KPK OTT Bupati Musi Banyuasin, Duit Rp 1,7 M Disita

Ayah Bupati, Alex Noerdin Sebelumnya Juga Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

198 view
KPK OTT Bupati Musi Banyuasin, Duit Rp 1,7 M Disita
(Foto Ant/Aprillio Akbar)
BARANG BUKTI: Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyaksikan penyidik KPK menunjukkan barang bukti milik tersangka dalam konferensi pers penahanan pejabat Kabupaten Musi Banyuasin di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka yakni Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Kadis PUPR Herman Mayori, Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Eddi Umari, dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin.
Jakarta (SIB)
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama sejumlah pihak lainnya. Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang tunai lebih dari Rp 1,7 miliar.

Uang pertama diamankan penyidik KPK saat mengamankan Kadis PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM). Uang itu dibungkus kantung plastik.

Uang tersebut diberikan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SUH) kepada Bupati Dodi Reza Alex. Pengiriman uang dilakukan melalui Herman dan Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin Eddi Umari (EU).
KPK mengetahui pengiriman uang itu berdasarkan data transaksi perbankan.

"Selanjutnya, dari data transaksi perbankan diperoleh informasi adanya transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik SUH kepada rekening bank milik salah satu keluarga EU," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (16/10).

Setelah uang tersebut masuk, keluarga Eddi Umari lalu melakukan tarik tunai untuk kemudian diserahkan kepada Eddi Umari. Eddi lalu menyerahkan uang itu kepada Herman.

"Tim selanjutnya bergerak dan mengamankan HM di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Muba dan ditemukan uang sejumlah Rp 270 juta dengan dibungkus kantung plastik," ujarnya.

Uang tersebut merupakan commitment fee terkait pemenangan perusahaan Suhandy dalam proyek infrastruktur di Pemkab Muba.

Tim KPK lalu membawa Eddi dan Suhandy serta pihak terkait lainnya ke Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk dimintai keterangan.

Ditangkap di Jakarta
Tim KPK juga bergerak paralel di Jakarta dan mengamankan Dodi Reza Alex di salah satu lobi hotel di Jakarta dan selanjutnya dibawa ke gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan. Dari tangan ajudan Dodi, penyidik KPK mengamankan uang Rp 1,5 miliar.

"Dari kegiatan ini, tim KPK, selain mengamankan uang sejumlah Rp 270 juta, juga turut diamankan uang yang ada pada MRD, ajudan bupati, Rp 1,5 miliar," tuturnya.

Alex mengatakan uang Rp 1,5 miliar yang disita dari ajudan Dodi masih didalami soal pemiliknya.

"Saat akan dibawa ke KPK, ternyata ditemukan tas berwarna merah. Setelah ajudannya mengambil tas itu, setelah dibuka, ya itu tadi, isinya Rp 1,5 miliar. Masih didalami dalam penyidikan peruntukan dan termasuk asal uang itu dari mana," terangnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka. Keempatnya ialah:
- Dodi Reza Alex, Bupati Bupati Musi Banyuasin 2017-2022
- Herman Mayori, Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin
- Eddi Umari, PPK Dinas PUPR Musi Banyuasin
- Suhandy, swasta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara

Tahan
Setelah ditetapkan tersangka, Dodi Alex Noerdin dan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus suap proyek ini ditahan di Rutan KPK.

"Untuk keperluan penyidikan, penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka untuk 20 hari pertama," kata Alexander Marwata.

Para tersangka ditahan mulai 16 Oktober sampai 4 November 2021. Para tersangka ditahan di sejumlah Rutan KPK.

"DRA ditahan di Rutan KPK Kaveling C1, HM ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur, EU ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, dan SUH ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," ujar Alexander.

Untuk menghindari penyebaran virus Corona, para tersangka akan diisolasi selama 14 hari ke depan.
"Para tersangka akan diisolasi selama 14 hari di rutan masing-masing," ujarnya.

Irit Bicara
Usai KPK melakukan penahanan, Dodi Alex irit bicara saat keluar gedung KPK.

Pantauan di Gedung Merah Putih KPK pukul 17.35 WIB, Dodi Alex jalan menuju mobil tahanan seusai pengumuman status tersangkanya. Dia hanya melemparkan satu kalimat pendek ketika ditanya soal tujuan duit yang ia terima.

"Nanti akan dijelaskan," kata Dodi Alex.

Dodi Alex langsung masuk ke mobil tahanan.

Anak Alex Noerdin
Diketahui, Dodi merupakan anak Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).
Miris, anak dan bapak terjerat kasus korupsi. Alex Noerdin, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Anggota DPR RI Fraksi Golkar itu ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus korupsi berbeda. Dua kasus itu adalah kasus gas bumi dan dana hibah Masjid Sriwijaya, Palembang.

Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi gas bumi pada Kamis (16/9). Kemudian, selang enam hari kemudian atau pada Rabu (22/9), Alex Noerdin kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah masjid. (detikcom/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com