KPK OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah


135 view
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
TIBA: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2).
Jakarta (SIB)
KPK kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang terciduk.

"Benar, Jumat (26/2), tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Jubir KPK Ali Fikri saat ditanya soal benarkah KPK OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sabtu (27/2).

Penangkapan digelar sekitar pukul 23.40 WIB, tengah malam kemarin. Informasi yang dihimpun, penangkapan itu melibatkan duit miliaran.

Saat ini tim KPK masih bekerja.
Nurdin diamankan bersama 5 orang lain.
Informasi yang dihimpun, Nurdin diamankan bersama seorang pengusaha. Selain itu ada, 4 orang bawahannya yang turut diamankan tim KPK.

"Pihak-pihak yang diamankan telah sampai Jakarta dan sekitar jam 09.45 WIB tiba di gedung Merah Putih KPK. Ada enam orang terdiri atas kepala daerah, pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel dan pihak swasta," ujar Ali Fikri.

Ali mengatakan Nurdin Abdullah dan kelima orang lainnya kini sedang menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Pemeriksaan itu akan berlangsung dalam waktu 1x24 jam.

"Tim KPK akan segera melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak dimaksud dan dalam waktu 1x24 jam KPK akan segera menentukan sikap," ucap Ali.

Saat tiba di KPK, Nurdin Abdullah mengaku ditangkap KPK saat sedang tidur. Nurdin Abdullah kemudian masuk ke gedung KPK dan menjalani pemeriksaan. Status Nurdin Abdullah masih sebagai terperiksa.

"Saya lagi tidur, dijemput (KPK)," kata Nurdin Abdullah kepada wartawan.
OTT itu terkait dugaan korupsi pada proyek infrastruktur jalan.

"Infrastruktur jalan," kata Ali Fikri.

Fikri mengatakan, ada barang bukti uang yang diamankan dalam OTT ini. Namun jumlahnya belum disebutkan.
"Ada uang," ujarnya.

"Nanti akan kami sampaikan setelah memastikan semua kegiatan selesai, ya," sambungnya.

Tak Ada Barang Bukti
Sementara itu, Juru bicara (jubir) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, Veronica Moniaga, menyebut Nurdin dijemput tim KPK di Rumah Jabatan (Rujab) saat sedang istirahat dini hari tadi. Tidak ada barang bukti yang disita tim KPK saat Nurdin dijemput.

"Bapak Gubernur berangkat bersama ajudan dan petugas KPK tanpa disertai adanya penyitaan barang bukti, karena memang tidak ada barang bukti yang dibawa serta dari Rujab Gubernur," ujar Vero dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/2).
Vero lalu kembali menegaskan Nurdin tidak terkena OTT KPK. Untuk itu, dia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan oleh KPK.

"Bapak Gubernur tidak melalui proses operasi tangkap tangan, melainkan dijemput secara baik di Rumah Jabatan Gubernur pada dini hari ketika beliau sedang beristirahat bersama keluarga," katanya.

Vero juga mengaku belum mengetahui terkait kasus apa Nurdin terkena OTT KPK.

"Meskipun belum mengetahui penyebab Bapak dijemput, sekali lagi, secara baik, Bapak Gubernur sebagai warga negara yang baik mengikuti prosedur yang ada, mengingat bahwa berdasarkan keterangan petugas KPK yang datang, Bapak Gubernur saat ini akan dimintai keterangan sebagai saksi," imbuhnya.

Namun, KPK tetap memastikan Nurdin dan beberapa orang lainnya terkena OTT.
Ali Fikri mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap Nurdin. Dia memastikan Nurdin terjaring OTT KPK.

"Kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang tertangkap tangan. Di antaranya kepala daerah tersebut," ujar Ali Fikri. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:KPK
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com