KPK Selidiki Kemungkinan Suap Bupati Kuansing Mengalir ke Golkar


174 view
KPK Selidiki Kemungkinan Suap Bupati Kuansing Mengalir ke Golkar
Foto: Sindonews
PEMERIKSAAN PERDANA: Tersangka General Manager Adimulia Agrolestari Sudarso (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK Kuningan Jakarta, Jumat (22/10). Tersangka menjalani pemeriksaan perdana setelah terjaring OTT bersama Bupati Kuansing Andi Putra terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.
Jakarta (SIB)
KPK akan mendalami aliran dana suap yang diterima Bupati Kuansing Andi Putra. Lembaga Antikorupsi memastikan tidak akan segan menindak siapapun yang menerima uang itu, termasuk Partai Golkar.

"Informasi yang KPK terima kami pastikan akan dikonfirmasi kebenarannya kepada para saksi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri, Jumat (22/10).

Pihaknya tidak segan menindak Golkar jika Andi menerima suap untuk mencari dana untuk keperluan partai itu. Lembaga Antikorupsi tidak akan pandang bulu.

“Perlu kami tegaskan, KPK melakukan penindakan kepada para tersangka sama sekali tidak memandang aspek latar belakang sosial politik ataupun partai asal pelakunya," tegas Ali.

Lembaga antirasuah menetapkan dua tersangka terkait OTT di Kuansing, Riau. Mereka ialah Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso.

Geledah 3 Lokasi
Sebelumnya, KPK juga menggeledah tiga lokasi di Pekanbaru terkait kasus suap perizinan perkebunan yang menjerat Andi Putra. KPK menemukan catatan keuangan yang diduga terkait perkara.

Adapun lokasi yang digeledah di antaranya sebuah kantor di Kecamatan Limpa Pulu, Kota Pekanbaru, Riau; rumah di Tangkerang, Pekanbaru; dan rumah di Maharatu, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau. Penggeledahan dilakukan pada Kamis (21/10).

"Dari 3 lokasi dimaksud, ditemukan dan diamankan bukti antara lain berbagai dokumen berupa catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (22/10).

Ali mengatakan bukti tersebut nantinya akan dicocokkan dengan perkara tersebut. Bukti tersebut juga dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas Andi Putra dkk.

Diketahui, Andi Putra diduga menerima suap terkait perizinan perkebunan dari Sudarso sebesar Rp 700 juta. Suap itu diduga diberikan untuk memperpanjang hak guna usaha (HGU) perusahaan milik Sudarso.

"Diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh SDR (Sudarso) kepada AP (Andi Putra) uang sebesar Rp 500 juta. Lalu, pada tanggal 18 Oktober 2021, SDR juga diduga kembali menyerahkan kesanggupan itu kepada AP menyerahkan uang sekitar Rp 200 juta," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Selasa (19/10).

Akibat perbuatannya tersebut, Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Andi Putra selaku tersangka penerima dijerat Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan dicocokkan keterkaitannya dengan perkara ini dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka AP dkk," katanya. (Metro TV/dik/TM/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com