KPU Catat 81 Lembaga Bersertifikat untuk Survei hingga Quick Count Pemilu

* 158 Lembaga Pemilu Telah Terakreditasi

233 view
KPU Catat 81 Lembaga Bersertifikat untuk Survei hingga Quick Count Pemilu
Foto: Istimewa
Lolly Suhenty
Jakarta (SIB)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencatat ada 83 lembaga survei yang mengajukan pendaftaran. Sebanyak 81 lembaga survei di antaranya telah bersertifikat dan terdaftar resmi di KPU.
"Sampai tanggal 6 Februari 2024, tercatat total 83 lembaga yang mengajukan pendaftaran sebagai lembaga survei, jajak pendapat dan penghitungan cepat hasil Pemilu 2024," bunyi keterangan tertulis KPU RI, dikutip, Jumat (9/2).
Dari 83 lembaga yang mengajukan, 81 di antaranya sudah bersertifikat. Sedangkan, dua lembaga lainnya masih melakukan perbaikan dokumen.
"KPU akan menerbitkan sertifikat bagi lembaga survei atau jajak pendapat yang telah memenuhi persyaratan dimaksud," bunyi keterangan KPU RI.
Berikut 81 lembaga survei bersertifikat resmi:
1.PT Kio Sembilan Lima (Lembaga Survei Kedai Kopi),
2.PT Poltracking Indonesia,
3.PT Ipsos Market Research,
4.PT Kompas Media Nusantara,
5.Charta Politika /PT,
6.Voxpol Center Research and Consulting,
7.Pandawa Research,
8.PT Lingkar Strategi Indonesia,
9.PT Parameter Konsultindo (PARMET),
10.Indikator Politik Indonesia,
11.Lembaga Survei Nasional,
12.Lembaga Klimatologi Politik,
13.Polstat Indonesia,
14.Political Weather Station (PWS),
15.PT Jaringan Cyrus Nusantara (Cyrus Network),
16.PT Publik Riset Cendekia (Politika Research and Consulting (PRC),
17.Centre For Strategic and International Studies (CSIS),
18.Lembaga Survei Jakarta,
19.Indonesia Polling Stations (IPS),
20.Surabaya Survey Center (SSC),
21.Lembaga Survei Indonesia (LSI),
22.Fixpoll Media Polling Indonesia,
23.Forum Rektor PTMA,
25.Surabaya Research Syndicate (SRS),
26.Indopol Survei & Consulting
27.Polsentrum Data Indonesia
28.PT Lingkaran Survei Indonesia,
29.PT Citra Publik,
31.Rakata Analytics and Advisory,
32.Strategi Lingkar Nusantara,
33.Trust Indonesia Research & Consulting,
34.PUSKAPI (Pusat Kajian Pemilu Indonesia),
35.PT Losta Institute,
36.PT Citra Komunikasi LSI,
37.PT Lingkaran Survei Kebijakan Publik,
38.Populi Center,
39.PT SCL Taktika Konsultan,
40.PT Citra Publik Indonesia,
41.Indekstat Research And Data Science,
42.PT Sigi LSI Network,
43.PT Konsultan Citra Indonesia,
44.Jaringan Isu Publik,
45.Lembaga Riset Indonesia,
46.Jaringan Suara Indonesia,
47.Media Survei Nasional,
48.PT Alvara Strategi Indonesia,
49.Lingkar Survei Sulawesi (LSS),
50.Ide Cipta Research and Consulting (ICRC),
51.The Haluoleo Institute,
52.Media Survei Center Indonesia,
53.PT Parameter Publik Indonesia,
54.PT Paradigma Riset Nusantara,
55.Lembaga Survei Kuadran,
56.Nakama Research & Consulting,
57.PT Indopolling Riset dan Konsultan,
58.PT Sinergi Data Indonesia Wisma,
59.PT LSI Network Jl Pemilu,
60.Parameter Politik Indonesia Intermark,
61.PT Indo Riset Survei,
62.Algoritma Research & Consulting,
63.Cigmark Research & Consulting (PT. Cipta Global Marka),
64.PT Indonesia Persada Studi,
65.Yayasan Polsight Indonesia,
66.Indomatrik PUSKAPTIS (Lembaga Pusat Kajian Kebijakan & Pembangunan Strategis),
68.Pusat Riset Indonesia (PRI),
69.PT Indonesian Political Marketing (Polmark Indonesia),
70.PT Konsepindo Riset Strategi,
71.PT Dimensi Multiriset Indonesia,
72.Script Survei Indonesia (SSI),
73.PT Satukanal Riset dan Pengembang,
74.PT Pusat Polling Indonesia,
75.The Strategic Research and Consulting (TSRC),
76.Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI),
77.Celebes Research Center,
78.Lembaga Survei Independen Nusantara,
80.Arus Survei Indonesia,
81.Lembaga Indonesia Strategic Institute (INSTRAT),
Berikut dua lembaga survei yang masih melakukan perbaikan:
1.Deitpro (PT Delt Kabar Indonesia)
2.Lembaga Kajian Publik Independen.
158 Lembaga Pemantau
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) resmi mengakreditasi 158 lembaga pemantau untuk Pemilu 2024. Sebanyak 155 pemantau dalam negeri dan 3 pemantau luar negeri.
"Terdapat peningkatan yang signifikan terhadap jumlah pemantau pemilu dalam negeri Pemilu 2024 apabila dibandingkan data Pemilu 2019 dengan 138 lembaga pemantau," kata Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam keterangannya, Jumat (9/2).
Lolly mengatakan dari 155 pemantau dalam negeri yang telah terakreditasi, 42 lembaga di antaranya telah berpengalaman di Pemilu 2019. Sementara itu, kata Lolly, 117 lembaga pemantau baru menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk berpartisipasi memantau Pemilu.
"Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terlibat melakukan pemantauan, dugaan pelanggaran dan kecurangan akan semakin kecil sehingga pemilu berjalan jujur, adil, dan demokratis," ujarnya. (detikcom/d)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com