurutnya, hal itu penting untuk mencegah para pegawai membuat jaringan untuk mengurus perkara.


"Barangkali ada baiknya kalau ada rotasi atau mutasi di pegawai-pegawai yang sudah lama berada di MA. Bisa jadi, karena mereka sudah lama, mereka sudah begitu mengenal modus-modus atau mengenal pengacara-pengacaranya. Ini harus diputus mata rantai itu dengan rotasi dan mutasi pegawai secara rutin, mungkin dua atau tiga tahun, sehingga dia tidak sempat membangun jaringan di dalam," ujarnya.


"Jadi jangan hakim saja, jadi termasuk panitera. Karena umumnya pengacara itu lewat panitera kedekatannya dari beberapa kasus yang ditangani KPK," sambung Alexander.


Jangan Diampuni

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud Md meminta agar si hakim tak diberi ampunan jika memang terbukti bersalah.


"MA (Mahkamah Agung) sekarang masih dalam proses. Saya belum dapat nama-nama pastinya siapa, tapi ada hakim agung yang katanya terlibat. Kalau nggak salah, dua, itu juga harus diusut dan hukumannya harus berat juga," kata Mahfud saat diwawancarai di Unisma, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (23/9).


Menurut Mahfud, hakim merupakan sosok benteng keadilan.


Jika sampai hakim bisa disuap, keadilan akan runtuh. Untuk itu, ia ingin hakim tersebut tak diberi ampunan.


"Karena ini hakim, karena hakim itu kan benteng keadilan. Kalau sampai itu terjadi, jangan diampuni dan jangan boleh ada yang melindungi!" tegasnya. (detikcom/a)






Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com