KSAD Minta Prajurit Tak Terlibat Politik Praktis

* Ancaman Paham Radikalisme, Prajurit Tidak Boleh Lengah

349 view
KSAD Minta Prajurit Tak Terlibat Politik Praktis
Foto: Liputan6.com/Johan Tallo
SAPA PASUKAN: KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyapa pasukan saat memimpin Apel Gelar Kesiapsiagaan TNI AD di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/10). Dalam apel tersebut Dudung menekankan enam hal yang harus menjadi perhatian khusus TNI AD. 

Jakarta (SIB)


Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman melarang prajuritnya bermain politik praktis. Dudung mengatakan, TNI AD harus teguh pada netralitas.

“Kita tetap memegang teguh netralitas TNI untuk tidak terlibat politik praktis,” kata Dudung saat memimpin Apel Gelar Pasukan Tahun 2022 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/10). Apel diikuti oleh 3.451 prajurit TNI AD.

Dudung menegaskan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tugas TNI hanya mengamankan dan membantu kontestasi Pemilu 2024 agar berjalan lancar.

“Tugas dan tanggung jawab kita sesuai peraturan perundang-undangan adalah membantu pemerintah agar semua rangkaian Pemilu berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Dudung juga mengatakan, akan menindak prajurit yang kedapatan mendukung salah satu pasangan calon di kontestasi politik pada 2024. Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan memproses hukum tindakan tersebut.

“Kalau orang dukung mendukung, dari TNI AD nanti akan kita proses secara hukum. Karena sudah dari dulu yang namanya TNI AD itu harus netral, tidak boleh memilih salah satu calon,” tutupnya.

CEGAH RADIKALISME

Jenderal Dudung dalam amanatnya menjelaskan, tugas pokok TNI tidak terlepas dari dinamika perkembangan lingkungan yang kompleks. Hal tersebut menuntut TNI khususnya angkatan darat untuk memiliki kesiapsiagaan dalam bertugas. Dudung mengatakan, apel ini digelar untuk mengukur kemampuan TNI AD dalam hal tersebut.

“Apabila setiap satuan dan seluruh prajurit TNI AD memiliki kesiapsiagaan yang mantap dan meyakinkan, akan menjadi jaminan bagi stabilitas keamanan wilayah Indonesia yang terjaga baik dan kondusif,” kata Dudung.

Dudung kemudian menegaskan, TNI harus mencegah ancaman radikalisme yang ada. Meskipun situasi saat ini aman, namun prajurit tak boleh lengah dan mengantisipasi adanya paham radikalisme.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com