KPK Periksa Gubernur DKI Anies Baswedan Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Lahan


204 view
KPK Periksa Gubernur DKI Anies Baswedan Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Lahan
(Foto Ant/M Risyal Hidayat)
PERIKSA ANIES: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berjalan saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/9). KPK memeriksa Anies Baswedan sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) atas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. 
Jakarta (SIB)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicecar penyidik KPK perihal kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur. Namun Anies mengaku menjelaskan tentang program pengadaan rumah.

"Ada delapan pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta," ucap Anies setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/9).

"Pertanyaan menyangkut landasan program dan seputar peraturan-peraturan yang ada di Jakarta," imbuhnya.

Anies berharap KPK memahami penjelasannya. Namun Anies enggan membeberkan lebih lanjut soal penjelasannya itu.

"Saya berharap penjelasan yang tadi kami sampaikan bisa bermanfaat bagi KPK untuk menegakkan hukum menghadirkan keadilan dan memberantas korupsi. Harapannya, penjelasan-penjelasan tadi bisa membantu untuk KPK menjalankan tugasnya," ucap Anies.

Kasus ini berkaitan dengan pengadaan lahan yang dilakukan BUMD DKI, yaitu Sarana Jaya. KPK pernah menyampaikan pengadaan lahan itu sebagai bank tanah tapi kini Anies mengaku menjelaskan soal program rumah.

Diketahui Anies memiliki program rumah DP Rp 0. Namun, saat dicecar lebih jauh soal itu, Anies memilih diam dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah:
Yoory Corneles Pinontoan sebagai Direktur Utama Sarana Jaya, Tommy Adrian sebagai Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene sebagai Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Rudy Hartono Iskandar sebagai Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur dan PT Adonara Propertindo sebagai korporasi.

Pamer
Sebelum memberikan kesaksian, Anies sempat memamerkan capaian penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta.

"Kita alhamdulillah dulu bahwa kondisi di Jakarta sekarang pandeminya terkendali," kata Anies.

"Kita bersyukur positivity rate kita sekarang 0,7 persen walaupun tracing di Jakarta 8 kali lipat lebih tinggi dari WHO, nah itu kita syukuri," imbuhnya. Anies menyampaikan hal itu setiba di KPK.

Setelahnya, Anies mengaku datang ke KPK untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang baik. Dia juga berharap bisa membantu KPK.

"Pada pagi hari ini saya memenuhi undangan untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, maka saya datang memenuhi panggilan," kata Anies.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sudah lebih dulu tiba. Dia juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Pemeriksaan keduanya berkaitan dengan tersangka mantan Dirut Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum bicara banyak mengenai peran dari Anies ataupun Prasetio untuk perkara ini.

"Pemanggilan seseorang sebagai saksi tentu atas dasar kebutuhan penyidikan sehingga dari keterangan para saksi perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas dan terang," ujar Ali.

"Saat ini, tim penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi," sambungnya. (detikcom/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com