KPK Sita Duit Rp 3 Miliar dari Saksi Kasus Suap Edhy Prabowo


216 view
KPK Sita Duit Rp 3 Miliar dari Saksi Kasus Suap Edhy Prabowo
(Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/3). 
Jakarta (SIB)
KPK menyita uang Rp 3 miliar terkait kasus dugaan suap ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP). Uang itu disita dari saksi bernama Syammy Dusman.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan Syammy telah diperiksa KPK pada Selasa (23/3). Dia diperiksa untuk tersangka Edhy Prabowo.

"Syammy Dusman (karyawan swasta) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP dkk," kata Ali kepada wartawan, Rabu (24/3).
Ali mengatakan KPK menyita uang Rp 3 miliar dari Syammy. Uang tersebut diduga terkait dengan perkara dugaan suap yang menjerat Edhy Prabowo.

"Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan sejumlah uang yang diduga terkait dengan perkara. (Jumlahnya) Rp 3 M," ujar Ali.

Diketahui, Syammy Dusman juga pernah diperiksa KPK pada 1 Maret 2021. Dari pemeriksaan Syammy, KPK menduga Edhy Prabowo membagikan uang dari hasil suap ekspor benur ke sejumlah pihak. Ali tak menyebut kepada siapa atau pihak mana saja Edhy Prabowo membagikan uang yang diduga berasal dari suap ekspor benur tersebut.

"Syammy Dusman didalami pengetahuannya terkait dugaan aliran sejumlah uang yang dibagikan oleh tersangka EP (Edhy Prabowo) ke berbagai pihak yang sumbernya juga diduga dari kumpulan pemberian sejumlah uang oleh para eksportir benur yang mendapatkan izin di KKP pada 2020," kata Ali kepada wartawan, Selasa (2/3).

Selain Edhy, KPK telah menetapkan mantan staf Edhy Prabowo, Safri dan Andreau Pribadi Misanta; pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi; staf istri Edhy Prabowo, Faqih; dan sespri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin, sebagai tersangka penerima suap.

KPK juga menetapkan Suharjito selaku Direktur PT DPP sebagai tersangka. Dia diduga memberi suap kepada Edhy terkait ekspor benur.

Suharjito telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia didakwa memberi suap ke Edhy Prabowo sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur.

Segera Disidang
Sementara itu, Edhy Prabowo, segera disidang terkait kasus tersebut. Edhy mengatakan penyidik telah menyerahkan berkas perkaranya ke jaksa.

"Hari ini tahap 2 penandatanganan penyerahan dari penyidik ke jaksa. Jadi setelah ini kami sudah menjadi tahanan jaksa dan menunggu 20 hari masa kerja untuk menunggu sidang," kata Edhy kepada wartawan di gedung KPK.

Edhy mengaku siap menjalani sidang. Dia mengaku akan menjelaskan segala hal di hadapan persidangan, termasuk soal bank garansi.

"Insyaallah," jawab Edhy saat ditanya soal kesiapan menjalani sidang.
Edhy menyerahkan segala persiapan sidang kepada tim penasihat hukumnya. Dia meminta semua pihak menunggu sidang digelar.

"Ya nanti kita lihat perkembangan ya. Kita mohon doa nanti kita tunggu yang terbaik. Saya percayakan sepenuhnya di kuasa hukum kami," ucap Edhy. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com